Pemangkasan Subsidi BBM Darurat bagi Pemerintahan Baru

Rabu, 16 Juli 2014 - 20:06 WIB
Pemangkasan Subsidi...
Pemangkasan Subsidi BBM Darurat bagi Pemerintahan Baru
A A A
JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Chatib Basri mengungkapkan, pemangkasan subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM) menjadi hal yang darurat harus dilakukan oleh pemerintahan yang akan datang. Pasalnya, pemangkasan tersebut tidak dapat dilakukan oleh pemerintahan saat ini.

"Karena saya katakan subsidi BBM harus di-based out, harus dikurangi. Kenapa tidak di pemerintahan sekarang? Ini kan Presiden baru diumumkan 22 Juli, kalau selisihnya dekat harus ke MK (Mahkamah Konstitusi) berarti September baru selesai, dan pemerintahan baru mulai Oktober," ujar dia di Gedung Kemenkeu Jakarta, Rabu (16/7/2014).

Menurutnya, di masa transisi ini pengambilan kebijakan yang strategis tidak boleh dilakukan, terlebih ini berkaitan dengan subsidi BBM yang jika dilakukan akan berimplikasi kepada masyarakat luas, termasuk pada kenaikan harga BBM bersubsidi tersebut.

"Kalau ini dilakukan akan implikasi ke harga. Ini harus dilakukan oleh pemerintahan yang sudah seattle. Ini masih periode strategis dan waktunya limited. Kalau mau naikin, Presiden kita mau ngomong dengan siapa," imbuh dia.

Lebih lanjut dia mengatakan, semakin hari lifting minyak dunia terus mengalami penurunan. Dia menyebutkan, saat pengajuan awal Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) 2015 sebesar 900 ribu barel per hari. Namun Badan Anggaran (Banggar) disusutkan lagi menjadi 830 ribu hingga 870 ribu barel per hari.

"Dengan kondisi ini rasanya susah mengharapkan lifting tinggi. Kalau produksi turun, konsumsi makin tinggi, beban subsidi akan makin besar. Mungkin setelah 2018 lifting akan jadi 500 ribu barel per hari. Akibatnya (subsidi BBM) musti di-based out," tandas dia.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Tak Tepat Sasaran, Hanya...
Tak Tepat Sasaran, Hanya 40 Persen Masyarakat Tak Mampu Penerima Subsidi BBM
Menilik Urgensi Reformasi...
Menilik Urgensi Reformasi Subsidi BBM, Jangan Lupakan 2 Hal Ini
Subsidi BBM Jadi Beban...
Subsidi BBM Jadi Beban APBN, Legislator: Harus Cari Cara Tepat Sasaran
Pengamat: Subsidi Langsung...
Pengamat: Subsidi Langsung Jadi Solusi Masalah Penyaluran BBM
Kuota BBM Subsidi Tahun...
Kuota BBM Subsidi Tahun Depan Disepakati, Ini Rinciannya
DPR Usul Sistem Pemberian...
DPR Usul Sistem Pemberian Subsidi BBM Diubah
Berita Terkini
PLN EPI Perluas Kemitraan...
PLN EPI Perluas Kemitraan Global Bangun Rantai Pasok Hidrogen Hijau
26 menit yang lalu
Biaya Logistik Global...
Biaya Logistik Global Menggila, Ancaman Inflasi Tak Hanya dari Harga Minyak
33 menit yang lalu
PT Astra International...
PT Astra International Tbk: Dari Rumah Koran di Desa Sejahtera Astra Kanreapia Menjadi Sentra Sayuran di Sulawesi Selatan
59 menit yang lalu
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Tambah Pasokan LPG 3 Kg di Majalengka dan Subang
1 jam yang lalu
Lepas dari Pertamina,...
Lepas dari Pertamina, Pelita Air Bakal Gabung di Bawah Garuda Indonesia
1 jam yang lalu
Ekonomi Restoratif Digagas...
Ekonomi Restoratif Digagas Jadi Jembatan Pembangunan Hijau Berkelanjutan
2 jam yang lalu
Infografis
Pemprov DKI Jakarta...
Pemprov DKI Jakarta Bakal Bangun 11 Rusun Baru, Ini Lokasinya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved