Lindungi Konsumen, Produk Impor Wajib ber-SNI

Senin, 09 Juni 2014 - 17:16 WIB
Lindungi Konsumen, Produk...
Lindungi Konsumen, Produk Impor Wajib ber-SNI
A A A
SEMARANG - Jumlah penduduk Indonesia yang cukup banyak, menjadi pasar potensial. Pada saat dibukanya Masyarat Ekonomi ASEAN (MEA) 2015, diprediksi Indonesia bakal kebanjiran berbagai produk dari negara-negara ASEAN.

Karena itu, pemerintah Indonesia harus melindungi masyarkatnya dari serbuan berbagai produk dari luar, terutama produk yang tidak berkualitas dan membahayakan.

Plh Direktur Utama Sucofindo, Sukrin Hanan mengatakan, untuk melindungi masyarkat dari serbuan barang-barang luar, pemerintah harus menerapkan Standar Nasional Indonesia (SNI) bagi barang-barang impor.

Tidak semua barang dari negara-negara ASEAN bisa dengan mudah masuk ke Indonesia. Menurutnya, jika tanpa adanya stadarisasi, seperti saat ini semua barang baik berkualitas atau tidak, membahayakan atau tidak, akan bisa masuk dengan mudah.

Penerapan SNI, kata dia menjadi penting karena akan melindungi konsumen. "Pemerintah harus menerapkan Standar Nasional Indonesia (SNI) pada semua produk dari luar," katanya di Semarang, Senin (9/6/2014).

Di negara-negara maju, mereka memiliki standarisasi masing-masing. Sehingga, tidak semua produk bisa masuk, kalaupun masuk pasti sudah sesuai standar negara tersebut.

"Misalnya barang dari Cina yang dikirim ke Australia akan berbeda kualitasnya dengan barang yang dikirim ke Indonesia. Karena di Australia sudah menerapkan standar yang tinggi, sedangkan kita belum ada," jelasnya.

Sukrin mengaku, sebenarnya dari Sucofindo sudah melakukan pemeriksaan terhadap barang-barang yang akan di impor ke Indonesia. Namun, pemeriksaan hanya sebatas pada kondisi barang rusak atau tidak, belum sampai pada standara barang masuk karena belum ada regulasinya.

"Kami mendorong pemerintah untuk memberlakukan adanya standarisasi," ucapnya.

Vice President Sucofindo Harris Witjaksono menambahkan, dengan adanya standarisasi untuk produk impor maka, akan berimbas pada daya saing terhadap produk-produk lokal.

Namun, tidak hanya poduk impor yang ber-SNI, produk-produk lokal pun juga harus ber-SNI. Dia mengaku, Sucofindo sebagai perusahaan BUMN yang bergerak di bidang jasa tugas pengawasan dan sertifikasi juga memfasilitasi produk-produk lokal untuk dapat menembus pasar asing.

Karena, tantangan ke depan bagi produk-produk lokal adalah persaingan dengan produk asing. "Berkaitan sertifikasi untuk produk lokal, tidak hanya sertifikasi terhadap produk tetapi juga sistem dan juga sertifikasi tenaga kerja," pungkasnya.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Tak Keberatan, Pengusaha...
Tak Keberatan, Pengusaha Sebut Label SNI Jadi Jaminan Mutu Masker
Jamin Mutu Produk Industri,...
Jamin Mutu Produk Industri, Kemenperin Tingkatkan Penerapan SNI
Dukung SNI Produk Elektronika,...
Dukung SNI Produk Elektronika, Kemenperin Siapkan Lab Uji Modern
Mendag Zulhas: Produk...
Mendag Zulhas: Produk Tak Penuhi SNI Bisa Matikan Industri
Penyerahan Sertifikat...
Penyerahan Sertifikat SNI 8152:2015 kepada Tiga Pasar Rakyat
Langgar Aturan, 2,5...
Langgar Aturan, 2,5 Ton Garam Himalaya dan Ribuan Botol Minol Dimusnahkan
Berita Terkini
Pertamina Evaluasi Insiden...
Pertamina Evaluasi Insiden Mobil Tangki di Cianjur, Pasokan BBM Dipastikan Aman
16 menit yang lalu
Bertemu PM Modi, Prabowo...
Bertemu PM Modi, Prabowo Minta QRIS Segera Bisa Dipakai di India
30 menit yang lalu
Setelah 24 Tahun Vakum,...
Setelah 24 Tahun Vakum, Sumur LLA-5 PHE ONWJ Hasilkan Minyak 780 Barel per Hari
1 jam yang lalu
Pulihkan Harapan, Brantas...
Pulihkan Harapan, Brantas Abipraya Bersama PU Hadir dalam Penanganan Pascabencana di Sumatera
1 jam yang lalu
Hadirkan Teknologi Smart...
Hadirkan Teknologi Smart Ecosystem Compactplus, Produksi Lokal Berstandar Internasional
1 jam yang lalu
Purbaya dan Said Iqbal...
Purbaya dan Said Iqbal Mau Makan Siang Bareng Besok, Ada Apa?
1 jam yang lalu
Infografis
10 Jurusan Favorit BUMN,...
10 Jurusan Favorit BUMN, Anak Muda Wajib Tahu!
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved