IHSG Awal Pekan Diprediksi Positif
Senin, 09 Juni 2014 - 08:42 WIB
IHSG Awal Pekan Diprediksi Positif
A
A
A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan berpotensi reli di zona hijau, dengan kenaikain tipis mengawali pekan ini.
Kepala Riset Trust Securities Reza Priyambada mengatakan, shooting star masih bertahan di middle bollinger band (MBB). MACD masih melandai dengan histogram negatif yang mendatar. RSI, Stochastic, dan William’s %R masih tertahan kenaikannya di sekitar area oversold.
IHSG pada perdagangan akhir pekan lalu sempat bergerak melewati target resisten 4.945-4.957, namun ditutup di bawah level tersebut. Sikap menahan diri cenderung mengurangi posisi para pelaku pasar membuat IHSG masih sulit untuk naik signifikan.
“IHSG pun diperkirakan kurang lebih tidak jauh beda dengan sebelumnya dimana hanya akan variatif cendrung mencoba kembali naik tipis. Tentunya dengan harapan aksi jual dapat berkurang,“ kata dia, Senin (9/6/2014).
Dia memproyeksi, IHSG hari ini akan bergerak dalam rentang support 4.900-4.930. Sedangkan resisten dalam kisaran 4.955-49.67.
Sentimen positif dari meningkatnya cadangan devisa Indonesia dan dibarengi dengan imbas penguatan bursa saham Asia setelah merespon pertemuan ECB memberikan sentimen positif bagi IHSG akhir pekan lalu. Begitu pun dengan asing yang sempat kembali mencatatkan nett buy meski akhirnya nett sell juga turut membantu naiknya IHSG.
Tetapi, imbas positif tersebut tidak membuat IHSG melonjak tajam karena juga diselingi dengan aksi jual seiring dengan masih adanya aksi menahan diri sebagian pelaku pasar terhadap sentimen yang ada, baik sentimen politik maupun sentimen jelang piala dunia, sehingga membuat IHSG sempat menyentuh zona merah.
“Beruntungnya laju pembukaan pasar saham Eropa masih melanjutkan kenaikannya dan rupiah yang berbalik naik, sehingga berimbas positif pada IHSG di akhir sesi akhir pekan lalu,“ ujarnya.
Sepanjang perdagangan akhir pekan lalu, IHSG menyentuh level tertinggi 4.958,43 di akhir sesi 1 dan menyentuh level terendah 4.928,90 jelang preclosing dan berakhir di level 4.937,18. Volume perdagangan dan nilai total transaksi naik. Investor asing mencatatkan nett sell dengan kenaikan nilai transaksi beli dan penurunan transaksi jual. Investor domestik mencatatkan nett buy.
Kepala Riset Trust Securities Reza Priyambada mengatakan, shooting star masih bertahan di middle bollinger band (MBB). MACD masih melandai dengan histogram negatif yang mendatar. RSI, Stochastic, dan William’s %R masih tertahan kenaikannya di sekitar area oversold.
IHSG pada perdagangan akhir pekan lalu sempat bergerak melewati target resisten 4.945-4.957, namun ditutup di bawah level tersebut. Sikap menahan diri cenderung mengurangi posisi para pelaku pasar membuat IHSG masih sulit untuk naik signifikan.
“IHSG pun diperkirakan kurang lebih tidak jauh beda dengan sebelumnya dimana hanya akan variatif cendrung mencoba kembali naik tipis. Tentunya dengan harapan aksi jual dapat berkurang,“ kata dia, Senin (9/6/2014).
Dia memproyeksi, IHSG hari ini akan bergerak dalam rentang support 4.900-4.930. Sedangkan resisten dalam kisaran 4.955-49.67.
Sentimen positif dari meningkatnya cadangan devisa Indonesia dan dibarengi dengan imbas penguatan bursa saham Asia setelah merespon pertemuan ECB memberikan sentimen positif bagi IHSG akhir pekan lalu. Begitu pun dengan asing yang sempat kembali mencatatkan nett buy meski akhirnya nett sell juga turut membantu naiknya IHSG.
Tetapi, imbas positif tersebut tidak membuat IHSG melonjak tajam karena juga diselingi dengan aksi jual seiring dengan masih adanya aksi menahan diri sebagian pelaku pasar terhadap sentimen yang ada, baik sentimen politik maupun sentimen jelang piala dunia, sehingga membuat IHSG sempat menyentuh zona merah.
“Beruntungnya laju pembukaan pasar saham Eropa masih melanjutkan kenaikannya dan rupiah yang berbalik naik, sehingga berimbas positif pada IHSG di akhir sesi akhir pekan lalu,“ ujarnya.
Sepanjang perdagangan akhir pekan lalu, IHSG menyentuh level tertinggi 4.958,43 di akhir sesi 1 dan menyentuh level terendah 4.928,90 jelang preclosing dan berakhir di level 4.937,18. Volume perdagangan dan nilai total transaksi naik. Investor asing mencatatkan nett sell dengan kenaikan nilai transaksi beli dan penurunan transaksi jual. Investor domestik mencatatkan nett buy.
(rna)
Lihat Juga :