Kementan Musnahkan 7,4 Ton Daging Celeng Ilegal

Rabu, 16 Juli 2014 - 15:52 WIB
Kementan Musnahkan 7,4...
Kementan Musnahkan 7,4 Ton Daging Celeng Ilegal
A A A
CILEGON - Menteri Pertanian (Mentan) Suswono memusnahkan 7.473 kilogram (kg) atau lebih dari 7,4 ton daging babi hutan (celeng) ilegal hasil tangkapan Badan Karantina Kementan. Pemusnahan dengan cara pembakaran menggunakan incenerator di Balai Karatina Kelas II Cilegon, Banten, hari ini.

"Pemusnahan ini menunjukkan bahwa pemerintah tidak tinggal diam. Pemerintah serius menyikapi penyelundupan yang terjadi," kata Suswono dalam rilisnya kepad Sindonews, Rabu (16/7/2014).

Menurutnya, pemerintah terus melakukan peningkatan pengamanan dengan Balai Karantina berada jajaran paling depan, untuk mencegah sedini mungkin peredaran daging celeng ilegal di masyarakat.

Namun, Mentan agak prihatin karena jumlahnya terjadi lonjakan hasil tangkapan daging celeng ilegal. Pada 2013 Balai Karantina hanya menangkap 12 ton, tetapi sampai pertengahan tahun ini jumlah tangkapan sudah mencapai 43 ton.

Daging celeng yang dimusnahkan merupakan hasil penangkapan yang dilakukan Balai Karantina Pertanian Cilegon dalam dua kasus upaya penyelundupan dari wilayah Sumatera, yakni pada 5 Juli 2014 (4,5 ton) dan 8 Juli 2014 (2,9 ton).

Pemusnahan kali ini yang terbesar kedua setelah pemusnahan di Lampung pada 18 Juni 2014 sebesar 13,7 ton, yang dimusnahkan di Pelabuhan Bakauheni, Lampung.

Periode Januari-Juli 2014, Balai Karantina Kelas II Cilegon telah memusnahkan 10,74 ton daging celeng ilegal. Sedangkan di Lampung telah dimusnahkan 20,37 ton dengan frekuensi dua kali.

Kepala Badan Karantina Kementan Banun Harpini mengatakan, saat ini karantina masih menahan 6,5 ton (6.500 kg) daging celenga ilegal. Penahan dilakukan karena masih dalam proses pemberkasan dan penyelidikan.

Daging babi hutan yang dimusnahkan umumnya masuk dari wilayah Sumatera antara lain dari Sumatera Barat, Bengkulu, Sumatera Selatan, Jambi, dan Lampung. Modus penyelundupan yang dilakukan dengan cara mengangkut daging dengan menggunakan truk barang, jasa titipan, bis penumpang, hingga dicampur dengan babi hidup.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Strategi Penilaian Kinerja...
Strategi Penilaian Kinerja Kementerian Pertanian
Kementan Dorong Generasi...
Kementan Dorong Generasi Milenial Terjun di Bidang Pertanian
Pengembangan Food Estate...
Pengembangan Food Estate Demi Jadikan Provinsi Kalteng Lumbung Pangan
Petani Parigi Moutong...
Petani Parigi Moutong Dimotivasi untuk Budidaya Jagung di Lahan Perkebunan Kelapa
Kabupaten Poso Dukung...
Kabupaten Poso Dukung Percepatan Tanam Melalui Sekolah Lapang
Jadikan Sektor Pertanian...
Jadikan Sektor Pertanian Sebagai Penyelamat Krisis
Berita Terkini
Bangun Infrastruktur...
Bangun Infrastruktur Unggul, Brantas Abipraya Perkuat Kolaborasi Internal
20 menit yang lalu
Purbaya Tepis Isu Mundur...
Purbaya Tepis Isu Mundur dari Kursi Menkeu di Tengah Kejatuhan Rupiah Rp18.039
57 menit yang lalu
IHSG Berakhir Longsor...
IHSG Berakhir Longsor 1,70% ke Posisi 5.839, Ada 651 Saham Berjatuhan
1 jam yang lalu
Harga Avtur Makin Mahal,...
Harga Avtur Makin Mahal, Maskapai Raksasa AS Mendadak Batalkan 6 Rute Penerbangan!
1 jam yang lalu
BI Respons Rupiah Tembus...
BI Respons Rupiah Tembus Rp18.000, Samakan Nasib dengan Tetangga RI
4 jam yang lalu
Pemerintah Pastikan...
Pemerintah Pastikan Harga MinyaKita Naik, Ini Sebabnya
4 jam yang lalu
Infografis
5 Olahan Daging Kambing...
5 Olahan Daging Kambing Selain Sate, Lezat dan Gampang Dibuat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved