Harga Minyak dan Emas Dunia Reli

Minggu, 22 Juni 2014 - 17:58 WIB
Harga Minyak dan Emas...
Harga Minyak dan Emas Dunia Reli
A A A
LONDON - Harga minyak mentah dan emas di perdagangan dunia dalam sepekan reli panjang, terpengaruh meningkatnya kekerasan di Irak, melemahnya dolar AS (USD) dan prospek pertumbuhan di China.

Harga Minyak

Minyak Brent North Sea mencapai puncak dalam 9 bulan karena para dealer memantau konflik sektarian yang berlangsung di salah satu eksportir terbesar di dunia, Irak.

"Keuntungan Dominan pekan ini berasal dari pengepungan yang sedang berlangsung dari kilang minyak terbesar Irak, Baiji," kata Dorian Lucas, analis konsultan energi Inenco, dilansir dari Arab Times, Minggu (22/6/2014).

"Sejauh ini keuntungan minyak mentah Brent didasarkan sekitar sentimen pasokan minyak dari produsen terbesar kedua OPEC mungkin terganggu. Bahkan, dengan pengepungan kilang minyak Baiji, ada pasokan ekspor terganggu. Karena fasilitas ini digunakan untuk produksi konsumsi domestik," jelasnya.

Pada Kamis (19/6/2014), Brent mencapai USD115,71 per barel, titik tertinggi sejak September 2013. Brent adalah patokan untuk harga minyak mentah Timur Tengah.

Krisis Irak telah mengguncang pasar minyak dunia karena negara itu adalah produsen terbesar kedua di Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC). Irak memiliki lebih dari 11% sumber daya dunia dan menghasilkan 3,4 juta barel per hari.

Pada Jumat (20/6/2014), di London Intercontinental Exchange, minyak mentah Brent North Sea untuk pengiriman Agustus berada pada angka USD114,66 per barel, dibandingkan dengan USD113,29 untuk kontrak Juli, pada satu pekan sebelumnya.

Sementara di New York Mercantile Exchange, minyak West Texas Intermediate (WTI) atau minyak mentah light sweet untuk pengiriman Juli, naik menjadi USD107,13 per barel, dibandingkan USD106,64 sepekan sebelumnya.

Harga Emas


Emas juga mengalami reli panjang selama sepekan atas kekhawatiran investor terhadap Irak, dan menarik perak ke angka tertinggi dalam tiga bulan sebesar USD20,98 per ons. Sementara
Emas mencapai puncak dalam dua bulan di angka USD1,322.41 per ons, Kamis (19/6/2014).
Logam mulia diuntungkan karena USD melemah terhadap mata uang lain, mendorong permintaan untuk komoditas yang dijual dalam mata uang AS.

USD jatuh setelah Ketua Federal Reserve (The Fed) Janet Yellen mengatakan ekonomi AS melemah setelah terjadi kontraksi pada kuartal pertama.

Pada Jumat (20/6/2014), harga emas di London’s Intercontinental Exchange naik menjadi USD1.312,50 per ons dari USD1.273 sepekan sebelumnya. Perak meningkat menjadi USD20,62 per ons dari USD19,58.

Di Perdagangan Platinum dan Palladium London, platinum naik menjadi USD1.456 per ons dari USD1.437 per ons. Palladium tumbuh USD829 per ons dari USD816.

Data di China, ekonomi terbesar kedua di dunia setelah Amerika Serikat, kebutuhan pasokan komoditas, khususnya logam mengalami pertumbuhan besar.

Tiga bulan, aluminium meningkat menjadi USD1.894 per ton dari USD1,841.50.
Tiga bulan, memimpin tumbuh menjadi USD2.146 per ton dari USD2.080.
Tiga bulan, timah naik menjadi USD22.650 per ton dari USD22.600.
Tiga bulan, nikel naik ke USD18.523 per ton dari USD18.087.
Tiga bulan, seng melonjak menjadi USD2,172.25 per ton dari USD2.083.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Tumbuh 173%, Komoditas...
Tumbuh 173%, Komoditas Minyak Mentah Jadi Primadona di 2021
5 Komoditas Global yang...
5 Komoditas Global yang Perlu Dipantau Pekan Ini, Harga Minyak Paling Mencemaskan
Ramalan Goldman Sachs:...
Ramalan Goldman Sachs: Harga Emas Bakal Sentuh USD4.900 di 2026
Stok Seret Bikin Harga...
Stok Seret Bikin Harga Minyak Mentah Dunia Terkerek Naik
Amerika Buka Pembatasan,...
Amerika Buka Pembatasan, Harga Minyak Akan Terus Naik
Harga Minyak Mentah...
Harga Minyak Mentah Dunia Melayang Dekati Posisi USD70 Per Barel
Berita Terkini
Pupuk Kaltim Dukung...
Pupuk Kaltim Dukung Pengembangan SDM melalui Olahraga
24 menit yang lalu
Pimpin BGN, Sudaryono...
Pimpin BGN, Sudaryono Lepas Jabatan Wakil Menteri Pertanian
31 menit yang lalu
Gejolak Global Meningkat,...
Gejolak Global Meningkat, Gubernur BI Prediksi Ekonomi Indonesia 2026 Tumbuh 4,9-5,7%
54 menit yang lalu
Prudential Indonesia...
Prudential Indonesia Catat 10 Tahun Beruntun dengan Jumlah MDRT Terbanyak di RI
1 jam yang lalu
Tok! BI Tahan Suku Bunga...
Tok! BI Tahan Suku Bunga Acuan Juli 2026 di level 5,75 Persen
1 jam yang lalu
Contek Dubai, Airlangga...
Contek Dubai, Airlangga Sebut Pusat Financial Berada di Zona Ekonomi Khusus
2 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Jalan...
10 Negara dengan Jalan Terbaik di Dunia, Juaranya Tetangga Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved