Pertumbuhan Ekonomi Malaysia Q2 Lebih Baik

Jum'at, 15 Agustus 2014 - 13:26 WIB
Pertumbuhan Ekonomi...
Pertumbuhan Ekonomi Malaysia Q2 Lebih Baik
A A A
KUALA LUMPUR - Ekonomi Malaysia tumbuh lebih baik dari perkiraan sebesar 6,4% pada kuartal kedua (Q2) 2014, di belakang kinerja ekspor dan permintaan domestik yang kuat.

Bank Sentral di ekonomi terbesar ketiga Asia Tenggara itu mengatakan, ekspor melonjak 14,2% dalam tiga bulan sampai Juni dibandingkan dengan kuartal yang sama tahun lalu. Investasi swasta, terutama di sektor jasa dan manufaktur, naik 12,1%, sementara konsumsi swasta tumbuh 6,5% pada kuartal year-on-year (yoy).

"Ekspor dan aktivitas sektor swasta menjadi pendorong utama pertumbuhan pada kuartal tersebut," kata Bank Sentral dalam siaran persnya, seperti dilansir dari Channel News Asia, Jumat (15/8/2014).

"Ke depan, perekonomian Malaysia diperkirakan akan tetap pada jalur pertumbuhan yang stabil," lanjutnya, sambil menambahkan pertumbuhan ekspor diperkirakan sedikit moderat di paruh kedua tahun ini.

Ekonom Affin Investment Bank, Alan Tan mengatakan, pertumbuhan pada paruh kedua diperkirakan akan datang di angka sekitar 5,2% yoy. "Pemulihan berbasis luas dalam ekspor dan permintaan domestik kemungkinan akan berlanjut di semester kedua," ujarnya.

Tan menyebutkan pertumbuhan ekonomi pada tahun ini diperkirakan sedikit melebihi perkiraan pemerintah antara 5-5,5%.

Rata-rata inflasi sebesar 3,3% pada kuartal kedua, turun dari 3,% pada kuartal pertama. Bulan lalu, bank menaikkan suku bunga kebijakan, dengan tingkat bunga acuan sebesar 25 basis poin menjadi 3,25% untuk mengendalikan inflasi.

Pemerintah berencana memperkenalkan pajak barang dan jasa tahun depan, yang ekonom nilai untuk membantu rasio lebih rendah dari rasio utang tertinggi di Asia terhadap PDB.

Tapi, ribuan pekerja memprotes rencana terebut, mereka khawatir kenaikan pajak 6% akan membebani konsumen yang sudah berjuang dengan kenaikan harga.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
PM Malaysia Mundur,...
PM Malaysia Mundur, Ringgit Jatuh ke Level Terendah
Wapres Minta Ekonomi...
Wapres Minta Ekonomi Perbatasan Indonesia-Malaysia Diperkuat
Malaysia Akui Keberadaan...
Malaysia Akui Keberadaan TKI Dorong Pertumbuhan Ekonomi
Ekonomi Malaysia Resmi...
Ekonomi Malaysia Resmi Krisis secara Teknis, Terparah Sejak 1998
Malaysia Lockdown Total,...
Malaysia Lockdown Total, Dampak Ekonominya ke RI Tak Signifikan
IMF Prediksi Ekonomi...
IMF Prediksi Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,1% di 2026, Ungguli China dan Malaysia
Berita Terkini
Tren Mobilitas Ramah...
Tren Mobilitas Ramah Lingkungan Meningkat, Pembiayaan Kendaraan Listrik MUF Melesat
3 jam yang lalu
Rupiah Amburadul Rp18...
Rupiah Amburadul Rp18 Ribu, Produk Rumah Tangga Unilever Bakal Naik Harga di Kuartal II 2026
3 jam yang lalu
Rupiah Terkapar, Dampaknya...
Rupiah Terkapar, Dampaknya Mulai Terasa ke Sektor Industri Nasional
3 jam yang lalu
PLN EPI, PLN Puslitbang...
PLN EPI, PLN Puslitbang dan ITERA Kolaborasi Kembangkan Tanaman Energi
5 jam yang lalu
Pelindo Sinergi Lokaseva...
Pelindo Sinergi Lokaseva Catat Kinerja Operasional Positif di Awal 2026
5 jam yang lalu
BRI Life Ungkap Peran...
BRI Life Ungkap Peran Mitra Stategis Selama 4 Dekade
5 jam yang lalu
Infografis
Perbandingan Jet Tempur...
Perbandingan Jet Tempur J-15 China dan F-15 Jepang, Mana Lebih Hebat?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved