Petani Desak Pemprov Surabaya Bentuk BPR Pertanian

Rabu, 04 Juni 2014 - 16:36 WIB
Petani Desak Pemprov...
Petani Desak Pemprov Surabaya Bentuk BPR Pertanian
A A A
SURABAYA - Sejumlah petani di Jawa Timur (Jatim) menuntut Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur (Jatim) untuk membentuk Bank Perkreditan Rakyat (BPR). Tuntutan ini menyusul sejumlah petani kesulitan modal untuk menggarap sawah.

Perwakilan petani yang juga Kepala Desa Kalimati, Kecamatan Tarik, Kabupaten Sidoarjo Yulien Irma Kartikasari mengatakan, keberadaan BPR Petanian sangat ditunggu masyarakat desa.

"Agar pertanian lebih maju, tentu butuh anggaran yang cukup besar. Nah, untuk mendapatkan modal tersebut, keberadaan BPR Pertanian harus dijadikan sebagai salah satu solusi," katanya di Surabaya, Rabu (4/6/2014).

Dia mencontohkan, lahan pertanian di desanya saja mencapai 142 hektare. Lahan itu dikerjakan ratusan kepala keluarga. Karena, kepala keluarga ini menggantungkan hidupnya di sektor pertanian.

Agar lahan yang ada tersebut dapat digarap dan difungsikan secara maksimal, sehingga hasil pertanian semakin meningkat. BPR Pertanian nantinya dapat memberikan fasilitan dan pinjaman lunak kepada para petani yang membutuhkan dana.

"Selama ini kalau tidak punya dana, para petani memilih membiarkan lahan yang dimiliki atau menjualnya kepada petani lain yang punya uang," jelasnya.

Menurutnya, terpenting keberadaan BPR Pertanian ini akan memerangi Bank Tithil yang salama ini bekerliaran ke petani. Terhitung sudah banyak petani yang bangkrut lantaran terjerat utang dengan Bank Tithil.

"Bagaimana tidak bangkrut, kalau keuntungan yang didapat dari hasil menggarap lahan pertanian ternyata tidak cukup untuk membayar utang. Ini kan sangat ironi. Makanya keberadaan BPR Pertanian mutlak diperlukan," jelas dia.

Sekretaris Desa Manyar, Kecamatan Sekaran, Kabupaten Lamongan Musyahidin Abdur Rohim mengatakan, keberadaan BPR tersebut akan menjadi salah satu solusi terhadap permasalahan yang dihadapi para petani, yakni terkait masalah modal.

Hanya saja, lanjut dia, agar keberadaan BPR Pertanian benar-benar dirasakan manfaatnya oleh para petani, Musyahidin berharap bunga pinjaman dibuat serendah mungkin. Selain itu, petani juga harus diberi kemudahan dalam hal agunan yang dijadikan jaminan.

"Sosialisasi terhadap para petani harus benar-benar digencarkan pemerintah, untuk memberikan penyadaran dan pemahaman bahwa keberadaan BPR Pertanian sangat dibutuhkan untuk melindungi para petani," terangnya.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Gelar Talkshow, BPR...
Gelar Talkshow, BPR Hasamitra Ajak Tangkap Peluang Pascapandemi
Tahun 2022, BPR Hasamitra...
Tahun 2022, BPR Hasamitra Target Kinerja Tumbuh Double Digit
Usung Konsep Community...
Usung Konsep Community Hub, Universal BPR Resmikan Kantor di Tangerang
Kembangkan Bisnis, Dua...
Kembangkan Bisnis, Dua Pendiri KoinWorks Akuisisi BPR
Dapat Kucuran Dana dari...
Dapat Kucuran Dana dari BJB, BPR Kredit Mandiri Berikan Layanan Prima
Gunakan Teknologi, Cara...
Gunakan Teknologi, Cara BPR Hadapi Era New Normal
Berita Terkini
Relevansi Jadi Kunci...
Relevansi Jadi Kunci Utama Membangun Kekuatan Merek di Era Digital
57 menit yang lalu
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
1 jam yang lalu
GAPKI Tegaskan Industri...
GAPKI Tegaskan Industri Sawit RI Terapkan Standar Keselamatan Kerja Berkelanjutan
1 jam yang lalu
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
2 jam yang lalu
Airlangga Bocorkan Lahan...
Airlangga Bocorkan Lahan BUMN di Bali Jadi Opsi Calon Lokasi PFII
2 jam yang lalu
Soal Pindar, KPPU Didorong...
Soal Pindar, KPPU Didorong Utamakan Tindakan Pencegahan
3 jam yang lalu
Infografis
Pemprov DKI Jakarta...
Pemprov DKI Jakarta Menggelar Car Free Day di Rasuna Said
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved