MS Hidayat: Kebijakan Subsidi BBM Tunggu Presiden Baru

Jum'at, 15 Agustus 2014 - 10:19 WIB
MS Hidayat: Kebijakan...
MS Hidayat: Kebijakan Subsidi BBM Tunggu Presiden Baru
A A A
JAKARTA - Menteri Perindustrian (Menperin) MS Hidayat mengatakan bahwa subsidi bahan bakar minyak (BBM) harus dikurangi pada pemerintahan berikutnya.

"Mungkin nanti setelah tanggal 21 Agustus 2014, setelah diumumkan Presiden (baru). Siapa tahu Presiden bisa rumuskan kebijakan," kata Hidayat sebelum memasuki ruang rapat paripurna 1, Gedung DPR/MPR, Jakarta, Jumat (15/8/2014).

Hidayat menambahkan, transisi pemerintahan harus berjalan mulus dan rapi. "Dan ini harus menjadi tradisi," kata mantan politisi Golkar itu.

Menteri Keuangan (Menkeu) Chatib Basri sebelumnya menegaskan, pemerintahan sekarang tidak akan mengambil kebijakan baru dalam RAPBN 2015, termasuk kebijakan mengenai subsidi BBM.

Menurutnya, RAPBN 2015 hanya baseline bagi pemerintah baru, sementara mengenai kebijakan akan diberikan ruang sepenuhnya kepada pemerintah berikutnya. Kendati demikian, dia mendukung, pemerintah baru untuk mengurangi subsidi BBM agar beban anggaran tidak membengkak.

Sementara Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) akan membacakan pidato kenegaraan terakhirnya dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) RI ke-69. Presiden siang nanti dijadwalkan akan membacakan nota keuangan 2014 serta Rancangan Anggaran pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2015.

Sejumlah menteri Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) Jilid II diantaranya, Menteri Kelautan dan Perikanan, Syarif C Soetardjo, Menteri Perindustrian MS Hidayat, Menkominfo Tifatul Sembiring.
Selain itu nampak pula hadir Wakil Presiden terpilih Jusuf Kalla, sejumlah pejabat kementerian, seperti Sekretaris Jenderal Kementerian Keuangan Kiagus Badaruddin.

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono didampingi Ibu Ani Yudhoyono, serta Wakil Presiden Boediono, beserta ibu Herawati Boediono
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Tak Tepat Sasaran, Hanya...
Tak Tepat Sasaran, Hanya 40 Persen Masyarakat Tak Mampu Penerima Subsidi BBM
Menilik Urgensi Reformasi...
Menilik Urgensi Reformasi Subsidi BBM, Jangan Lupakan 2 Hal Ini
Subsidi BBM Jadi Beban...
Subsidi BBM Jadi Beban APBN, Legislator: Harus Cari Cara Tepat Sasaran
Pengamat: Subsidi Langsung...
Pengamat: Subsidi Langsung Jadi Solusi Masalah Penyaluran BBM
Kuota BBM Subsidi Tahun...
Kuota BBM Subsidi Tahun Depan Disepakati, Ini Rinciannya
DPR Usul Sistem Pemberian...
DPR Usul Sistem Pemberian Subsidi BBM Diubah
Berita Terkini
Lompatan Besar Transportasi...
Lompatan Besar Transportasi Publik Jakarta: Terbaik Kedua di ASEAN, Posisi ke-27 Dunia
1 jam yang lalu
IHSG Sepekan Ambruk...
IHSG Sepekan Ambruk 8,69%, Market Cap Menyusut Jadi Rp9.807 Triliun
1 jam yang lalu
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
11 jam yang lalu
Program CIMB Niaga Sustainability...
Program CIMB Niaga Sustainability Journalism Fellowship Memilih 20 Jurnalis
12 jam yang lalu
Purbaya Belum Percaya...
Purbaya Belum Percaya Daya Beli Mulai Lesu di Warteg: Nanti Saya Cek Lagi
13 jam yang lalu
LPPOM Dorong Konsep...
LPPOM Dorong Konsep Green Halal untuk Perkuat Industri Berkelanjutan
13 jam yang lalu
Infografis
8 Kebijakan Baru Pemerintah...
8 Kebijakan Baru Pemerintah Hadapi Tekanan Global! WFH hingga MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved