Superblok Menggurita di Luar Jawa

Kamis, 12 Juni 2014 - 07:53 WIB
Superblok Menggurita...
Superblok Menggurita di Luar Jawa
A A A
JAKARTA - Pertumbuhan superblok terus terjadi dan tumbuh di berbagai daerah. Selain di Jakarta, perkembangan serupa juga terjadi di kota-kota besar lainnya, seperti Medan, Surabaya, Makassar, Manado, dan Bandung. Pembangunannya cukup agresif dengan konsumen juga semakin membludak.

Keberadaan superblok membuat kegiatan masyarakat menjadi lebih terpusat. Kemudian menciptakan sebuah lingkungan baru dengan fasilitas modern. Di sini fungsi hunian, pusat perbelanjaan, pusat pendidikan, hiburan, dan sebagainya bersatu dalam satu kawasan. Pembangunan properti superblok pun menjadi tren.

“Tapi yang harus diperhatikan adalah infrastruktur pendukung. Karena superblok ini menjadi beban baru. Masalah utamanya menimbulkan kemacetan,” ujar pengamat properti Panangian Simanungkalit.

Dia menyebutkan dalam pengembangan superblok, dibutuhkan setidaknya lahan seluas 3 hektare. Adapun masa pembangunan diperkirakan antara 5-10 tahun. Meski pertumbuhan di daerah lain sudah cukup tinggi, superblok tetap paling banyak dikembangkan di wilayah Jakarta dan sekitarnya.

“Karena masih banyak lahan potensial di Jakarta yang bisa disatukan. Ada yang di tengah kota atau di pinggir kota. Umumnya berkembang pada populasi masyarakat di atas satu juta jiwa,” kata Panangian.

CEO Lippo Homes Lippo Karawaci, Ivan Setiawan Budiono memandang, pengembangan superblok di kota-kota besar terutama akan mengarah ke lokasi-lokasi dengan harga tanah yang sudah tinggi. Lokasi tersebut, menurut dia, sangat potensial dikembangkan menjadi kawasan pusat bisnis. “Kondisinya bisa berjalan di tempattempat yang harga tanahnya sudah mahal dan susah didapatkannya,” ujarnya.

Dia menyebutkan, di samping Kota Jakarta, tren potensi pengembangan kawasan tersebut akan dimulai dari kota-kota besar, seperti Surabaya, Medan, dan Palembang. Sementara untuk kawasan timur Indonesia pertumbuhan kawasan Makassar dan Manado juga menjadi peluang bagi pengembangan kawasan terpadu. “Sekarang superblok sudah menjadi tren. Itu akan mulai dari kota besar terlebih dahulu,” imbuhnya.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pinhome Perluas Area...
Pinhome Perluas Area Operasional hingga Jawa Timur
Bersatu Sukses Group...
Bersatu Sukses Group Hadirkan Rumah Berkonsep Smart Digital
Srimaya Commercial,...
Srimaya Commercial, Ruang Usaha Ekonomis Pertama Persembahan Summarecon
PT Summarecon Agung...
PT Summarecon Agung Luncurkan Ruang Usaha Ekonomis di Karawang
Mau Kejar Emas ?, Atau...
Mau Kejar Emas ?, Atau Investasi di Sektor Properti
Ingin Bisnis Properti...
Ingin Bisnis Properti Tetap Jalan Saat Pandemi, Ikuti Lima Langkah Ini
Berita Terkini
Bangun Infrastruktur...
Bangun Infrastruktur Unggul, Brantas Abipraya Perkuat Kolaborasi Internal
20 menit yang lalu
Purbaya Tepis Isu Mundur...
Purbaya Tepis Isu Mundur dari Kursi Menkeu di Tengah Kejatuhan Rupiah Rp18.039
57 menit yang lalu
IHSG Berakhir Longsor...
IHSG Berakhir Longsor 1,70% ke Posisi 5.839, Ada 651 Saham Berjatuhan
1 jam yang lalu
Harga Avtur Makin Mahal,...
Harga Avtur Makin Mahal, Maskapai Raksasa AS Mendadak Batalkan 6 Rute Penerbangan!
1 jam yang lalu
BI Respons Rupiah Tembus...
BI Respons Rupiah Tembus Rp18.000, Samakan Nasib dengan Tetangga RI
4 jam yang lalu
Pemerintah Pastikan...
Pemerintah Pastikan Harga MinyaKita Naik, Ini Sebabnya
4 jam yang lalu
Infografis
Daftar Skuad Timnas...
Daftar Skuad Timnas Mesir di Piala Dunia 2026, Mohamed Salah Ujung Tombak
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved