Realisasi Produksi Minyak Paruh Pertama 788 Ribu Bph

Senin, 18 Agustus 2014 - 16:29 WIB
Realisasi Produksi Minyak...
Realisasi Produksi Minyak Paruh Pertama 788 Ribu Bph
A A A
JAKARTA - Satuan Kerja Khusus Usaha Hulu Minyak dan Gas (SKK Migas) melaporkan, realisasi produksi minyak di dalam negeri sepanjang paruh pertama 2014 baru mencapai 788 ribu barel per hari (bph) atau mendekati target produksi minyak dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBN-P) sebanyak 818 ribu bph.

"Realisasinya mencapai 788 ribu bph atau 96,3% dari target produksi minyak dalam APBN Perubahan 2014 mencapai 818 ribu bph," tutur Pelaksana Tugas SKK Migas Johanes Widjonarko di Jakarta, Senin (18/8/2014).

Menurut dia, terdapat sejumlah kendala yang menyebakan produksi minyak tak sesuai target karena keterlambatan produksi makasimum (full scale) Lapangan Banyu Urip, Blok Cepu, periode Januari-Maret lalu.

Adapun realisasi baru mencapai 29 ribu bph dan seharusnya pada bulan ini volume produksi dapat meningkat 10 ribu bph, sehingga mampu mencapai 39 ribu bph.

"Jadi, memang Cepu jadi penyumbang utana belum tercapainya rata-rata produksi 818 ribu bph," terang Widjanarko.

Tidak hanya Blok Cepu, Blok JOB Petrochina, Tuban juga mengalami gangguan produksi karena tidak beroperasi dua sumur di sana. Padahal seharusnya produksi awal mencapai 27 ribu bph.

"Berhentinya operasi di ke dua sumur itu mengurangi rata-rata produksi," jelasnya.

Penyebab lain belum tercapainya produksi karena ada penurunan produksi tanpa rencana (unplannned shutdown). Kendati demikian, Widjanarko optimistis target produksi minyak masih bisa tercapai sesuai dengan yang telah ditetapkan dengan bersama-sama kontraktor migas menggenjot produksi minyak memasuki semester II/2014.

"Semua fluktuatif, seperti misalnya pada tanggal 16 Agustus kemarin, produksi harian kita mencapai 819 ribu bph. Jadi, kita masih optimis sesuai target semoga begitu seterusnya," ungkapnya.

Kendati produksi minyak turun, untuk produksi gas bumi justru melampaui target APBN yakni 6.853 juta kaki kubik per hari (mmscfd) terealisasi 7.036 mmscfd. Secara keseluruhan produksi minyak dan gas bumi nasional mencapai 2,043 juta barel setara minyak per hari (boepd) atau 100,1% dari target APBN 2014," ungkapnya.

Sedangkan untuk produksi gas alam cari (LNG) sepanjang semester I/2014 mencapai 165 kargo. Itu berasal dari Kilang Bontang (Kalimantan Timur) sebanyak 90 kargo, Blok Tangguh (Papua Barat) 52 kargo, dan Arun (Aceh) 7 kargo. Satu kargo LNG setara dengan 338 ribu million british termal unit (mmbtu) hingga 400 ribu mmbtu.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Perlu Kolaborasi untuk...
Perlu Kolaborasi untuk Capai Target Produksi 1 Juta Barel Minyak
Rogoh Kocek Dalam Buat...
Rogoh Kocek Dalam Buat Beli BBM, Harga Minyak Diramal di Atas USD100/Barel hingga 2023
Imbas Corona, SKK Migas...
Imbas Corona, SKK Migas Lakukan Penyesuaian Target Lifting Migas
SKK Migas Gelar Supply...
SKK Migas Gelar Supply Chain & National Capacity Summit 2024
Produksi Minyak RI Diyakini...
Produksi Minyak RI Diyakini Bakal Bertambah 3.500 Barel Minyak per Hari
SKK Migas Perjuangkan...
SKK Migas Perjuangkan Kebutuhan Energi Minyak dan Gas Nasional
Berita Terkini
Harga Emas Antam Hari...
Harga Emas Antam Hari Ini Mager di Rp2,73 Juta per Gram, Berikut Rinciannya
10 menit yang lalu
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Perkuat Ketahanan Pangan Melalui Program CID
54 menit yang lalu
BUMN Mulai Pangkas Anak...
BUMN Mulai Pangkas Anak Usaha, dari Pupuk Indonesia sampai PLN
1 jam yang lalu
WYCE Targetkan Penjualan...
WYCE Targetkan Penjualan 100.000 Boks pada Tahun Pertama
1 jam yang lalu
10 Negara Produsen Pertanian...
10 Negara Produsen Pertanian Terbesar di Dunia, Indonesia Urutan Berapa?
2 jam yang lalu
DPR Solid Tolak Aturan...
DPR Solid Tolak Aturan Kemasan Polos Produk Tembakau dari Kemenkes
2 jam yang lalu
Infografis
Spesifikasi dan Daya...
Spesifikasi dan Daya Tempur Kapal Induk Pertama Indonesia Giuseppe Garibaldi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved