Wall Street Menguat Didukung Data Perumahan AS

Rabu, 20 Agustus 2014 - 08:52 WIB
Wall Street Menguat...
Wall Street Menguat Didukung Data Perumahan AS
A A A
NEW YORK - Indeks saham di Wall Street pada perdagaangan Selasa waktu setempat ditutup kembali menguat didukung data perumahan yang kuat dan kinerja yang positif dari saham Home Depot di tengah konflik berkepanjangan antara Ukraina dan Rusia.

Data menggembirakan dari sektor ekonomi mendorong indeks sektor perumahan (PHLX) naik 1,7%. Data perumahan mulai mengalami kenaikan terkuat dalam delapan bulan pada bulan Juli, melampaui ekspektasi dan kembali memberi optimisme terhadap pengembang perumahan.

Hal ini memberi kepercayaan diri kepada investor dalam menghadapi ketegangan yang terus terjadi antara Ukraina-Rusia, yang membuat pasar tertekan selama berminggu-minggu.

"Banyak kekhawatiran geopolitik terhadap Timur Tengah, Rusia dan Ukraina telah hilang karena kombinasi data ekonomi yang baik dan hasil kinerja perusahaan yang kuat membuat saham bergerak lebih tinggi. Kami akhirnya mulai melihat bahwa kekuatan di pasar perumahan yang kita harapkan terjadi di kuartal II," kata Kepala Strategi Pasar Saham di Federated Investors Phil Orlando seperti dilansir Reuters, Rabu (20/8/2014).

Saham Home Depot Inc naik 5,6%, persentase kenaikan terbesar harian sejak Mei 2009. Saham ini ditutup pada rekor USD88,23 dan mencatat rekor intraday pada level USD88,98. Kenaikan saham ini terjadi setelah kinerjanya mengalahkan ekspektasi Wall Street.

Sementara saham saingan Home Depot, yakni Lowe Cos juga ditutup naik 2,1% menjadi USD51,52. Adapun saham Apple Inc, yang merupakan salah satu saham yang paling banyak diperdagangkan setelah mencapai level USD100 untuk kali pertama sejak pertengahan tahun ditutup naik 1,4% menjadi USD100,53.

Apel memberikan kontribusi terbesar terhadap kenaikan indeks S&P 500 dan Nasdaq Composite.

Adapun indeks Dow Jones Industrial Average berakhir naik 80,85 poin atau 0,485 menjadi 16.919,59; indeks S&P 500 naik 9,86 poin atau 0,50% menjadi 1.981,60 dan Nasdaq Composite bertambah 19,20 poin atau 0,43% menjadi 4.527,51 dan menjadi penutupan tertinggi sejak 31 Maret 2000.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Wall Street Terdongkrak...
Wall Street Terdongkrak Diterpa Optimisme Pengembangan Vaksin Corona
Wall Street Berbalik...
Wall Street Berbalik Jatuh di Tengah Ancaman Trump Tutup Facebook dan Twitter
Wall Street Bangkit...
Wall Street Bangkit Ditopang Dua Raksasa Teknologi
Ditopang Saham-saham...
Ditopang Saham-saham Bank, Wall Street Dibuka Naik
Wall Street Turun Tajam...
Wall Street Turun Tajam Dihantam Aksi Jual Saham Teknologi
Wall Street Mixed Saat...
Wall Street Mixed Saat Dow dan S&P 500 Jatuh Dibayangi Kasus Baru Covid-19
Berita Terkini
Musk Peringatkan Bahaya...
Musk Peringatkan Bahaya Utang AS, Pajak Miliarder Tak Akan Cukup Hapus Defisit
8 jam yang lalu
Bidik Calon Kreditur,...
Bidik Calon Kreditur, CLIK Propensity Score Bantu Bank Ambil Keputusan Akurat
9 jam yang lalu
Babinsa Awasi Pajak...
Babinsa Awasi Pajak Bisa Picu Persepsi Negatif, DPR: Jangan Sampai Dianggap Mata-mata
11 jam yang lalu
Redam Perang Dagang...
Redam Perang Dagang dengan AS, China Usul Pangkas Tarif Rp535 triliun
14 jam yang lalu
Tarif 3 Jalan Tol Berpotensi...
Tarif 3 Jalan Tol Berpotensi Naik Tahun Ini, Semuanya di Pulau Jawa
16 jam yang lalu
PLN EPI Bidik Pasar...
PLN EPI Bidik Pasar Hidrogen Hijau untuk Industri dan Penerbangan
17 jam yang lalu
Infografis
Bagher Ghalibaf, Negosiator...
Bagher Ghalibaf, Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Tundukkan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved