Permintaan Meningkat, Harga Beras Naik Tipis

Jum'at, 08 Agustus 2014 - 19:15 WIB
Permintaan Meningkat,...
Permintaan Meningkat, Harga Beras Naik Tipis
A A A
JAKARTA - Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi mengatakan, akibat permintaan yang meningkat setelah Lebaran, harga beras menjadi sedikit naik. Namun kenaikan tersebut masih di bawah 1%.

"Kenaikan memang ada (harga beras) tapi kecil sekali di bawah 1% sebenarnya. Jadi kemungkinan besar karena permintaan tinggi," ujar dia di Kantor Kemendag, Jakarta, Jumat (8/8/2014).

Pihaknya telah mengantisipasi bila terjadi penurunan jumlah beras yang tersedia akibat permintaan yang meningkat.

"Biar bagaimanapun saya sudah instruksikan Bulog sebelumnya untuk impor beras. Bahkan 50 ribu ton sudah sampai di Indonesia untuk antisipasi daripada kekurangan atau tingginya permintaan. Jadi sudah siap. Cuma saya utarakan jumlah harga dan waktu biar pemerintah yang urus," jelasnya.

Dia menjelaskan, impor beras telah dilakukan mengingat beras di Bulog diperkirakan tidak dapat mencukupi kebutuhan.

"Mestinya sudah sampai 50 ton ribu sudah dalam perjalanan (beras impor). Kalau enggak salah sudah turun dua kapal. Memang beras di Bulog ada tapi sudah dipakai buat raskin (beras miskin)," kata Lutfi.

Selain itu, juga untuk mengantisipasi di luar kebutuhan yang biasa. "Bulog sekarang lagi menghitung bagaimana posisi jumlahnya akhir tahun mau berapa," imbuhnya.

Beras yang beredar di pasaran lebih banyak beras medium daripada premium. Namun, permintaan beras premium semakin meningkat. Namun, masyarakat Indonesia berdasarkan perkiraan Kemendag menuju 30% adalah beras premium.

Jadi, orang Indonesia ini berasnya sudah membaik. "Artinya ketika kekurangan beras premium akan ada full vector jadi faktor menarik harga medium untuk naik. Saya juga mesti mempunyai mekanisme untuk mengintervensi pasar beras premium. Sebab itu Bulog bukan hanya mengimpor beras medium tapi juga beras premium," pungkas dia.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pecah Rekor, Impor Beras...
Pecah Rekor, Impor Beras 2024 Butuh Anggaran Lebih Rp30 Triliun
Peningkatan Produksi...
Peningkatan Produksi Beras Disebut Hanya 0,55% dalam 22 Tahun, Gak Bahaya Ta?
Harga Beras Naik Gila-gilaan,...
Harga Beras Naik Gila-gilaan, Produksi RI Minus 2,8 Juta Ton
Anomali Harga Beras...
Anomali Harga Beras Bikin Boncos Rp99 T, Pemerintah Ultimatum Pelaku Usaha 2 Minggu
Statistikulasi dan Cerita...
Statistikulasi dan Cerita Produksi Beras Indonesia yang 'Wow'
Beras Premium Langka...
Beras Premium Langka dan Mahal, Begini Penjelasan BI Jakarta
Berita Terkini
Hari Anak Nasional,...
Hari Anak Nasional, Jasa Raharja Ajak Generasi Muda Jadi Pelopor Keselamatan
5 jam yang lalu
Gonjang-ganjing Sektor...
Gonjang-ganjing Sektor Energi, Singapura Rombak Kabinet Besar-besaran
6 jam yang lalu
Di Balik Penghargaan...
Di Balik Penghargaan CCEPC Indonesia, Gao Hai Komitmen Bangun Kemitraan Jangka Panjang
6 jam yang lalu
Pertamina Trans Kontinental...
Pertamina Trans Kontinental Ajak Siswa Lestarikan Ekosistem Laut
6 jam yang lalu
PLN EPI Tawarkan Kontrak...
PLN EPI Tawarkan Kontrak hingga 5 Tahun untuk Pemasok Biomassa
7 jam yang lalu
Ancaman Blokade Laut...
Ancaman Blokade Laut Merah, Asia Nego Arab Saudi Alihkan Rute Tanker Minyak ke Afrika
7 jam yang lalu
Infografis
10 Pesawat Militer Termahal...
10 Pesawat Militer Termahal di Dunia, Harga 7 Bomber B-2 Hampir Setara Anggaran MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved