Menkeu Kembali Tegaskan Dukung Penurunan Subsidi BBM
Selasa, 12 Agustus 2014 - 15:25 WIB
Menkeu Kembali Tegaskan Dukung Penurunan Subsidi BBM
A
A
A
JAKARTA - Banyak kalangan menilai kebijakan subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM) di Indonesia tidak tepat sasaran. Pasalnya, bahan bakar primadona ini lebih banyak dinikmati kalangan mampu yang seharusnya tidak menggunakannya.
Pemerintah terus melakukan pembenahan kebijakan agar subsidi ini tepat sasaran untuk golongan menengah ke bawah.
Menteri Keuangan (Menkeu) Chatib Basri kembali menegaskan bahwa dirinya akan selalu mendukung jika ada rencana pengurangan subsidi BBM. Hal ini penting dilakukan agar beban anggaraan tidak melulu digunakan untuk yang tidak tepat sasaran.
"Saya pokoknya selama subsidi turun, saya pasti dukung. Gitu saja," ucap Chatib di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Selasa (12/8/2014).
Saat disinggung mengenai kebijakan subsidi BBM yang tidak tepat, Chatib justru melempar hal tersebut pada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).
"Tanya sama Kementerian ESDM. Karena itu peraturan mengenai, tanya sama ESDM, saya tidak mau komentar mengenai itu. Karena soal distribusi, soal harga, soal apa semuanya keputusan dari Menteri ESDM," ungkapnya.
Chatib menuturkan, kuota BBM bersubsidi sebesar 46 juta kiloliter (kl) tidak boleh jebol, dan harus mencukupi hingga akhir tahun.
"Enggak bisa, enggak berhasil dong, kan enggak boleh. Kamu kan berhadapan dengan situasi, enggak boleh. Enggak berhasil, enggak ada pillihan. Jadi opsinya bukan berhasil, tidak berhasil, harus 46 juta kl maksimum," pungkas Menkeu.
Pemerintah terus melakukan pembenahan kebijakan agar subsidi ini tepat sasaran untuk golongan menengah ke bawah.
Menteri Keuangan (Menkeu) Chatib Basri kembali menegaskan bahwa dirinya akan selalu mendukung jika ada rencana pengurangan subsidi BBM. Hal ini penting dilakukan agar beban anggaraan tidak melulu digunakan untuk yang tidak tepat sasaran.
"Saya pokoknya selama subsidi turun, saya pasti dukung. Gitu saja," ucap Chatib di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Selasa (12/8/2014).
Saat disinggung mengenai kebijakan subsidi BBM yang tidak tepat, Chatib justru melempar hal tersebut pada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).
"Tanya sama Kementerian ESDM. Karena itu peraturan mengenai, tanya sama ESDM, saya tidak mau komentar mengenai itu. Karena soal distribusi, soal harga, soal apa semuanya keputusan dari Menteri ESDM," ungkapnya.
Chatib menuturkan, kuota BBM bersubsidi sebesar 46 juta kiloliter (kl) tidak boleh jebol, dan harus mencukupi hingga akhir tahun.
"Enggak bisa, enggak berhasil dong, kan enggak boleh. Kamu kan berhadapan dengan situasi, enggak boleh. Enggak berhasil, enggak ada pillihan. Jadi opsinya bukan berhasil, tidak berhasil, harus 46 juta kl maksimum," pungkas Menkeu.
(izz)
Lihat Juga :