Laju IHSG akan Bergantung pada Data BPS
Senin, 02 Juni 2014 - 08:58 WIB
Laju IHSG akan Bergantung pada Data BPS
A
A
A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan terakhir pekan lalu ditutup melemah sangat signifikan. Indeks tercatat turun -1,84% dipicu oleh berita negatif dari luar dan dalam negeri.
GDP AS yang melemah-1% menjadi katalis negatif bagi bursa regional, di mana sebelumnya pasar mengekspektasikan perekonomian global akan pulih seiring dengan beberapa data makro ekonomi dari AS dan China yang pekan sebelumnya membaik.
Dari dalam negeri Bank Indonesia (BI) memprediksi peningkatan impor akan menyebabkan neraca perdagangan April 2014 akan mengalami defisit.
Gubernur BI, Agus Martowardojo, menjelaskan bahwa ada tekanan terhadap neraca perdagangan terkait persiapan jelang puasa dan Lebaran. Hari ini kami proyeksikan indeks masih akan berlanjut melemah. Kisaran support-resistance 4.850-4.910.
Pada perdagangan hari ini, pergerakan IHSG diperkirakan akan berada pada rentang support 4.871-4.888 dan resistance 4.900-4.938.
IHSG berpola Black marubozu sentuh middle bollinger band (MBB). MACD kembali turun dengan histogram negatif yang memanjang. RSI, Stochastic, dan William's %R berbalik turun.
"ÌHSG sempat melewati target resisten 4.993-4,997 namun, tidak bertahan lama menuju target support 4.950-4.972 seiring aksi profit taking masif," ungkap Kepala Riset Trust Securities, Reza Priyambada dalam risetnya, Jakarta, Senin (2/6/2014).
Menurut Reza, tentunya laju IHSG akan dipengaruhi oleh rilis data-data ekonomi, terutama dari dalam negeri yang akan dikeluarkan Badan Pusat Statistik (BPS). "Bila sesuai harapan laju IHSG akan mengalami rebound dan begitupun sebaliknya," paparnya, Senin (2/6/2014).
Pelemahan terbesar pada sektor aneka industri. Sedangkan sektor perdagangan menjadi satu-satunya sektor yang menguat. Investor asing melakukan net sell Rp 642,3 miliar. Indeks di bursa Wall Street pada perdagangan Jumat ditutup menguat tipis setelah data personal spending AS bulan April turun 0,1%, lebih buruk dibandingkan estimasi yang naik 0,2% dan dari bulan sebelumnya yang tumbuh 1%.
Sedangkan data personal income sesuai estimasi, tumbuh 0,3%. Data Michigan Sentiment untuk bulan Mei naik pada level 81,9, lebih baik dibandingkan estimasi 81,4.
GDP AS yang melemah-1% menjadi katalis negatif bagi bursa regional, di mana sebelumnya pasar mengekspektasikan perekonomian global akan pulih seiring dengan beberapa data makro ekonomi dari AS dan China yang pekan sebelumnya membaik.
Dari dalam negeri Bank Indonesia (BI) memprediksi peningkatan impor akan menyebabkan neraca perdagangan April 2014 akan mengalami defisit.
Gubernur BI, Agus Martowardojo, menjelaskan bahwa ada tekanan terhadap neraca perdagangan terkait persiapan jelang puasa dan Lebaran. Hari ini kami proyeksikan indeks masih akan berlanjut melemah. Kisaran support-resistance 4.850-4.910.
Pada perdagangan hari ini, pergerakan IHSG diperkirakan akan berada pada rentang support 4.871-4.888 dan resistance 4.900-4.938.
IHSG berpola Black marubozu sentuh middle bollinger band (MBB). MACD kembali turun dengan histogram negatif yang memanjang. RSI, Stochastic, dan William's %R berbalik turun.
"ÌHSG sempat melewati target resisten 4.993-4,997 namun, tidak bertahan lama menuju target support 4.950-4.972 seiring aksi profit taking masif," ungkap Kepala Riset Trust Securities, Reza Priyambada dalam risetnya, Jakarta, Senin (2/6/2014).
Menurut Reza, tentunya laju IHSG akan dipengaruhi oleh rilis data-data ekonomi, terutama dari dalam negeri yang akan dikeluarkan Badan Pusat Statistik (BPS). "Bila sesuai harapan laju IHSG akan mengalami rebound dan begitupun sebaliknya," paparnya, Senin (2/6/2014).
Pelemahan terbesar pada sektor aneka industri. Sedangkan sektor perdagangan menjadi satu-satunya sektor yang menguat. Investor asing melakukan net sell Rp 642,3 miliar. Indeks di bursa Wall Street pada perdagangan Jumat ditutup menguat tipis setelah data personal spending AS bulan April turun 0,1%, lebih buruk dibandingkan estimasi yang naik 0,2% dan dari bulan sebelumnya yang tumbuh 1%.
Sedangkan data personal income sesuai estimasi, tumbuh 0,3%. Data Michigan Sentiment untuk bulan Mei naik pada level 81,9, lebih baik dibandingkan estimasi 81,4.
(gpr)
Lihat Juga :