Transaksi Non Tunai Dinilai Lebih Transparan

Rabu, 13 Agustus 2014 - 18:54 WIB
Transaksi Non Tunai...
Transaksi Non Tunai Dinilai Lebih Transparan
A A A
JAKARTA - Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo menegaskan sekali lagi mengenai pentingnya sosialisasi transaksi non tunai dalam kehidupan sehari-hari. Karena dirinya melihat bahwa pembayaran transaksi dinilai masih terlalu besar menggunakan uang tunai.

"Justru di sini kita melihat, ini upaya untuk menyelenggarakan pembayaran transaksi itu masih terlalu besar dilakukan secara tunai. Nah kemudian BI dan pemerintah pusat bahkan pemerintah daerah, itu melihat bahwa kita perlu menggalakkan gerakan nasional non tunai. Oleh karena itu, besok kita akan merencanakan itu," ujar dia di Jakarta, Rabu (13/8/2014).

Namun, Agus menambahkan, jika seandainya transaksi itu dilakukan secara tunai, itu kiranya dalam jumlah yang kecil, namun jika jumlahnya di atas jumlah tententu, memang mandatorinya, sebaiknya dilakukan secara non tunai.

"Transaksi secara non tunai itu bisa membuat perekonomian jauh menjadi lebih efisien. Dan yang kita juga rasakan, jika pembayaran atau transaksi itu dilakukan secara non tunai, itu lebih akan ada akuntabilitasnya dan transparasinya, karena semua tercatat dan terdokumentasi," ujar dia.

Agus mengatakan, dengan adanya transaksi non tunai, semuanya akan mengetahui bahwa jika seandainya semua dilakukan secara tunai, maka akuntabilitas dan transparansinya tidak akan tinggi.

"Yang lain kita lihat dari masalah keamanan, masalah dapat dihindarinya, upaya-upaya pembiayaan transaksi yg terkait dengan kecurangan, fraud , terorism, kita juga lihat kalau dilakukan secara elektronik, itu akan jauh lebih terhindari. Kemudian, dimungkinkan untuk bisa ada program tabungan, program menabung dan menyimpan dana sampai akhirnya masyarakatnya bisa jauh lebih efisien dalam penggunaan transaksi non tunai ini," tandasnya.

Hal lain yang juga memberi dampak positif dalam penggunaan uang non tunai adalah praktis. Agus menyebutkan, masyarakat tidak perlu membawa uang tunai secara berlebihan.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Hore! UMKM Kecipratan...
Hore! UMKM Kecipratan Jatah Pasok Barang dan Jasa ke Pemerintah
Kepala LKPP: Baru 64...
Kepala LKPP: Baru 64 dari 546 Pemda yang Punya Unit Kerja Pengadaan Proaktif
Soal Pengadaan, Ganjar...
Soal Pengadaan, Ganjar Minta Pemda di Jateng Negosiasi dengan Penyedia Barang dan Jasa
Era Baru Pengadaan Barang...
Era Baru Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah dengan Katalog Elektronik V6
Saatnya Pengadaan Barang...
Saatnya Pengadaan Barang dan Jasa Tak Melulu Memikirkan Cuan
Jembatani Pemda dan...
Jembatani Pemda dan Perusahaan dalam Proses PBJ, Apkasi Jadikan APN Ajang Tahunan
Berita Terkini
Kawal Transformasi Terintegrasi...
Kawal Transformasi Terintegrasi untuk Perkuat Bio Farma Group
1 jam yang lalu
Pasar Potensial Industri...
Pasar Potensial Industri Pembiayaan, Chailease Finance Dukung Pertumbuhan UKM Bandung
1 jam yang lalu
BPDP Dukung Jakarta...
BPDP Dukung Jakarta Fiscal Forum 2026, Perkuat Kolaborasi untuk Pembangunan Berkelanjutan
1 jam yang lalu
Pertamina Siap Turunkan...
Pertamina Siap Turunkan Harga BBM secara Bertahap Mulai Awal Juli
2 jam yang lalu
Bukan Utang, Purbaya...
Bukan Utang, Purbaya Tegaskan Pendanaan AIIB Rp303 Triliun Murni Investasi
2 jam yang lalu
Rumah BUMN SIG di Rembang...
Rumah BUMN SIG di Rembang Catat Transaksi Rp6,9 Miliar
2 jam yang lalu
Infografis
Siapa Lebih Unggul Pakistan...
Siapa Lebih Unggul Pakistan atau India dalam Senjata Nuklir?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved