BI, OJK dan MA Siap Cegah Risiko Keuangan Sistematis

Kamis, 05 Juni 2014 - 14:28 WIB
BI, OJK dan MA Siap...
BI, OJK dan MA Siap Cegah Risiko Keuangan Sistematis
A A A
JAKARTA - Guna menggalakkan pencegahan risiko sistematis pada sistem keuangan, Bank Indonesia (BI) meyatakan perlu untuk melakukan diseminasi kebijakan kepada lembaga peradilan, khususnya Mahkamah Agung (MA).

Hal tersebut diutarakan Gubernur BI, Agus Martowardojo dalam acara penandatanganan Surat Keputusan Bersama tentang Kerja Sama Pelatihan Hakim di Bidang Kebanksentralan dan Sektor Jasa Keuangan.

Penandatanganan ini dilakukan oleh Agus Martowardojo, Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan OJK Muliaman D Hadad dan Ketua MA Muhammad Hatta Ali.

Menurut Agus, sejak awal 2014, BI lebih fokus pada upaya melakukan pencegahan risiko sistematis di sistem keuangan yang merupakan bagian dari fungsi pengawasan makroprudensial.

"Selain itu juga memitigasi risiko kredit dan pasar keuangan. Perumusannya membutuhkan diseminasi kebijakan. Kerja sama pelatihan hakim mendukung diseminasi tersebut," ucapnya di Jakarta, Kamis (5/6/2014).

Bentuk pelatihan dan temu wicara mengenai kebanksentralan ini, menurut Agus telah dilakukan BI dan MA sejak 12 tahun terakhir.

"Pelatihan ini tentunya memberikan manfaat besar bagi kedua lembaga negara. Dengan dialihkannya fungsi pengawasan ke OJK, perluasan kerja sama pelatihan hakim dengan melibatkan OJK sangat tepat," imbuhnya.

Dia mengungkapkan, BI sebagai otoritas moneter mengutamakan kebijakan yang bersifat preemptive. Namun, kebijakan ini tidak mudah untuk diterima dan dipahami masyarakat.

"Publik belum mampu menyerap informasi secara baik. Ada hal-hal yang bersifat strategis dan tidak mungkin dipublikasikan. Karena, akan melemahkan kebijakan itu sendiri," tutur dia.

Agus mengatakan, sejauh ini sisi ketahanan sistem keuangan dan stabilitas perekonomian Indonesia masih terjaga dengan baik.

"Tantangan perekonomian 2013 terbilang tidak mudah, namun situasi ini dapat dilewati dengan baik berikut dengan kebijakan yang kredibel. Meski banyak pengamat ekonomi yang tidak memahami bauran kebijakan," pungkasnya.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
OJK-BI Lanjutkan Sinergi...
OJK-BI Lanjutkan Sinergi Dorong Pertumbuhan Ekonomi di Sulsel
OJK Beberkan Kelemahan...
OJK Beberkan Kelemahan yang Menghambat Pertumbuhan Bank Syariah
OJK Beri Dua Stimulus...
OJK Beri Dua Stimulus Lanjutan Bagi Sektor Industri Keuangan Non Bank
Merger dan Akuisisi...
Merger dan Akuisisi Bank Digital Demi Memperkuat Permodalan
OJK Kumpulkan 15 Bank...
OJK Kumpulkan 15 Bank Minta Revisi RBB Lebih Optimistis
Indonesia Diambang Resesi,...
Indonesia Diambang Resesi, Pemerintah, BI, dan OJK Harus Solid
Berita Terkini
Tren Mobilitas Ramah...
Tren Mobilitas Ramah Lingkungan Meningkat, Pembiayaan Kendaraan Listrik MUF Melesat
5 jam yang lalu
Rupiah Amburadul Rp18...
Rupiah Amburadul Rp18 Ribu, Produk Rumah Tangga Unilever Bakal Naik Harga di Kuartal II 2026
5 jam yang lalu
Rupiah Terkapar, Dampaknya...
Rupiah Terkapar, Dampaknya Mulai Terasa ke Sektor Industri Nasional
5 jam yang lalu
PLN EPI, PLN Puslitbang...
PLN EPI, PLN Puslitbang dan ITERA Kolaborasi Kembangkan Tanaman Energi
6 jam yang lalu
Pelindo Sinergi Lokaseva...
Pelindo Sinergi Lokaseva Catat Kinerja Operasional Positif di Awal 2026
7 jam yang lalu
BRI Life Ungkap Peran...
BRI Life Ungkap Peran Mitra Stategis Selama 4 Dekade
7 jam yang lalu
Infografis
Piala Dunia 2026: Panggung...
Piala Dunia 2026: Panggung Terakhir Messi-Ronaldo dan Lahirnya Era Baru
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved