IHSG Berpeluang Reli Jika Didukung Aksi Beli
Jum'at, 06 Juni 2014 - 08:55 WIB
IHSG Berpeluang Reli Jika Didukung Aksi Beli
A
A
A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan akhir pekan ini diprediksi berpeluang reli di zona hijau, namun dengan kenaikan tipis. Kenaikan tersebut hanya berlanjut jika didukung aksi beli.
Kepala Riset Trust Securities Reza Priyambada mengatakan, doji star masih bertahan di middle bollinger band (MBB). MACD masih melandai dengan histogram negatif yang mendatar. RSI, Stochastic, dan William’s %R kembali masih tertahan kenaikannya.
IHSG kemarin sempat bergerak di bawah target support 4.915-4.925 dan berhasil ditutup di atas level tersebut. Masih rendahnya aksi beli membuat IHSG belum dapat naik signifikan.
“IHSG diperkirakan hanya akan naik tipis dan itupun dengan asumsi aksi beli dapat berlanjut. Jika tidak maka akan terjadi sebaliknya,“ kata dia dalam risetnya, Jumat (6/6/2014).
Dia memperkirakan, IHSG akan berada pada rentang support 4.900-4.925. Sementara resisten akan berada dalam kisaran 4.945-4.957.
Kemarin, dia menjelaskan, pergerakan IHSG terjadi penguatan di menit-menit terakhir. Padahal sepanjang sesi perdagangan, pergerakan IHSG lebih banyak menghabiskan waktu di zona merah meskipun sempat sebentar menyentuh zona hijau.
Pelemahan yang terjadi, menurut dia, merupakan kombinasi dari imbas pelemahan bursa saham Asia yang merespon negatif rilis data-data Tiongkok dan khawatir terhadap pertumbuhan ekonominya. Lalu, kembalinya asing mencatatkan nett sell.
Sepanjang perdagangan Kamis (5/6/2014), IHSG menyentuh level tertinggi 4.938,28 di awal sesi 1 dan menyentuh level terendah 4.912,89 di akhir sesi 1 dan berakhir di level 4.935,56.
Volume perdagangan dan nilai total transaksi turun. Investor asing mencatatkan nett sell dengan penurunan nilai transaksi beli dan transaksi jual. Investor domestik mencatatkan nett buy.
Kepala Riset Trust Securities Reza Priyambada mengatakan, doji star masih bertahan di middle bollinger band (MBB). MACD masih melandai dengan histogram negatif yang mendatar. RSI, Stochastic, dan William’s %R kembali masih tertahan kenaikannya.
IHSG kemarin sempat bergerak di bawah target support 4.915-4.925 dan berhasil ditutup di atas level tersebut. Masih rendahnya aksi beli membuat IHSG belum dapat naik signifikan.
“IHSG diperkirakan hanya akan naik tipis dan itupun dengan asumsi aksi beli dapat berlanjut. Jika tidak maka akan terjadi sebaliknya,“ kata dia dalam risetnya, Jumat (6/6/2014).
Dia memperkirakan, IHSG akan berada pada rentang support 4.900-4.925. Sementara resisten akan berada dalam kisaran 4.945-4.957.
Kemarin, dia menjelaskan, pergerakan IHSG terjadi penguatan di menit-menit terakhir. Padahal sepanjang sesi perdagangan, pergerakan IHSG lebih banyak menghabiskan waktu di zona merah meskipun sempat sebentar menyentuh zona hijau.
Pelemahan yang terjadi, menurut dia, merupakan kombinasi dari imbas pelemahan bursa saham Asia yang merespon negatif rilis data-data Tiongkok dan khawatir terhadap pertumbuhan ekonominya. Lalu, kembalinya asing mencatatkan nett sell.
Sepanjang perdagangan Kamis (5/6/2014), IHSG menyentuh level tertinggi 4.938,28 di awal sesi 1 dan menyentuh level terendah 4.912,89 di akhir sesi 1 dan berakhir di level 4.935,56.
Volume perdagangan dan nilai total transaksi turun. Investor asing mencatatkan nett sell dengan penurunan nilai transaksi beli dan transaksi jual. Investor domestik mencatatkan nett buy.
(rna)
Lihat Juga :