Pertamina Ditunjuk untuk Tawarkan Blok IDD
Jum'at, 23 Mei 2014 - 18:47 WIB
Pertamina Ditunjuk untuk Tawarkan Blok IDD
A
A
A
JAKARTA - Deputi Pengendalian Komersil Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), Widyaman Wiraatmaja mengatakan, akan menunjuk Pertamina untuk aktif menawarkan blok Indonesian Deepwater Development (IDD).
"Kami akan coba untuk bisa dijual oleh Pertamina, sebelumnya Chevron sebenarnya juga enggak ada masalah. Yang aktif sekarang Chevron dengan SKK Migas, mungkin setelah ini Pertamina saja," kata Widyawan, Jumat (23/5/2014).
Dia menekankan, pemerintah tidak akan menjual proyek IDD secara keseluruhan. Proyek IDD domestik sudah diambil oleh Pertamina.
"Yang fix itu sudah pada volume yang dia ambil FID (keputusan akhir investasi). Kita enggak akan jual semua dulu, yang kita jual yang dia bisa bikin FID karena sudah ada offtaker. Kita tunggu harga baik," tegas dia.
Direktur Hulu Ditjen Migas Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Hendra Fadly mengatakan, pengembangan proyek IDD perlu perpanjangan kontrak demi mencapai keekonomian.
"Harus ada perpanjangan, kan satu paket. Kalau tidak ada perpanjangan, enggak jalan proyek IDD-nya. Yang Selat Makassar itu sampai 2020, untuk mencapai keekonomian harus sampai 2028. Ada usulan dari SKK Migas juga mengenai hal ini," ungkap dia.
Indonesia Deepwater Development atau lebih dikenal dengan nama IDD merupakan proyek laut dalam yang dikembangkan oleh Chevron Indonesia Company melalui empat production sharing contract (PSC) Ganal, Rapak, Selat Makassar dan Muara Bakau.
Lima lapangan gas yang akan dikembangkan dalam proyek IDD ini yaitu Lapangan Bangka, Gehem, Gendalo, Maha dan Gandang.
"Kami akan coba untuk bisa dijual oleh Pertamina, sebelumnya Chevron sebenarnya juga enggak ada masalah. Yang aktif sekarang Chevron dengan SKK Migas, mungkin setelah ini Pertamina saja," kata Widyawan, Jumat (23/5/2014).
Dia menekankan, pemerintah tidak akan menjual proyek IDD secara keseluruhan. Proyek IDD domestik sudah diambil oleh Pertamina.
"Yang fix itu sudah pada volume yang dia ambil FID (keputusan akhir investasi). Kita enggak akan jual semua dulu, yang kita jual yang dia bisa bikin FID karena sudah ada offtaker. Kita tunggu harga baik," tegas dia.
Direktur Hulu Ditjen Migas Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Hendra Fadly mengatakan, pengembangan proyek IDD perlu perpanjangan kontrak demi mencapai keekonomian.
"Harus ada perpanjangan, kan satu paket. Kalau tidak ada perpanjangan, enggak jalan proyek IDD-nya. Yang Selat Makassar itu sampai 2020, untuk mencapai keekonomian harus sampai 2028. Ada usulan dari SKK Migas juga mengenai hal ini," ungkap dia.
Indonesia Deepwater Development atau lebih dikenal dengan nama IDD merupakan proyek laut dalam yang dikembangkan oleh Chevron Indonesia Company melalui empat production sharing contract (PSC) Ganal, Rapak, Selat Makassar dan Muara Bakau.
Lima lapangan gas yang akan dikembangkan dalam proyek IDD ini yaitu Lapangan Bangka, Gehem, Gendalo, Maha dan Gandang.
(izz)
Lihat Juga :