IHSG Akhir Pekan Berpeluang Lanjutkan Koreksi
Jum'at, 13 Juni 2014 - 08:25 WIB
IHSG Akhir Pekan Berpeluang Lanjutkan Koreksi
A
A
A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan masih memiliki peluang kembali ke zona hijau asalkan didukung sentimen positif. Namun peluang melanjutkan koreksi juga terbuka jika tidak ada sentimen positif yang mendukung kenaikan IHSG di akhir perdagangan pekan ini.
Kepala Riset Trust Securities Reza Priyambada mengatakan, evening star di middle bollinger band (MBB). MACD bergerak mendatar dengan histogram negatif yang memanjang. RSI, Stochastic, dan William’s %R mulai berbalik turun di atas area oversold.
IHSG pada perdagangan kemarin bergerak di bawah kisaran target support 4.935-4.961 dan belum mampu kembali ke kisaran tersebut. Meski sempat melemah, namun sentimen positif sangat diharapkan agar IHSG dapat kembali ke zona hijaunya.
“Tetapi bila sentimen positif tersebut belum juga datang, maka IHSG berpeluang melanjutkan pelemahannya,“ kata dia dalam risetnya, Jumat (13/6/2014).
Dia memprediksi, IHSG hari ini akan bergerak pada rentang support 4.909-4.915. Sedangkan resistance diperkirakan akan berada pada kisaran 4.945-4.980.
Sementara laju IHSG kemarin lebih terpuruk dari sehari sebelumnya dan sepertinya juga IHSG memang sedang in the bad mood yang terlihat lebih banyak menghabiskan waktu sepanjang sesi perdagangan di zona merah. Bahkan rilis tetapnya level BI Rate, kata dia, juga tidak membuat IHSG mampu keluar dari zona negatifnya.
“Pelaku pasar memanfaatkan melemahnya laju bursa saham AS sebelumnya yang berimbas negatif pada laju bursa saham Asia, untuk melakukan aksi profit taking setelah sehari sebelumnya menguat,“ ujarnya.
Penguatan pada saham-saham industri dasar dan saham-saham lapis kedua lainnya belum cukup kuat menyokong IHSG ke zona hjau. Menurut dia, malah aksi jual yang terjadi terlalu lebay, di mana persentase pelemahan IHSG lebih besar dibandingkan laju bursa saham Asia lainnya.
Sepanjang perdagangan kemarin, IHSG menyentuh level tertinggi 4.695,88 di awal sesi 1 dan menyentuh level terendah 4.920,99 di mid sesi 2 dan berakhir di level 4934,41. Volume perdagangan dan nilai total transaksi naik. Investor asing mencatatkan nett sell dengan keniakan nilai transaksi beli dan transaksi jual. Investor domestik mencatatkan nett buy.
Kepala Riset Trust Securities Reza Priyambada mengatakan, evening star di middle bollinger band (MBB). MACD bergerak mendatar dengan histogram negatif yang memanjang. RSI, Stochastic, dan William’s %R mulai berbalik turun di atas area oversold.
IHSG pada perdagangan kemarin bergerak di bawah kisaran target support 4.935-4.961 dan belum mampu kembali ke kisaran tersebut. Meski sempat melemah, namun sentimen positif sangat diharapkan agar IHSG dapat kembali ke zona hijaunya.
“Tetapi bila sentimen positif tersebut belum juga datang, maka IHSG berpeluang melanjutkan pelemahannya,“ kata dia dalam risetnya, Jumat (13/6/2014).
Dia memprediksi, IHSG hari ini akan bergerak pada rentang support 4.909-4.915. Sedangkan resistance diperkirakan akan berada pada kisaran 4.945-4.980.
Sementara laju IHSG kemarin lebih terpuruk dari sehari sebelumnya dan sepertinya juga IHSG memang sedang in the bad mood yang terlihat lebih banyak menghabiskan waktu sepanjang sesi perdagangan di zona merah. Bahkan rilis tetapnya level BI Rate, kata dia, juga tidak membuat IHSG mampu keluar dari zona negatifnya.
“Pelaku pasar memanfaatkan melemahnya laju bursa saham AS sebelumnya yang berimbas negatif pada laju bursa saham Asia, untuk melakukan aksi profit taking setelah sehari sebelumnya menguat,“ ujarnya.
Penguatan pada saham-saham industri dasar dan saham-saham lapis kedua lainnya belum cukup kuat menyokong IHSG ke zona hjau. Menurut dia, malah aksi jual yang terjadi terlalu lebay, di mana persentase pelemahan IHSG lebih besar dibandingkan laju bursa saham Asia lainnya.
Sepanjang perdagangan kemarin, IHSG menyentuh level tertinggi 4.695,88 di awal sesi 1 dan menyentuh level terendah 4.920,99 di mid sesi 2 dan berakhir di level 4934,41. Volume perdagangan dan nilai total transaksi naik. Investor asing mencatatkan nett sell dengan keniakan nilai transaksi beli dan transaksi jual. Investor domestik mencatatkan nett buy.
(rna)
Lihat Juga :