Indeks S&P 500 Cetak Rekor Baru

Jum'at, 22 Agustus 2014 - 09:02 WIB
Indeks S&P 500 Cetak...
Indeks S&P 500 Cetak Rekor Baru
A A A
NEW YORK - Indeks saham di Wall Street pada perdagangan Kamis waktu setempat berakhir menguat, dengan indeks S&P 500 berhasil ditutup pada rekor baru karena investor berharap kenaikan suku bunga tidak akan terjadi di tengah positifnya data ekonomi Amerika Serikat (AS).

Indeks S&P 500 naik melewati intraday sebelumnya dari 1.991,39 dan berakhir di atas rekor penutupan sebelumnya di level 1.987,98.

Pelaku pasar menahan diri dalam melakukan taruhan besar sebelum pidato oleh Gubernur Federal Reserve (The Fed) Janet Yellen pada Jumat waktus etempat pada pertemuan bank sentral di Jackson Hole, Wyoming. Hasil dari pertemuan ini bisa memberikan petunjuk tentang waktu penaikkan suku bunga.

"Dengan data ekonomi yang bullish, komentar Yellen di Jackson Hole tetap sebagai dovish, apakah pasar berharap itu akan terjadi?" kata Managing Partner di Mayflower Advisors Lawrence Glazer seperti dilansir Reuters, Jumat (22/8/2014).

Para pembuat kebijakan diperkirakan akan mendukung suku bunga tetap rendah. Beberapa investor juga tetap skeptis apakah kenaikan pasar saham baru-baru ini beranjut, menunjuk ke volume perdagangan yang ringan.

Indeks Dow Jones Industrial Average ditutup naik 60,36 poin atau 0,36% ke 17.039,49; indeks S&P 500 menguat 5,86 poin atau 0,29% menjadi 1.992,37; dan Nasdaq Composite bertambah 5,62 poin atau 0,12% ke 4.532,10.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Wall Street Terdongkrak...
Wall Street Terdongkrak Diterpa Optimisme Pengembangan Vaksin Corona
Wall Street Berbalik...
Wall Street Berbalik Jatuh di Tengah Ancaman Trump Tutup Facebook dan Twitter
Wall Street Bangkit...
Wall Street Bangkit Ditopang Dua Raksasa Teknologi
Ditopang Saham-saham...
Ditopang Saham-saham Bank, Wall Street Dibuka Naik
Wall Street Turun Tajam...
Wall Street Turun Tajam Dihantam Aksi Jual Saham Teknologi
Wall Street Mixed Saat...
Wall Street Mixed Saat Dow dan S&P 500 Jatuh Dibayangi Kasus Baru Covid-19
Berita Terkini
Kredit Perbankan Juni...
Kredit Perbankan Juni 2026 Tumbuh 12,67%, BI Optimistis Capai Target Tahun Ini
10 menit yang lalu
Tips MotionTrade: Kenali...
Tips MotionTrade: Kenali Risiko Investasi Reksa Dana sebelum Mulai Berinvestasi
23 menit yang lalu
KAI Logistik Kelola...
KAI Logistik Kelola 8,7 Juta Ton Angkutan Barang di Semester I 2026
1 jam yang lalu
Transaksi BI-FAST Capai...
Transaksi BI-FAST Capai 1,53 Miliar di Triwulan II 2026, Nilainya Tembus Rp3.777 Triliun
1 jam yang lalu
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Integrasikan Penanganan Stunting dan Pemberdayaan UMKM
1 jam yang lalu
Heboh Surat Dinas ke...
Heboh Surat Dinas ke AS dengan Keluarga Bocor, Menteri PU: Saya Nggak Jadi Berangkat
1 jam yang lalu
Infografis
Pemprov DKI Jakarta...
Pemprov DKI Jakarta Bakal Bangun 11 Rusun Baru, Ini Lokasinya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved