Sektor saham Ini Naik di Ramadan
Selasa, 01 Juli 2014 - 15:38 WIB
Sektor saham Ini Naik di Ramadan
A
A
A
JAKARTA - Indeks Harga saham Gabungan (IHSG) pada sepanjang Ramadan tahun ini diprediksi berpotensi positif didukung sejumlah sentimen baik di pasar. Saham konsumer, industri dasar dan perdagangan akan kembali naik.
Sekretaris Umum Forum Komunikasi Certified Securities Analyst (CSA) Reza Priyambada mengatakan, IHSG tahun ini bisa kembali positif degan beberapa asumsi, diantaranya stabilnya harga barang di pasar, sehingga laju inflasi menjadi stabil dan nilai kurs rupiah yang tidak terlalu fluktuatif.
"Tidak terkontaminasinya pasar yang berujung pada pelemahan karena sentimen dari Piala Dunia dan hasil pemilihan umum presiden nantinya serta tidak terlalu paniknya pelaku pasar menanggapi sentimen yang ada," kata dia dalam risetnya, Selasa (1/7/2014).
Reza menjelaskan, pergerakan IHSG dalam kurun waktu 5 tahun terakhir hanya dua kali mengalami pelemahan di Ramadan, yakni pada 2011 dan 2012.
Pada Ramadan 2011, IHSG terkoreksi 8,93% dan pada Ramadan 2012, IHSG anjlok 17,89%. Sedangkan pada Ramadan 2009, IHSG naik 6,27%; pada Ramadan 2010, IHSG menguat 6,44%; dan pada Ramadan 2013, IHSG terkerek 3,62%.
"Sepanjang pergerakan 5 tahun tersebut, tercatat sektor consumer goods mampu secara konsisten memberikan kenaikan. Hal ini tidak terlepas dari beredarnya ekspektasi bahwa sepanjang Ramadan terjadi peningkatan permintaan makanan dan minuman," tutur dia.
Di sisi lain, peningkatan tersebut juga terjadi pada barang-barang kebutuhan konsumsi non-makanan minuman, antara lain perawatan tubuh dan kesehatan.
Tahun ini, kata dia, masih ada potensi bagi saham-saham konsumer kembali mengalami kenaikan dengan asumsi masih terjaganya daya beli masyarakat, tidak terjadi lonjakan harga, tidak adanya sentimen negatif yang membuat pasar saham rontok secara keseluruhan, dan kemungkinan terjadinya peningkatan volume penjualan para emiten-emiten konsumer.
Selanjutnya, pelaku pasar dapat kembali meningkatkan bobot portofolionya pada saham-saham yang bergerak di bidang konsumer dan saham-saham lainnnya yang banya maupun sedikit berhubungan dengan bulan puasa.
Saham itu, antara lain sektor industri dasar melalui saham-saham makanan olahan, sektor perdagangan dengan saham-saham ritelnya, dan lainnya.
Sekretaris Umum Forum Komunikasi Certified Securities Analyst (CSA) Reza Priyambada mengatakan, IHSG tahun ini bisa kembali positif degan beberapa asumsi, diantaranya stabilnya harga barang di pasar, sehingga laju inflasi menjadi stabil dan nilai kurs rupiah yang tidak terlalu fluktuatif.
"Tidak terkontaminasinya pasar yang berujung pada pelemahan karena sentimen dari Piala Dunia dan hasil pemilihan umum presiden nantinya serta tidak terlalu paniknya pelaku pasar menanggapi sentimen yang ada," kata dia dalam risetnya, Selasa (1/7/2014).
Reza menjelaskan, pergerakan IHSG dalam kurun waktu 5 tahun terakhir hanya dua kali mengalami pelemahan di Ramadan, yakni pada 2011 dan 2012.
Pada Ramadan 2011, IHSG terkoreksi 8,93% dan pada Ramadan 2012, IHSG anjlok 17,89%. Sedangkan pada Ramadan 2009, IHSG naik 6,27%; pada Ramadan 2010, IHSG menguat 6,44%; dan pada Ramadan 2013, IHSG terkerek 3,62%.
"Sepanjang pergerakan 5 tahun tersebut, tercatat sektor consumer goods mampu secara konsisten memberikan kenaikan. Hal ini tidak terlepas dari beredarnya ekspektasi bahwa sepanjang Ramadan terjadi peningkatan permintaan makanan dan minuman," tutur dia.
Di sisi lain, peningkatan tersebut juga terjadi pada barang-barang kebutuhan konsumsi non-makanan minuman, antara lain perawatan tubuh dan kesehatan.
Tahun ini, kata dia, masih ada potensi bagi saham-saham konsumer kembali mengalami kenaikan dengan asumsi masih terjaganya daya beli masyarakat, tidak terjadi lonjakan harga, tidak adanya sentimen negatif yang membuat pasar saham rontok secara keseluruhan, dan kemungkinan terjadinya peningkatan volume penjualan para emiten-emiten konsumer.
Selanjutnya, pelaku pasar dapat kembali meningkatkan bobot portofolionya pada saham-saham yang bergerak di bidang konsumer dan saham-saham lainnnya yang banya maupun sedikit berhubungan dengan bulan puasa.
Saham itu, antara lain sektor industri dasar melalui saham-saham makanan olahan, sektor perdagangan dengan saham-saham ritelnya, dan lainnya.
(rna)
Lihat Juga :