Anjlok 57,7%, Saham Atlas Resources Disuspensi

Rabu, 23 Juli 2014 - 10:59 WIB
Anjlok 57,7%, Saham...
Anjlok 57,7%, Saham Atlas Resources Disuspensi
A A A
JAKARTA - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan penghentian sementara (suspensi) perdagangan efek PT Atlas Resources Tbk (ARII) karena menurunnya harga kumulatif perseroan secara signifikan.

Kepala Divisi Pengawasan Transaksi BEI Irvan Susandy mengatakan, harga kumulatif saham ARII anjlok Rp404 atau 57,71% dari harga penutupan Rp700 pada 16 Juli 2014 mennajdi Rp296 pada 22 Juli 2014.

"Sehubungan dengan penurunan harga kumulatif yang signifikan tersebut, maka BEI perlu melakukan penghentian sementara perdagangan saham PT Atlas Resources Tbk dalam rangka cooling down pada perdagangan hari ini," kata dia dalam keterangannya di keterbukaan inforamsi BEI, Rabu (23/7/2014).

Suspensi tersebut dilakaukan di pasar reguler maupun pasar tunai, dengan tujuan untuk memberikan waktu yang memadai bagi pelaku pasar untuk mempertimbangkan secara matang berdasarkan informasi yang ada dalam setiap pengambilan keputusan investasinya di saham ARII.

"Para pihak yang berkepentingan diharapkan untuk selalu memperhatikan keterbukaan informasi yang disampaikan perseroan," ujarnya.

Sementara itu, kinerja emiten tambang ini pada kuartal I tahun ini merosot. Perseroan mencatat rugi yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar USD6,76 juta atau naik 59,43% dibanding periode yang sama tahun lalu senilai USD4,24 juta.

Anjloknya laba perusahaan akibat melorotnya pendapatan usaha pada periode tersebut mencapai 74,8% menjadi USD7,64 juta dari realisasi kuartal yang sama tahun lalu sebesar USD30,31 juta.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
BEI Buka Gembok Saham...
BEI Buka Gembok Saham Emiten Erick Thohir & Bank QNB
BEI Buka Gembok Saham...
BEI Buka Gembok Saham TIFA, Siap-siap Trading!
Telat Bayar Iuran Tahunan,...
Telat Bayar Iuran Tahunan, BEI Gembok 43 Emiten Saham
Penyebab Saham CDIA...
Penyebab Saham CDIA Digembok Bursa, Harganya Melonjak Tak Wajar usai IPO
Disuspensi Bursa, Ini...
Disuspensi Bursa, Ini Tanggapan Itama Ranoraya
Gokil! 10 Perusahaan...
Gokil! 10 Perusahaan Ini Dipasung BEI Lebih dari Setahun
Berita Terkini
Kebijakan Tambang RI...
Kebijakan Tambang RI Berubah-ubah, Investor China Mulai Alihkan Investasi Nikel ke Afrika
33 menit yang lalu
Saatnya Bayar Tagihan...
Saatnya Bayar Tagihan PBB-P2, Ada Diskon 7,5% hingga 31 Juli 2026
1 jam yang lalu
Barat Remehkan Blokade...
Barat Remehkan Blokade Selat Hormuz, Pasokan Minyak Dunia di Titik Kritis
1 jam yang lalu
MDLA Luncurkan Armada...
MDLA Luncurkan Armada Mobil Listrik, Dorong Transformasi Distribusi Rendah Emisi
4 jam yang lalu
Tren Mobilitas Ramah...
Tren Mobilitas Ramah Lingkungan Meningkat, Pembiayaan Kendaraan Listrik MUF Melesat
11 jam yang lalu
Rupiah Amburadul Rp18...
Rupiah Amburadul Rp18 Ribu, Produk Rumah Tangga Unilever Bakal Naik Harga di Kuartal II 2026
11 jam yang lalu
Infografis
Donald Trump Minta 50%...
Donald Trump Minta 50% Saham TikTok untuk Amerika Serikat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved