HNSI Usulkan Pembentukan Dewan dan Badan Keamanan Maritim

Kamis, 14 Agustus 2014 - 17:59 WIB
HNSI Usulkan Pembentukan...
HNSI Usulkan Pembentukan Dewan dan Badan Keamanan Maritim
A A A
BANDUNG - Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia Jawa Barat mengusulkan pembentukan Dewan Maritim dan Badan Keamanam Maritim yang dianggap mempunyai tugas dan fungsi jelas dalam menghadapi persoalan maritim.

Ketua HSNI Jabar Ono Surono menilai, pembentukan tersebut untuk makin mengoptimalkan dua lembaga yang saat ini memiliki tugas mengurusi persoalan maritim yakni Dewan Kelautan Indonesia (DEKIN) dan Badan Koordinasi Keamanan Laut (Bakorkamla).

"Kedua lembaga ini harus diubah, dari asalnya bernaung di bawah Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) harus diubah menjadi di bawah presiden, dengan tugas dan fungsi yang jelas dan tegas," ujarnya, Kamis (14/8/2014).

Dia mengusulkan, DEKIN diubah menjadi Dewan Maritim Indonesia yg mempunyai tugas dan fungsi untuk membuat roadmap/masterplan pembangunan maritim Indonesia. Dan juga melaksanakan fungsi komunikasi/koordinasi antar lembaga pemerintah dan rakyat.

Sementara Bakorkamla yang selama ini belum punya tugas dan fungsi yang jelas dan tegas, harus berubah menjadi Badan Keamanan Maritim Indonesia. Dengan begitu, katanya, mereka mempunyai tugas dan fungsi menjaga keamanan sumber daya maritim, pengawasan dan penindakan hukum, serta pembinaan yang mengedepankan tindakan preventif dan edukatif kepada nelayan tradisional Indonesia

"Dewan Maritim ini harus terstruktur sampai tingkat kabupaten/kota sesuai dengan wewenang pengelolaan wilayah laut. Begitu pula BKMI yang terdiri dari unsur TNI AL, Polri, KKP, Kemenhub, jaksa, serta dapat dilibatkan wakil dari nelayan,” katanya.

Dia menambahkan, optimalisasi dua lembaga tersebut yang disertai program-program yang terlahir dari lapangan dan APBN yang cukup akan membuat Indonesia menjadi poros maritim dunia. Dengan begitu, menurutnya, tidak usah dilakukan pembentukan Kementerian Maritim menurutnya karena sudah ada dua lembaga yang menanganinya.

"Pembentukan kementerian baru di bidang maritim hanya akan mengakibatkan pemborosan APBN dan tidak sesuai dengan rencana efisiensi dan efektivitas pemerintahan. Keberadaan KKP juga sudah cukup denhan visi misi dan program yang sudah bagus. Hanya mungkin keselarasan dengan orientasi pemerintah khususnya presiden yang membuatnya terlihat kurang maksimal," katanya.

Dia menyebutkan, pemerintah juga harus banyak melibatkan nelayan dalam proses perencanaan dan pelaksanaan program. "Selama ini nelayan jarang dilibatkan dalam perencanaan program sehingga programnya tidak aplikatif dan tidak sesuai dengan tujuan karena program itu terlahir hanya sepihak.

HNSI berharap pemerintahan yang baru bisa lebih berani dan mampu mewujudkan pembentukan kedua lembaga yang dinilai akan membantu menyelesaikan persoalan maritim. Potensi maritim Indonesia sangatlah besar. Luas laut Indonesia mencapai 5.8 juta kilometer persegi dengan panjang bibir pantai 81.000 kilometer serta potensi penangkapan ikan 6, 26 juta per tahun dengan jumlah spesies ikan yang mencapai 37% ikan dunia.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Kementerian Kelautan...
Kementerian Kelautan dan Perikanan Berhentikan Dirjen Perikanan Tangkap
Menteri Kelautan dan...
Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo Ditangkap KPK
Meski Ada Pandemi, Nilai...
Meski Ada Pandemi, Nilai Ekspor Perikanan Meningkat Jadi USD1,24 Miliar
RI Rangking 4 Eksportir...
RI Rangking 4 Eksportir Perikanan ke China, Atdag: Aturan Rumit
KKP Berikan Stimulus...
KKP Berikan Stimulus Bagi Pembudidya Ikan
Dorong Industrialisasi...
Dorong Industrialisasi Rumput Laut Nasional Demi Genjot Nilai Ekspor
Berita Terkini
Kebijakan Tambang RI...
Kebijakan Tambang RI Berubah-ubah, Investor China Mulai Alihkan Investasi Nikel ke Afrika
51 menit yang lalu
Saatnya Bayar Tagihan...
Saatnya Bayar Tagihan PBB-P2, Ada Diskon 7,5% hingga 31 Juli 2026
1 jam yang lalu
Barat Remehkan Blokade...
Barat Remehkan Blokade Selat Hormuz, Pasokan Minyak Dunia di Titik Kritis
1 jam yang lalu
MDLA Luncurkan Armada...
MDLA Luncurkan Armada Mobil Listrik, Dorong Transformasi Distribusi Rendah Emisi
4 jam yang lalu
Cargo Murah Kian Dibutuhkan...
Cargo Murah Kian Dibutuhkan di Tengah Meningkatnya Aktivitas Pengiriman Barang
11 jam yang lalu
Tren Mobilitas Ramah...
Tren Mobilitas Ramah Lingkungan Meningkat, Pembiayaan Kendaraan Listrik MUF Melesat
11 jam yang lalu
Infografis
5 Buah Rendah Gula yang...
5 Buah Rendah Gula yang Aman untuk Diet, Tetap Manis dan Menyegarkan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved