Eksplorasi Geothermal Masih Banyak Kendala

Rabu, 04 Juni 2014 - 12:28 WIB
Eksplorasi Geothermal...
Eksplorasi Geothermal Masih Banyak Kendala
A A A
JAKARTA - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melalui Direktorat Jenderal (Ditjen) Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) tengah berupaya mengembangkan potensi energi panas bumi (geothermal) sebagai sumber kelistrikan.

Namun, Direktur Panas Bumi, Ditjen EBTKE Kementerian ESDM Tisnaldi mengatakan, kegiatan eksplorasi panas bumi sebagai sumber energi pembangkit listrik, bukan perkara mudah meski ketersediaannya melimpah.

Menurut dia, tingginya biaya eksplorasi akibat tingginya risiko kegagalan dan sulitnya jangkauan lokasi tempat tersedianya sumber energi panas bumi, menjadi kendala utama sulitnya eksplorasi panas bumi.

"Kendala untuk panas bumi juga ada kendala risiko kegagalan pemborannya masih ada. Karena di panas bumi itu ngebor dua, sukses rasionya bisa cuma satu, jadi 50%," kata dia saat pembukaan acara The 3rd Indonesia EBTKE-ConEx 2014 di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, Rabu (4/6/2014).

Selain itu, kendala juga bisa menyangkut lokasi yang pada umumnya sulit dijangkau meski berada di daratan. Di mana, lokasi panas bumi banyak di area gunung yang infrastrukturnya belum tersedia.

"Sehingga investasi untuk infrastruktur cukup mahal. Kadang-kadang ada yang perlu membuat jalan 30 km lebih agar mereka bisa bawa rig buat ngebor. Jadi, butuh investasi yang tidak sedikit untuk infrastruktur," ujarnya.

Hal ini dikhawatirkan berdampak pada harga jual listrik nanti. Terlebih, diperlukan investasi dengan jumlah sedikitnya USD9 juta atau setara Rp100 miliar.

Kendati demikian, ketersediaan sumber energi dari panas bumi ini penting untuk direalisasikan. Karena, potensinya yang masih sangat besar, sehingga bisa mengurangi ketergantungan terhadap sumber-sumber energi berbasis fosil.

"Potensi (panas bumi) 28.000 mw, tapi yang baru dikembangkan 1.341 mw. Dengan forum ini selain transfer teknologi, sharing informasi, kita juga mengharapkan investor internasional bisa tertarik," pungkas dia.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Indonesia Punya Harta...
Indonesia Punya Harta Karun Energi Terbesar ke-2 Dunia, Tapi Baru Dipakai 9%
Skema Insentif Kompensasi...
Skema Insentif Kompensasi Eksplorasi Panas Bumi Disusun Demi Investasi
Garap Harta Karun Energi...
Garap Harta Karun Energi di Jantung Indonesia, PGE Buka Peluang Kemitraan Strategis
Berpengalaman Hampir...
Berpengalaman Hampir 50 Tahun, PGE Dapat Dukungan Jadi Induk BUMN Panas Bumi
Meneropong Tantangan...
Meneropong Tantangan Merger Anak Usaha Pertamina dan PLN dengan Geo Dipa
Indonesia Kuasai Cadangan...
Indonesia Kuasai Cadangan Geothermal Dunia, Tapi Pengelolaan Masih Minim
Berita Terkini
Tren Mobilitas Ramah...
Tren Mobilitas Ramah Lingkungan Meningkat, Pembiayaan Kendaraan Listrik MUF Melesat
37 menit yang lalu
Rupiah Amburadul Rp18...
Rupiah Amburadul Rp18 Ribu, Produk Rumah Tangga Unilever Bakal Naik Harga di Kuartal II 2026
45 menit yang lalu
Rupiah Terkapar, Dampaknya...
Rupiah Terkapar, Dampaknya Mulai Terasa ke Sektor Industri Nasional
1 jam yang lalu
PLN EPI, PLN Puslitbang...
PLN EPI, PLN Puslitbang dan ITERA Kolaborasi Kembangkan Tanaman Energi
2 jam yang lalu
Pelindo Sinergi Lokaseva...
Pelindo Sinergi Lokaseva Catat Kinerja Operasional Positif di Awal 2026
2 jam yang lalu
BRI Life Ungkap Peran...
BRI Life Ungkap Peran Mitra Stategis Selama 4 Dekade
3 jam yang lalu
Infografis
10 Negara Menaikkan...
10 Negara Menaikkan Harga BBM Akibat Perang AS-Iran, Banyak Tetangga RI
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved