Harga Daging di Bandung Naik

Selasa, 22 Juli 2014 - 16:12 WIB
Harga Daging di Bandung...
Harga Daging di Bandung Naik
A A A
BANDUNG - Terjadi pergeseran pola konsumsi daging pada masyarakat di ibukota Jakarta dengan beberapa kota di daerah penyangga. Akibatnya, harga daging di Jakarta dengan beberapa daerah penyangga ibukota cenderung berbanding terbalik.

"Tren harga menjelang Lebaran ini cukup unik. Di Jakarta, harga daging sapi justru cenderung menurun. Sebaliknya, di daerah-daerah seperti Karawang dan Bandung harga daging sapi cenderung naik," ujar Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Herman Khaeron di sela inspeksi mendadak (sidak) di Pasar Induk Caringin kota Bandung, Selasa (22/7/2014).

Herman mencontohkan, di Pasar Induk Cipinang Jakarta, harga daging sapi masih berkutat di kisaran Rp90.000 per kg. Berbeda dengan harga daging sapi di Pasar Induk Caringin Bandung yang berada pada kisaran Rp90.000-Rp100.000 per kg.

"Lebih-lebih di Pasar Johar Karawang, harga daging sapi di sana bahkan di atas Rp100.000 per kg. Kalau di pasar induk harganya sudah naik, pasti di pasar turunannya demikian," sebutnya.

Namun, kata Herman, kenaikan harga menjelang Lebaran ini masih dianggap wajar, karena masih berkutat pada angka 10%. "Ini diakibatkan demand masyarakat yang naik 10%. Kenaikannya relatif wajar," katanya.

Menurut hasil pantauannya, dia menjelaskan, harga-harga kebutuhan pokok masyarakat menjelang Lebaran relatif stabil kecuali daging sapi dan daging ayam yang naik sekitar 10%.

Stok kebutuhan pokok masyarakat seperti beras, produk holtikultura, buah-buahan, dan daging tersedia hingga pasca Lebaran aman.

Selain itu, pihaknya juga fokus pada keamanan bahan pangan. Pasalnya, selama beberapa sidak yang dilakukannya, ditemukan sejumlah sampel bahan pangan yang terindikasi ada zat yang membahayakan di dalamnya seperti formalin, boraks, dan zat pewarna tekstil.

"Hal ini jadi fokus paling penting terutama pasca adanya temuan tersebut. Sosialisasi dan pembinaan harus dilakukan pemerintah. Karena sesuai UU No 18/2012, produsen yang memproduksi bahan pangan melampaui ambang batas tertentu yang membahayakan tentu ada sanksinya," tutur dia.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Tak Perlu Khawatir Bakal...
Tak Perlu Khawatir Bakal Langka, Berikut 5 Olahan Daging Sapi yang Bisa Disimpan Lama
Siap-siap! RI Akan Impor...
Siap-siap! RI Akan Impor Daging Sapi dari Meksiko
Stok Daging Surplus,...
Stok Daging Surplus, Kementan: Mestinya Harga Tidak Naik
Pedagang Daging Masih...
Pedagang Daging Masih Ada yang Mogok, Jappdi Ungkap Alasannya
Pedagang Daging Pilih...
Pedagang Daging Pilih Mogok Jualan
5 Ide Olahan Daging...
5 Ide Olahan Daging Sapi Kurban yang Mudah Dibuat di Rumah, Praktis dan Lezat
Berita Terkini
PLN EPI, PLN Puslitbang...
PLN EPI, PLN Puslitbang dan ITERA Kolaborasi Kembangkan Tanaman Energi
1 jam yang lalu
Pelindo Sinergi Lokaseva...
Pelindo Sinergi Lokaseva Catat Kinerja Operasional Positif di Awal 2026
1 jam yang lalu
BRI Life Ungkap Peran...
BRI Life Ungkap Peran Mitra Stategis Selama 4 Dekade
1 jam yang lalu
Pjs Dirut BEI Sebut...
Pjs Dirut BEI Sebut Fundamental Pasar Saham RI Masih Bagus, Ini Buktinya
1 jam yang lalu
Pupuk Kaltim Dorong...
Pupuk Kaltim Dorong Kemandirian Ekonomi Lewat Beragam Program TJSL
2 jam yang lalu
Penjelasan BEI soal...
Penjelasan BEI soal MSCI Turunkan Kasta Pasar Modal RI ke Frontier Market
3 jam yang lalu
Infografis
Daftar Lengkap Skuad...
Daftar Lengkap Skuad Timnas Jerman di Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved