Cara Mencegah Pembengkakan Konsumsi BBM Bersubsidi

Sabtu, 02 Agustus 2014 - 14:19 WIB
Cara Mencegah Pembengkakan...
Cara Mencegah Pembengkakan Konsumsi BBM Bersubsidi
A A A
JAKARTA - Pengamat Migas dari Center for Petroleum and Energy Economics Studies (CPEES), Kurtubi memandang pembatasan penjualan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi yang dilakukan pemerintah saat ini tidak efektif (mencegah 46 juta kiloliter (kl) BBM bersubsidi tidak jebol).

Menurutnya, solusi yang tepat untuk mengurai masalah tersebut adalah mendorong konversi bahan bakar minyak (BBM) ke bahan bakar gas (BBG). Cara ini tidak memberatkan rakyat, karena harga gas lebih murah dari BBM.

"Tetapi meskipun saya sudah dianjurkan bangun infrastruktur bertahun-tahun sampai hari ini SPBG sedikit sekali. Konverter kit juga enggak ada," ujarnya kepada Sindonews.

Dia mencontohkan, Pakistan memiliki Stasiun Pengisian Bahan Bakar Gas (SPBG) sebanyak 2.500 unit, India 2.000 unit, dan Thailand sebanyak 500 unit. Sementara Indonesia masih kurang dari 50 unit.

"Nah jadi itu cara yang paling bagus mengurangi subsidi. Tetapi infrastrukturnya minim, padahal subsidi di APBN membengkak Rp285 triliun di 2014," jelasnya.

Namun, menurut Kurtubi, program konversi tersebut bukan solusi jangka pendek yang bisa dilakukan di masa transisi ini. Sebab itu, solusi jangka pendeknya adalah dengan menaikkan harga BBM bersubsidi.

"Kalau pembatasan itu nanti bisa berdampak rakyat ngantre di pom bensin tertentu dan jam tertentu bisa ngantre panjang. Itu bisa mengundang kerawanan baru," katanya.

Dia berpendapat, tidak ada larangan menaikkan harga BBM pada masa transisi seperti sekarang. Setelah harga BBM dinaikkan, perlu diikuti kebijakan lanjutan. Seperti, menginstruksikan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) untuk memperlancar arus barang dan jasa dari produsen kepada konsumen, serta menghilangkan pungutan liar (pungli).

"Sehingga saya imbau ke Presiden, meskipun masa transisi sebagai kepala negara, negarawan, berpikir untuk kepentingan nasional. Tidak untuk pencitraan dan tujuan politik. Saatnya sekarang naikin harga BBM, masa transisi tidak ada larangan," tandasnya.

(Baca: Pemerintah Wariskan Kondisi Buruk di Sektor Migas)
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Kenaikan Harga BBM Boleh...
Kenaikan Harga BBM Boleh Saja, Pengamat: Jangan Sekaligus, Biar Enggak Panik
Awas Efek Kenaikan BBM...
Awas Efek Kenaikan BBM Pertalite, Pengamat: Target Pemulihan Ekonomi Bisa Buyar
Ombudsman Sarankan Pembatasan...
Ombudsman Sarankan Pembatasan BBM Subsidi Dibanding Menaikkan Harga
Wajarkah Harga BBM Subsidi...
Wajarkah Harga BBM Subsidi Harus Naik di Tengah Lonjakan Minyak Dunia?
Aturan Pembatasan Pembelian...
Aturan Pembatasan Pembelian BBM Bersubsidi Sudah di Tangan Jokowi
Pembatasan BBM Subsidi...
Pembatasan BBM Subsidi Dimulai 1 Oktober 2024
Berita Terkini
IHSG Berakhir Longsor...
IHSG Berakhir Longsor 1,70% ke Posisi 5.839, Ada 651 Saham Berjatuhan
10 menit yang lalu
Harga Avtur Makin Mahal,...
Harga Avtur Makin Mahal, Maskapai Raksasa AS Mendadak Batalkan 6 Rute Penerbangan!
17 menit yang lalu
BI Respons Rupiah Tembus...
BI Respons Rupiah Tembus Rp18.000, Samakan Nasib dengan Tetangga RI
2 jam yang lalu
Pemerintah Pastikan...
Pemerintah Pastikan Harga MinyaKita Naik, Ini Sebabnya
3 jam yang lalu
Pastikan Kelancaran...
Pastikan Kelancaran Pemulangan Jemaah Haji, Garuda Indonesia Intensif Koordinasi dengan Arab Saudi
3 jam yang lalu
DSI Dinilai Bisa Perkuat...
DSI Dinilai Bisa Perkuat Ekspor dan Transparansi Tata Kelola SDA
4 jam yang lalu
Infografis
5 Cara Cepat Menemukan...
5 Cara Cepat Menemukan Lokasi Terdekat dengan Google Maps
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved