Wall Street Terkoreksi Dipicu Melemahnya Sektor Ritel

Rabu, 21 Mei 2014 - 08:53 WIB
Wall Street Terkoreksi...
Wall Street Terkoreksi Dipicu Melemahnya Sektor Ritel
A A A
NEW YORK - Indeks saham di Wall Street pada perdagangan Selasa waktu setempat berakhir balik arah negatif karena ditekan aksi jual akibat merosotnya saham sektor ritel.

Semua sektor saham di indeks S&P 500 mengalami pelemahan dan lebih dari setenganya merupakan saham yang juga terdaftar di indeks Nasdaq. Lima saham yang mengalami koreksi terdalam di indeks S&P 500 adalah saham sektor ritel.

Saham TJX Companies Inc (TJX.N) anjlok 7,6 persen menjadi USD53,95 setelah melaporkan pendapatan kuartalan di bawah ekspektasi. Sementara saham Staples Inc (SPLS.O) merosot 12,6 persen menjadi USD11,71 setelah peritel peralatan kantor tersebut membukukan penurunan kinerja. Sektor ritel di indeks S&P turun 1 persen.

Saham lainnya yang juga melemah, yakni Urban Outfitters (URBN.O), yang susut 8,8 persen menjadi USD32,98; Best Buy (BBY.N) berkurang 5,6 persen menjadi24,66 dan PetSmart (PETM.O) tergerus 4,7 persen menjadi USD62,19.

Kendati demikian, saham Home Depot (HD.N) berhasil menguat 1,9 persen menjadi USD77,96 setelah berhasil mencatat penjualan bulan Mei yang positif.

"Hari ini (kemarin) adalah alasan yang baik untuk menjual saham menjelang pertemuan the Fed besok (hari ini) dan menuju akhir pekan panjang. Pedagang sudah menyesuaikan posisi mereka," kata Kepala Ekonom Rockwell Global Capital Peter Cardillo seperti dilansir Reuters, Rabu (21/5/2014).

Saham berkapitalisasi kecil juga terkoreksi. Indeks Russell 200 merosot 1,5 persen. Indeks Russell beberapa kali mendekati wilayah koreksi. Kalangan investor khawatir pelemahan saham berkapitalisasi kecil ini dapat menyebar ke seluruh pasar saham.

Sementara pada perdagangan terakhir, indeks Dow Jones Industrial Average ditutup turun 137,55 poin atau 0,83 persen menjadi 16.374,31; indeks S&P 500 jatuh 12,25 poin atau 0,65 persen menjadi 1.872,83; dan indeks Nasdaq meluncur 28,92 poin atau 0,70 persen menjadi 4.096,89.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Wall Street Terdongkrak...
Wall Street Terdongkrak Diterpa Optimisme Pengembangan Vaksin Corona
Wall Street Berbalik...
Wall Street Berbalik Jatuh di Tengah Ancaman Trump Tutup Facebook dan Twitter
Wall Street Mixed Saat...
Wall Street Mixed Saat Dow dan S&P 500 Jatuh Dibayangi Kasus Baru Covid-19
Wall Street Turun Tajam...
Wall Street Turun Tajam Dihantam Aksi Jual Saham Teknologi
Microsoft Pikir-pikir...
Microsoft Pikir-pikir Beli TikTok Bikin Nasdaq Cetak Rekor, Wall Street Rebound
Wall Street Lebih Tinggi...
Wall Street Lebih Tinggi di Tengah Ancang-ancang Stimulus USD1 Triliun Gedung Putih
Berita Terkini
Dulu Dijajah Belanda,...
Dulu Dijajah Belanda, Kini Digerus Impor? Mantan Menkeu Ungkap Jurus Jitu Cetak Ekonomi Tumbuh 8%
7 jam yang lalu
Warga India Gila Emas,...
Warga India 'Gila' Emas, Perusahaan Gadai Rusia Bidik Pasar Rp89.038 Triliun
8 jam yang lalu
Asabri Dorong Transformasi...
Asabri Dorong Transformasi Layanan Berbasis ESG, Kepuasan Peserta Capai 96,03%
11 jam yang lalu
Distribusi BBM di Kota...
Distribusi BBM di Kota Medan Makin Lancar, Antrean di SPBU Mulai Normal
11 jam yang lalu
Jebakan Ilusi PDB, Mantan...
Jebakan Ilusi PDB, Mantan Menkeu Fuad Bawazier Ungkap Fakta di Balik Utang RI Rp8.000 Triliun
11 jam yang lalu
AKPY-BPDP Latih Pekebun...
AKPY-BPDP Latih Pekebun Sawit di Paser Tingkatkan Nilai Jual TBS
11 jam yang lalu
Infografis
Mulai 12 Juli 2021,...
Mulai 12 Juli 2021, KRL Hanya untuk Sektor Esensial dan Krusial
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved