Volume Perdagangan RI Satu Dekade Rp4.670 T
Jum'at, 15 Agustus 2014 - 12:48 WIB
Volume Perdagangan RI Satu Dekade Rp4.670 T
A
A
A
JAKARTA - Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag), Bayu Krisnamurthi mengatakan, volume perdagangan Indonesia dalam satu dekade menembus angka USD400 miliar atau senilai Rp4.670 triliun.
"Kalau saya lihat dari negara-negara maju, Indonesia walaupun memiliki catatan migas, non-migas, kita mengalami surplus. Sedangkan negara maju lain sudah mengalami defisit neraca perdagangan lebih lama dari kita," ujarnya usai acara pidato kenegaraan Presiden SBY di Gedung DPR/MPR Jakarta, Jumat (15/8/2014).
Bayu optimistis dengan penjelasannya tersebut karena mengingat selama 2 tahun terakhir, volume perdagangan Indonesia mengalami peningkatan.
"Konsumsi dalam negeri sendiri sebesar 65% dari GDP, perdagangan kita pun tumbuh luar biasa besar antara 7-14 % untuk perdagangan dalam negeri," ujarnya.
Dia memaparkan, secara kuantitatif dalam 69 tahun terakhir sejak merdeka, perdagangan Indonesia tumbuh besar.
"Dari sisi kualitatifnya ada upaya kita merevitalisasi pasar tradisonal, meningkatkan kehandalan sistem perdagangan dengan peraturan yang lebih baik. Jadi, kita punya prestasi yang bisa diapresiasi," tandas Bayu.
"Kalau saya lihat dari negara-negara maju, Indonesia walaupun memiliki catatan migas, non-migas, kita mengalami surplus. Sedangkan negara maju lain sudah mengalami defisit neraca perdagangan lebih lama dari kita," ujarnya usai acara pidato kenegaraan Presiden SBY di Gedung DPR/MPR Jakarta, Jumat (15/8/2014).
Bayu optimistis dengan penjelasannya tersebut karena mengingat selama 2 tahun terakhir, volume perdagangan Indonesia mengalami peningkatan.
"Konsumsi dalam negeri sendiri sebesar 65% dari GDP, perdagangan kita pun tumbuh luar biasa besar antara 7-14 % untuk perdagangan dalam negeri," ujarnya.
Dia memaparkan, secara kuantitatif dalam 69 tahun terakhir sejak merdeka, perdagangan Indonesia tumbuh besar.
"Dari sisi kualitatifnya ada upaya kita merevitalisasi pasar tradisonal, meningkatkan kehandalan sistem perdagangan dengan peraturan yang lebih baik. Jadi, kita punya prestasi yang bisa diapresiasi," tandas Bayu.
(dmd)
Lihat Juga :