Pemanfaatan Laut Masih Jadi Tantangan RI

Senin, 11 Agustus 2014 - 15:33 WIB
Pemanfaatan Laut Masih...
Pemanfaatan Laut Masih Jadi Tantangan RI
A A A
JAKARTA - Menteri Kelautan dan Perikanan RI Sharif C Sutardjo menegaskan, Kementerian Kelautan dan Perikanan merekomendasikan isu-isu terkait pengelolaan laut dan keberlanjutan pemanfaatan sumber daya laut masih menjadi tantangan.

"Tidak hanya dalam aspek ekonomi, namun juga terkait peran laut dalam aspek lingkungan dan sosial.," ujar dia dalam rilisnya, Senin (11/8/2014)

Aspek tersebut dijelaskan Sharif adalah ancaman terhadap ketahanan pangan, permasalahan masyarakat pesisir, meningkatnya polusi laut, praktek ilegal dalam pemanfaatan sumber daya laut dan pesisir, dan bencana alam terkait laut, memaksa kita untuk memberikan perhatian yang lebih besar pada keberlanjutan laut.

Indonesia, lanjutnya, menyadari pentingnya peran sumber daya kelautan dan perikanan sebagai motor penggerak untuk mendukung pembangunan ekonomi nasional, pengentasan kemiskinan, penyerapan emisi karbon dan pentingnya memerangi IUU fishing, mengoptimalkan jasa lingkungan, dan percepatan industrialisasi kelautan dan perikanan dalam kerangka pendekatan Blue Economy.

“Kami sangat menyambut baik upaya memperkuat kerja sama saling menguntungkan untuk mendukung pengembangan perikanan di kedua negara, terutama dalam mempromosikan Blue Economy,” tambah Sharif.

Sharif menjelaskan, kedua negara sepakat memandang pentingnya optimalisasi dalam pemanfaatan potensi sumber daya kelautan dan perikanan yang berkesinambungan. Termasuk menjaga kelestariannya yang sangat erat hubungannya dengan ketahanan pangan.

KKP telah melakukan kebijakan sebagai upaya peningkatan produktivitas sumberdaya kelautan dan perikanan melalui industrialisasi dengan strategi pengembangan berbasis pasar.

“Untuk itu, KKP melakukan penerapan konsep Blue Economy dengan tujuan memperkuat pengelolaan potensi kelautan secara berkelanjutan, produktif, dan berwawasan lingkungan. Pendekatan Blue Economy juga akan mendorong pengelolaan sumber daya alam secara efisien melalui kreativitas dan inovasi teknologi,” tegasnya.

Sharif menambahkan, kerjasama bidang kelautan dan perikanan AS dan Indonesia sudah cukup lama terjalin dengan baik. Dimana, selama ini kerja sama bilateral RI-AS dalam pembangunan kelautan dan perikanan dilaksanakan dengan National Oceanic Atmospheric Administration (NOAA).

Kerjasama tersebut difokuskan pada penguatan kapasitas dalam memerangi IUU Fishing, meningkatkan Port State Measure, menguatkan kapasitas Kementerian Kelautan dan Perikanan melalui berbagai pelatihan, dan memperkuat kerjasama dalam Program Mitra Bahari (Sea Grant Partnership).

Kemudian, ada kerja sama eksplorasi laut dalam yang dilaksanakan melalui Indonesia Exploration'Sangihe Talaud Region.

“Kerjasama bilateral tersebut dapat menjadi pijakan bagi kedua negara untuk melanjutkan kerja sama kemitraan yang lebih erat dalam bidang kelautan dan perikanan," ujarnya.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
KKP Segel Lahan Proyek...
KKP Segel Lahan Proyek Reklamasi di Batam
KKP Workshop Penyuluh...
KKP Workshop Penyuluh Perikanan untuk Kembangkan Informasi
Disrupsi Data Perikanan
Disrupsi Data Perikanan
Menteri KKP Kasih Bocoran...
Menteri KKP Kasih Bocoran 3 Potensi Investasi ke Pelaku Usaha
Kadin Gelar Halalbihalal...
Kadin Gelar Halalbihalal dengan KKP, Bahas Tantangan Sektor Kelautan dan Perikanan
KKP Pertegas Komitmen...
KKP Pertegas Komitmen Perkuat Pengawasan pada Momentum Hari Internasional Anti IUU Fishing
Berita Terkini
Jasaraharja Putera Raih...
Jasaraharja Putera Raih Pertumbuhan Berkelanjutan dan RBC Capai 371,90%
12 menit yang lalu
Pelabuhan Patimban Resmi...
Pelabuhan Patimban Resmi Layani Impor Perdana, Komponen Mobil Listrik BYD Lanjut ke Pabrik Subang
1 jam yang lalu
Kinerja Positif 2025,...
Kinerja Positif 2025, Jasa Raharja Catatkan Laba Bersih Rp2,30 Triliun
1 jam yang lalu
Harga Emas Hari Ini...
Harga Emas Hari Ini Berbalik Merayap Naik Rp3 Ribu per Gram, Intip Rincian Lengkapnya
2 jam yang lalu
DJP Gandeng Babinsa...
DJP Gandeng Babinsa dan Bhabinkamtibmas Awasi Pajak: Hanya Pendamping, Tak Perlu Khawatir
3 jam yang lalu
60 Negara Jadi Sasaran...
60 Negara Jadi Sasaran Tarif Baru Trump, Termasuk Sekutu Dekat AS!
4 jam yang lalu
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved