Potensi Panas Bumi Jabar 21% dari Nasional

Senin, 16 Juni 2014 - 18:36 WIB
Potensi Panas Bumi Jabar...
Potensi Panas Bumi Jabar 21% dari Nasional
A A A
BANDUNG - Kepala Bidang Panas Bumi Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Provinsi Jawa Barat (Jabar) M Fadillah mengatakan, Jabar termasuk provinsi yang paling leading dalam pengelolaan dan pemanfaatan energi panas bumi.

"Bahkan Jabar masih menjadi percontohan bagi sejumlah daerah di Indonesia dalam hal pengelolaan dan pemanfaatan panas bumi. Ini tak terlepas dari bantuan perguruan tinggi yang ada di Jabar," ujar dia beberapa waktu lalu.

Fadillah mengatakan, potensi panas bumi Jabar diperkirakan sebesar 6.101 MW atau 21% dari potensi panas bumi nasional sebesar 29.000 MW.

"Dari potensi tersebut ada 49 manifestasi. Meskipun yang sudah terpasang baru 1.075 MW atau 17,62%. Yang eksisting baru 13 WKP. Tahun ini kami targetkan 1.155 MW yang terpasang dan pada 2018 ditargetkan ada penambahan mencapai
1.369 MW," terangnya.

Menurutnya, dana bagi hasil dari tiga Wilayah Kerja Pertambangan (WKP) yang diterima daerah dari bisnis panas bumi pada 2013 mengalami penurunan.

"Pada 2013 dana bagi hasil sebesar Rp88 miliar. Padahal pada 2012 sebesar Rp120 miliar. Penurunan penerimaan dana bagi hasil ini disebabkan oleh aktivitas produksi yang mengalami gangguan, sehingga bedampak terhadap penjualan dan pendapatan," jelas dia.

General Manager Policy, Government, & Public Affair Chevron Geothermal Indonesia Ltd, Paul Mustakim mengatakan, pihaknya sudah menggelontorkan dana investasi lebih dari USD1 miliar untuk kegiatan panas bumi di Gunung Salak dan Darajat.

"Chevron berupaya untuk membantu pemanfaatan potensi panas bumi di Indonesia. Saat ini kami baru mengoperasikan pengembangan energi panas bumi dengan total kapasitas 647 MW," kata Fadillah.

Pihaknya telah mengoperasikan 1.341 MW dari potensi 14.000 MW atau baru 4%. "Padahal peningkatan kebutuhan energi setiap tahun tumbuh 7%. Diprediksi pada 2050 kebijakan ekonomi nasional, kontribusi energi terbarukan mencari 31%, sedangkan saat ini baru 11,51%," pungkasnya.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Indonesia Punya Harta...
Indonesia Punya Harta Karun Energi Terbesar ke-2 Dunia, Tapi Baru Dipakai 9%
Skema Insentif Kompensasi...
Skema Insentif Kompensasi Eksplorasi Panas Bumi Disusun Demi Investasi
Garap Harta Karun Energi...
Garap Harta Karun Energi di Jantung Indonesia, PGE Buka Peluang Kemitraan Strategis
Berpengalaman Hampir...
Berpengalaman Hampir 50 Tahun, PGE Dapat Dukungan Jadi Induk BUMN Panas Bumi
Meneropong Tantangan...
Meneropong Tantangan Merger Anak Usaha Pertamina dan PLN dengan Geo Dipa
Indonesia Kuasai Cadangan...
Indonesia Kuasai Cadangan Geothermal Dunia, Tapi Pengelolaan Masih Minim
Berita Terkini
Harga Emas Antam Naik...
Harga Emas Antam Naik Rp11.000 per Gram, Ini Rincian Lengkapnya
21 menit yang lalu
IHSG Pagi Ini Dibuka...
IHSG Pagi Ini Dibuka Hijau Sesaat, Lalu Ambruk Lebih dari 1%
1 jam yang lalu
Dirut BRI Hery Gunardi:...
Dirut BRI Hery Gunardi: Adopsi AI Jadi Kunci Perbankan Pertahankan Nasabah
1 jam yang lalu
Kebijakan Tambang RI...
Kebijakan Tambang RI Berubah-ubah, Investor China Mulai Alihkan Investasi Nikel ke Afrika
2 jam yang lalu
Saatnya Bayar Tagihan...
Saatnya Bayar Tagihan PBB-P2, Ada Diskon 7,5% hingga 31 Juli 2026
2 jam yang lalu
Barat Remehkan Blokade...
Barat Remehkan Blokade Selat Hormuz, Pasokan Minyak Dunia di Titik Kritis
3 jam yang lalu
Infografis
7 Universitas Islam...
7 Universitas Islam Negeri Terbaik Masuk Top 100 Nasional Webometrics 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved