Wall Street Berakhir Variatif Dipicu Pernyataan Yellen

Rabu, 16 Juli 2014 - 09:03 WIB
Wall Street Berakhir...
Wall Street Berakhir Variatif Dipicu Pernyataan Yellen
A A A
NEW YORK - Indeks saham di Wall Street pada perdagangan Selasa waktu setempat berakhir variatif dipicu pernyataan Gubernur Federal Reserve (The Fed) Janet Yellen terkait valuasi saham perusahaan.

Dalam laporan kebijakan moneternya, Yellen mengatakan bahwa valuasi saham perusahaan berkapitalisasi kecil, media sosial dan bioteknologi meregang

Indeks berkapitalisasi kecil, The Russell 2000 turun 1% dan ETF global X Social Media tergelincir 1,1%. Sementara saham Facebook anjlok 1,1% menjadi USD67,17 dan saham Twitter Inc turun 1,1% menjadi USD37,88.

"Ini adalah sub-industri yang telah menyebabkan banyak analis saham bingung. Melihat beberapa hal ini, dan mencoba mencari tahu berapa nilai saham mereka, rasanya seperti Internet bubble pada 2000 terulang lagi," kata analis ekuitas senior Fort Pitt Capital Group Kim Forrest seperti dilansir Reuters, Rabu (16/7/2014).

Saham BlackBerry yang terdaftar di AS anjlok 4% menjadi USD10,85 menyusul berita bahwa International Business Machines Corp akan bermitra secara eksklusif dengan Apple Inc untuk menjual iPhone dan iPads.

Indeks Dow Jones Industrial Average ditutup naik 5,26 poin atau 0,03% menjadi 17.060,68. Posisi ini tidak jauh dari rekor tertinggi penutupan 17.068,26 pada tanggal 3 Juli lalu.

Sementara indeks S&P 500 tergelincir 3,82 poin atau 0,19% ke 1.973,28, sekitar 12 poin di bawah rekor tertinggi penutupan 1.985,44 pada 3 Juli dan Nasdaq Composite turun 24,03 poin atau 0,54% menjadi ditutup pada 4.416,39.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Wall Street Terdongkrak...
Wall Street Terdongkrak Diterpa Optimisme Pengembangan Vaksin Corona
Wall Street Berbalik...
Wall Street Berbalik Jatuh di Tengah Ancaman Trump Tutup Facebook dan Twitter
Wall Street Bangkit...
Wall Street Bangkit Ditopang Dua Raksasa Teknologi
Ditopang Saham-saham...
Ditopang Saham-saham Bank, Wall Street Dibuka Naik
Wall Street Turun Tajam...
Wall Street Turun Tajam Dihantam Aksi Jual Saham Teknologi
Wall Street Mixed Saat...
Wall Street Mixed Saat Dow dan S&P 500 Jatuh Dibayangi Kasus Baru Covid-19
Berita Terkini
Babinsa Awasi Pajak...
Babinsa Awasi Pajak Bisa Picu Persepsi Negatif, DPR: Jangan Sampai Dianggap Mata-mata
11 menit yang lalu
Redam Perang Dagang...
Redam Perang Dagang dengan AS, China Usul Pangkas Tarif Rp535 triliun
3 jam yang lalu
Tarif 3 Jalan Tol Berpotensi...
Tarif 3 Jalan Tol Berpotensi Naik Tahun Ini, Semuanya di Pulau Jawa
5 jam yang lalu
PLN EPI Bidik Pasar...
PLN EPI Bidik Pasar Hidrogen Hijau untuk Industri dan Penerbangan
6 jam yang lalu
Hasil Panen Raya, Bulog...
Hasil Panen Raya, Bulog Pede Capai Target Pengadaan 4 Juta Ton Beras
7 jam yang lalu
Borong 20 Pesawat Boeing...
Borong 20 Pesawat Boeing Rp126 T, Taipan Filipina Selamatkan Maskapai Nasional dari Kebangkrutan
9 jam yang lalu
Infografis
3 Keuntungan Rusia Jika...
3 Keuntungan Rusia Jika Perang Melawan Ukraina Berakhir
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved