Bank Ina Bukukan Pertumbuhan Laba 553,5%

Rabu, 16 Juli 2014 - 15:24 WIB
Bank Ina Bukukan Pertumbuhan...
Bank Ina Bukukan Pertumbuhan Laba 553,5%
A A A
JAKARTA - PT Bank Ina Perdana Tbk (BINA) sepanjang semester II tahun ini membukukan laba tahun berjalan setelah pajak bersih Rp7,45 miliar atau melesat signifikan mencapai 553,51% dibanding periode yang sama tahun lalu Rp1,14 miliar.

Dalam laporan keuangan yang dipublikasikan perseroan, Rabu (16/7/2014), pertumbuhan laba tersebut didukung naiknya pendapatan bunga bersih sekitar 36,03% menjadi Rp35,34 miliar dari semester I tahun lalu Rp25,98 miliar.

Pendapatan bunga bersih tersebut berasal dari pendapatan bunga dalam denominasi rupiah sebesar Rp83,37 miliar, naik dibanding periode yang sama tahun lalu Rp68,6 miliar. Namun pendapatan bunga terpangkas beban bunga Rp48,03 miliar, turun dibanding akhir Juni 2013 senilai Rp42,62 miliar.

Laba bersih per saham perseroan pada semester I tahun ini melonjak menjadi Rp3,62 per saham dibanding periode yang sama tahun lalu Rp0,83 per saham.

Sementara total aset perusahaan hingga akhir Juni tercatat Rp1,67 triliun, dengan total utang Rp1,38 triliun. Angka itu meningkat dibanding akhir Desember tahun lalu, di mana aset Bank Ina sebesar Rp1,4 triliun, dengan total utang Rp1,23 triliun.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Bank Victoria bersama...
Bank Victoria bersama 7 Bank Lainnya Berikan Pembiayaan Sindikasi pada PT Sulfindo Adiusaha
RUPSLB Bank Ina Perdana...
RUPSLB Bank Ina Perdana Putuskan Rombak Susunan Direksi
Pemegang Saham Setujui...
Pemegang Saham Setujui Right Issue Bank Ina Perdana
Pengumuman! KB Bank...
Pengumuman! KB Bank Resmi Ganti Nama Perusahaan Jadi PT Bank KB Indonesia Tbk
Investasi Rp300 Miliar,...
Investasi Rp300 Miliar, GPRA Buka Nemuru Grand Suites di Jakarta
PT GRP Tbk Jadi Pelanggan...
PT GRP Tbk Jadi Pelanggan Terbesar PLN
Berita Terkini
Indonesia Punya 40%...
Indonesia Punya 40% Cadangan Nikel Dunia, Anehnya Tak Bisa Pimpin Rantai Pasok Baterai Global
24 menit yang lalu
1.500 Pekerja Tekstil...
1.500 Pekerja Tekstil Terancam Kena PHK, Said Iqbal Ungkap Lokasinya
42 menit yang lalu
Relevansi Jadi Kunci...
Relevansi Jadi Kunci Utama Membangun Kekuatan Merek di Era Digital
9 jam yang lalu
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
10 jam yang lalu
GAPKI Tegaskan Industri...
GAPKI Tegaskan Industri Sawit RI Terapkan Standar Keselamatan Kerja Berkelanjutan
10 jam yang lalu
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
10 jam yang lalu
Infografis
Proyeksi Pertumbuhan...
Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Global pada 2024-2025
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved