Wall Street Terkoreksi Akibat Konflik Geopolitik

Selasa, 22 Juli 2014 - 09:04 WIB
Wall Street Terkoreksi...
Wall Street Terkoreksi Akibat Konflik Geopolitik
A A A
NEW YORK - Indeks saham di bursa Wall Street pada perdagangan Senin waktu setempat ditutup terkoreksi lantaran investor berhati-hati terhadap ketidakstabilan kondisi geopolitik di Ukraina dan Gaza.

Investor khawatir terhadap dampak dari meningkatnya kekerasan di jalur Gaza bisa meluas ke bagian lain Timur Tengah. Pelaku pasar juga terus memperhatikan situasi di Ukraina, di mana pesawat Malaysia Airlines ditembak jatuh di atas Ukraina pada pekan lalu dan menambah ketegangan antara Ukraina dan Rusia.

Amerika Serikat dan Uni Eropa sebelumnya telah memberikan sanksi ekonomi terhadap Rusia, namun sanksi akan diperketat dengan tragedi jatuhnya pesawat MH17.

"Kami memperhatikan isu yang terjadi, tapi sekarang, mereka tidak seperti peristiwa yang hanya memiliki dampak apa pun dalam jangka pendek. Kami berharap ketidakpastian ini akan pulih dalam dua atau tiga pekan," kata Kepala Investasi Acadian Asset Management John Chisholm seperti dilansir Reuters, Selasa (22/7/2014).

Indeks Dow Jones Industrial Average ditutup turun 48,45 poin atau 0,28% menjadi 17.051,73; indeks S&P 500 susut 4,59 poin atau 0,23% menjadi berakhir pada 1.973,63 dan Nasdaq Composite minus 7,44 poin atau 0,17% menjadi ditutup pada 4.424,70.

"Pasar tidak terlalu menarik dan tampaknya mungkin kita akan melihat koreksi 10-15%," prediksi Chisholm.

Sekitar 61% saham yang diperdagangkan di New York Stock Exchange berakhir melemah, sedangkan 59% saham yang terdaftar di Nasdaq berakhir di teritori negatif.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Wall Street Terdongkrak...
Wall Street Terdongkrak Diterpa Optimisme Pengembangan Vaksin Corona
Wall Street Berbalik...
Wall Street Berbalik Jatuh di Tengah Ancaman Trump Tutup Facebook dan Twitter
Wall Street Mixed Saat...
Wall Street Mixed Saat Dow dan S&P 500 Jatuh Dibayangi Kasus Baru Covid-19
Wall Street Turun Tajam...
Wall Street Turun Tajam Dihantam Aksi Jual Saham Teknologi
Microsoft Pikir-pikir...
Microsoft Pikir-pikir Beli TikTok Bikin Nasdaq Cetak Rekor, Wall Street Rebound
Wall Street Lebih Tinggi...
Wall Street Lebih Tinggi di Tengah Ancang-ancang Stimulus USD1 Triliun Gedung Putih
Berita Terkini
Musk Peringatkan Bahaya...
Musk Peringatkan Bahaya Utang AS, Pajak Miliarder Tak Akan Cukup Hapus Defisit
1 jam yang lalu
Bidik Calon Kreditur,...
Bidik Calon Kreditur, CLIK Propensity Score Bantu Bank Ambil Keputusan Akurat
1 jam yang lalu
Babinsa Awasi Pajak...
Babinsa Awasi Pajak Bisa Picu Persepsi Negatif, DPR: Jangan Sampai Dianggap Mata-mata
3 jam yang lalu
Redam Perang Dagang...
Redam Perang Dagang dengan AS, China Usul Pangkas Tarif Rp535 triliun
6 jam yang lalu
Tarif 3 Jalan Tol Berpotensi...
Tarif 3 Jalan Tol Berpotensi Naik Tahun Ini, Semuanya di Pulau Jawa
9 jam yang lalu
PLN EPI Bidik Pasar...
PLN EPI Bidik Pasar Hidrogen Hijau untuk Industri dan Penerbangan
9 jam yang lalu
Infografis
10 Negara Menaikkan...
10 Negara Menaikkan Harga BBM Akibat Perang AS-Iran, Banyak Tetangga RI
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved