Nilai Penerimaan Pajak Tak Diimbangi Peningkatan Tax Ratio

Sabtu, 16 Agustus 2014 - 15:24 WIB
Nilai Penerimaan Pajak...
Nilai Penerimaan Pajak Tak Diimbangi Peningkatan Tax Ratio
A A A
JAKARTA - Komisi Anggaran Independen (KAI) menilai peningkatan jumlah penerimaan pajak selama periode kepemimpinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tidak diimbangi peningkatan pada sisi perbandingan penerimaan pajak (tax ratio) terhadap total Produk Domestik Bruto (PDB).

"Tidak ada rancangan target untuk menaikkan penerimaan secara lebih signifikan. Nominal iya, tapi secara persentase PDB/tax ratio itu tetap berkutat pada angka 12% PDB," ujar Komisioner KAI, Sugeng Bahagijo dalam konferensi pers RAPBN 2015 di Restoran Pulau Dua, Jakarta, Sabtu (16/8/2014).

Lebih lanjut, dia mengatakan, hal ini mengindikasikan tidak adanya perbaikan APBN untuk pemerintahan baru. Selain itu, tax ratio Indonesia tergolong sangat rendah, dan praktis tidak banyak bergeser pada kisaran 12% PDB. (Baca: Agus Sambut Baik Tax Ratio Indonesia Tahun Depan 12%)

"Padahal, pemerintah sekarang seharusnya bisa memberi indikasi kalau mau baik mestinya naik 1% dari 12% menjadi 13%. Artinya, itu bisa menjadi sinyal untuk pemerintah baru melanjutkan hal-hal baik," ucapnya.

Sugeng melanjutkan, total penerimaan negara yang bersumber dari Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) masih saja didominasi PNBP Migas. Sektor Migas menyumbang sekitar 80% dari total PNBP.

"Sayang, hingga sejauh ini belum ada upaya sistematis untuk meningkatkan jumlah kewajiban bagi pasar dalam negeri. Akibatnya, harga bahan bakar senantiasa mengalami kerentanan dan menggerus anggaran belanja negara," pungkasnya.

(Baca: RAPBN 2015 Wariskan Ruang Fiskal Sempit Pemerintah Baru)
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Butuh Duit Rp1.840,7...
Butuh Duit Rp1.840,7 Triliun Tahun Depan, Jokowi Minta Genjot Pajak
Rasio Pajak Dipatok...
Rasio Pajak Dipatok 8,25% Tahun Depan, Terendah Sejak 2010
Pajak Seret, Target...
Pajak Seret, Target Pendapatan Negara 2021 Turun Jadi Rp1.743 T
Ini Cara Sri Mulyani...
Ini Cara Sri Mulyani Kejar Pajak Rp1.506 Triliun Tahun Depan
Bayar Pajak kewajiban...
Bayar Pajak kewajiban konstitusi seluruh warga negara
Biayai Pembangunan,...
Biayai Pembangunan, Penerimaan Pajak 2021 Diproyeksi Rp1.481,9 Triliun
Berita Terkini
Kebut Program Motor...
Kebut Program Motor dan Kompor Listrik Tahun Depan, Bahlil Anggarkan Rp1,45 Triliun
4 jam yang lalu
Hasil Seleksi Pelatihan...
Hasil Seleksi Pelatihan Vokasi Batch 2 Diumumkan 18 Juni 2026, Begini Cara Aksesnya
5 jam yang lalu
Harga Tiket Whoosh Pakai...
Harga Tiket Whoosh Pakai Skema Dinamis Sambut Libur Sekolah Plus Long Weekend, Termurah Rp250 Ribu
6 jam yang lalu
Bahlil Antisipasi Ledakan...
Bahlil Antisipasi Ledakan Subsidi Energi Tahun Depan, Segini Hitungannya dalam RAPBN 2027
7 jam yang lalu
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Jaring Talenta Pelaut Muda Perkuat Distribusi Energi Nasional
7 jam yang lalu
Bahlil Jamin Harga BBM...
Bahlil Jamin Harga BBM Pertalite dan LPG 3 Kg Tidak Naik
8 jam yang lalu
Infografis
Skuad Timnas Inggris...
Skuad Timnas Inggris di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Liverpool
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved