Pemerintah Baru Bisa Realisasikan Konversi Energi

Rabu, 27 Agustus 2014 - 13:15 WIB
Pemerintah Baru Bisa...
Pemerintah Baru Bisa Realisasikan Konversi Energi
A A A
JAKARTA - Program diversifikasi dan konversi energi di Indonesia telah menjadi wacana yang ramai digembar-gemborkan sejak lama. Namun, progres dari buah bibir pemerintah tersebut tak kunjung terwujud.

Peneliti INDEF, Fadhil Hasan mengatakan, hal ini dapat segera direalisasaikan oleh pemerintah yang baru. "Tentu kita berharap pemerintahan baru tidak seperti pemerintahan sebelumnya, yang programnya lebih banyak dijadikan buah bibir daripada dijalankan," ujarnya di kantor INDEF Jakarta, Rabu (27/8/2014).

Pemerintah yang baru di masa jabatan Jokowi-JK harus diberikan dorongan. Menurutnya, dorongan ini juga diberikan guna menanggapi kondisi parah yang menyebutkan bahwa cadangan energi minyak di Indonesia diperkirakan hanya mampu bertahan 14 tahun ke depan.

Maka, lanjutnya, langkah diversifikasi dan konversi energi terlebih lagi untuk BBM jelas sangat dibutuhkan saat ini guna menjamin ketersediaan energi dalam negeri. Karena jika energi di dalam negeri habis, maka yang akan terjadi adalah Indonesia terpaksa harus impor energi lagi.

"Saya yakin, jika sumber energi dapat diragamkan, maka sumber energi dan konversi atau mengalihkan ke sumber energi baru seperti gas dan bahan bakar nabati juga dapat mendorong penghematan anggaran untuk dalam negeri," ujarnya.

Fadhil mencontohkan, jika menggunakan gas, pasti sangat murah, sehingga pemerintah tidak perlu mensubsidinya seperti BBM.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pupuk Indonesia Dorong...
Pupuk Indonesia Dorong Percepatan Konversi Motor BBM ke Listrik
Wuih! Ada 1.000 Unit...
Wuih! Ada 1.000 Unit Konversi Motor Jadi Listrik Gratis di Jabodetabek, Buruan Daftar!
Pertamina Siapkan 56.000...
Pertamina Siapkan 56.000 Paket Konversi LPG untuk Nelayan Tahun Ini
Tekan Impor BBM, PLN...
Tekan Impor BBM, PLN Konversi 250 MW PLTD ke PLTS di 2022
Anggota DPR RI Minta...
Anggota DPR RI Minta Kuota Minyak Tanah di Maluku Dikembalikan
1 Juta Keluarga di Jabar...
1 Juta Keluarga di Jabar Bakal Dapat Program Konversi Gas ke Listrik
Berita Terkini
Defisit APBN Mei 2026...
Defisit APBN Mei 2026 Tembus Rp180,4 Triliun, Purbaya: Sangat Aman
25 menit yang lalu
Transaksi Digital Melonjak,...
Transaksi Digital Melonjak, Visa Tekankan Pentingnya Pengelolaan Risiko
50 menit yang lalu
Peringati Hari Lingkungan...
Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, BRI Dorong Sadar Budaya Kelola Sampah melalui Green Action BRI Peduli
57 menit yang lalu
Rupiah Ambruk Tembus...
Rupiah Ambruk Tembus Rp18.000 per Dolar AS, Pengusaha Ritel Sport Jantung
1 jam yang lalu
Lindungi Konsumen, Pakar...
Lindungi Konsumen, Pakar UI Ingatkan Dampak Paparan BPA Galon Guna Ulang
1 jam yang lalu
IHSG Kembali Babak Belur...
IHSG Kembali Babak Belur Siang Ini, Nyungsep 2,53% ke 5.692
1 jam yang lalu
Infografis
8 Kebijakan Baru Pemerintah...
8 Kebijakan Baru Pemerintah Hadapi Tekanan Global! WFH hingga MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved