Gambar Seram Dinilai Akan Menekan Jumlah Perokok

Rabu, 02 Juli 2014 - 16:44 WIB
Gambar Seram Dinilai...
Gambar Seram Dinilai Akan Menekan Jumlah Perokok
A A A
JAKARTA - Berbagai macam upaya dilakukan pemerintah untuk menekan jumlah perokok di Indonesia. Dilematis, jumlah perokok dengan nasib petani tembakau dan produsen rokok menjadi alasan kebijakan seputar rokok ini alot.

Terobosan kali ini dilakukan dengan menampilkan gambar seram di bungkus rokok. Gambar tersebut seperti gambar kanker mulut sebagai dampak yang diharapkan akan ditakuti perokok.

Namun, banyak pihak yang pesimis gambar seram tak akan efektif menakut-nakuti para pecandu. Namun, Dosen Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI) Bambang Wispriono, kebijakan gambar seram pada bungkus rokok setidaknya akan menekan jumlah perokok.

"Setidaknya jumlahnya akan ditekan, ini sudah dilakukan di Thailand, Filipina, dan lainnya. Kami juga tetap mendorong FCTC diratifikasi," ungkap Mantan Dekan FKM UI tersebut baru-baru ini.

Bambang menilai, sasaran utama dari gambar seram tersebut perokok pemula sebagai efek pencegahan sebelum merokok. Selain itu, kata dia, gambar seram juga akan melindungi para perokok pasif, ibu hamil, dan anak-anak dari perokok aktif.

"Bahwa kita mendidik para pecadu rokok bahwa merokok itu meracuni diri sendiri dan orang lain, memang yang masih takut-takut adalah perokok pemula, gambar seram tersebut akan efektif bagi mereka," terangnya.

Dia mengklaim bahwa Kementerian Kesehatan (Kemenkes) juga merespon positif terkait rekomendasi gambar-gambar seram itu. Bambang menegaskan payung hukum berupa Peraturan Pemerintah (PP) tentang pengendalian rokok juga sudah jelas, sehingga tak bisa ditentang oleh produsen rokok.

"Promkes Kemenkes sejauh ini positif, dan memang segera dan sudah dilaksanakan seharusnya terkait gambar seram tersebut. Kalau produsen masih menentang itu berarti melanggar peraturan," pungkasnya.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pakar Paparkan Sains...
Pakar Paparkan Sains dan Teknologi di Balik Tembakau Inovatif Bebas Asap
Siasat Produsen Rokok...
Siasat Produsen Rokok Hadapi Pelemahan Daya Beli
Foom Berupaya Bantu...
Foom Berupaya Bantu Perokok Beralih ke Cara yang Lebih Aman
Pelaku IHT Duga Ada...
Pelaku IHT Duga Ada Tekanan Pihak Tertentu Soal Kenaikan Cukai Rokok
Pemerintah Diminta Lindungi...
Pemerintah Diminta Lindungi Industri Rokok Klembak Menyan
Menelisik Fenomena Rokok...
Menelisik Fenomena Rokok Ilegal
Berita Terkini
Garuda Terapkan Bagasi...
Garuda Terapkan Bagasi Piece Concept, Bawaan Penumpang Bisa hingga 64 Kg
48 menit yang lalu
Selat Hormuz Kembali...
Selat Hormuz Kembali Ditutup Total, Siap-siap Harga Minyak Bisa Meroket
1 jam yang lalu
Bandara Banda Neira...
Bandara Banda Neira Bakal Dibangun Ulang, Pesawat Kapasitas Besar Bisa Mendarat
3 jam yang lalu
Bank Sentral Global...
Bank Sentral Global Kompak Borong Emas, Hapus Ketergantungan Dolar AS
4 jam yang lalu
Modi Incar Harta Karun...
Modi Incar Harta Karun Terlarang Australia demi Terangi Negaranya
6 jam yang lalu
Sucofindo Catatkan Laba...
Sucofindo Catatkan Laba Bersih 100,7% dari Target RKAP 2025
7 jam yang lalu
Infografis
Negara NATO Ini Klaim...
Negara NATO Ini Klaim akan Diinvasi Rusia dalam Beberapa Tahun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved