Wall Street Berakhir Reli Melemah

Rabu, 25 Juni 2014 - 08:52 WIB
Wall Street Berakhir...
Wall Street Berakhir Reli Melemah
A A A
NEW YORK - Indeks saham di bursa Wall Street pada perdagangan Selasa waktu setempat berakhir reli melemah dipicu memudarnya antusiasme data ekonomi Amerika Serikat (AS) dan kekhawatiran meningkatnya ketegangan di Irak, sehingga mendorong investor untuk mengambil untung.

Sementara tanda-tanda terbaru menunjukkan membaiknya kondisi ekonomi, kepercayaan konsumen pada Juni melonjak lebih dari ekspektasi, sementara penjualan rumah baru pada bulan Mei naik lebih dari yang diperkirakan. Data tersebut menunjukkan bahwa perekonomian telah kembali kepada momentumnya setelah mengalami musim dingin yang ekstrim.

Namun pelemahan di bursa terjadi pada sore hari di tengah kekhawatiran tentang eskalasi konflik di Irak. Menteri Luar Negeri AS John Kerry mendesak para pemimpin wilayah otonomi Kurdi Irak bersama dengan pemimpin di Baghdad untuk menghadapi serangan pemberontak Sunni yang mengancam negeri tersebut.

"Iraq mungkin mendapatkan fokus yang lebih dari apa pun. Pasar saham naik sejak 12 Juni 2014, sehingga saya tidak terkejut melihat sedikit pembalikan arah," kata Managing Director Wedbush Management LLC Ekuitas Stephen Massocca seperti dilansir Reuters, Rabu (25/6/2014).

Pelemahan ini menyebabkan penurunan terbesar pada indeks Dow Jones dalam lebih dari sebulan. Sementara indeks S&P 500 meski sempat naik ke level 1.968,17, namun akhirnya berbalik melemah di akhir sesi siang.

Adapun indeks Dow Jones Industrial Average (DJI) turun 119,13 poin atau 0,7% menjadi 16.818,13; indeks S&P 500 (SPX) susut 12,63 poin atau 0,64% menjadi 1.949,98 dan Nasdaq Composite (IXIC) turun 18,32 poin atau 0,42% menjadi 4.350,36.

Volume perdagangan yang terjadi di pasar minim, dengan 5,69 miliar saham yang diperdagangkan di bursa AS. Angka tersebut sedikit di atas rata-rata bulan ini sebanyak 5,61 miliar saham.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Wall Street Terdongkrak...
Wall Street Terdongkrak Diterpa Optimisme Pengembangan Vaksin Corona
Wall Street Berbalik...
Wall Street Berbalik Jatuh di Tengah Ancaman Trump Tutup Facebook dan Twitter
Wall Street Mixed Saat...
Wall Street Mixed Saat Dow dan S&P 500 Jatuh Dibayangi Kasus Baru Covid-19
Wall Street Turun Tajam...
Wall Street Turun Tajam Dihantam Aksi Jual Saham Teknologi
Microsoft Pikir-pikir...
Microsoft Pikir-pikir Beli TikTok Bikin Nasdaq Cetak Rekor, Wall Street Rebound
Wall Street Lebih Tinggi...
Wall Street Lebih Tinggi di Tengah Ancang-ancang Stimulus USD1 Triliun Gedung Putih
Berita Terkini
HUT ke-14, JustMarkets...
HUT ke-14, JustMarkets Bagi-bagi Emas Batangan dan Total Hadiah USD50.000+
1 jam yang lalu
10 Rute Penerbangan...
10 Rute Penerbangan Internasional Tersibuk di Dunia, Jakarta-Singapura Masuk Daftar
1 jam yang lalu
PT IIM Buktikan Konsistensi...
PT IIM Buktikan Konsistensi Kinerja Historis dan Dampak Sosial di Tengah Volatilitas Pasar
11 jam yang lalu
Membaca Pola Pelemahan...
Membaca Pola Pelemahan Rupiah, DEN Prediksi Kurs Melandai pada Juli 2026
11 jam yang lalu
Bukan Sekadar Digitalisasi,...
Bukan Sekadar Digitalisasi, Kini Operasional Bisnis Harus Otonom
12 jam yang lalu
Pengembangan Bioenergi...
Pengembangan Bioenergi Berpotensi Serap 150 Ribu Tenaga Kerja
12 jam yang lalu
Infografis
Setelah Perang Berakhir,...
Setelah Perang Berakhir, AS: Palestina Harus Memerintah Gaza
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved