BBM Bersubsidi Tak Cukup Sampai Akhir Tahun

Rabu, 27 Agustus 2014 - 20:16 WIB
BBM Bersubsidi Tak Cukup...
BBM Bersubsidi Tak Cukup Sampai Akhir Tahun
A A A
SEMARANG - Kuota Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi baik solar maupun premium dipastikan tidak akan mencukupi hingga akhir tahun 2014 atau over kuota, setelah PT Pertamina kembali menyalurkan BBM bersubsidi secara normal per tanggal 26 Agustus.

Di wilayah Jateng dan DIY diperkirakan stok premium bersubsidi cuma akan bertahan sampai medio awal Desember, sementara untuk solar bersubsidi hanya cukup sampai November.

Asisten Manager External Relation PT Pertamina MOR IV Jateng-DIY,Roberth MV Dumatubun menyatakan, penyaluran BBM subsidi selama pengendalian (18-25 Agustus) per hari adalah 9.394 kilo liter (KL) untuk premium atau dikurangi 10% dan 4.488 Kl untuk solar.

Setelah adanya perintah normalisasi penyaluran, seluruh penyaluran BBM dikembalikan ke normal yakni menjadi 10.232 kl untuk premium bersubsidi dan 5.088 kl untuk solar bersubsidi.

Dia mengatakan, untuk mekanisme penyaluran BBM bersubsidi, penyaluran akan dilakukan kembali sesuai dengan penyaluran normal sama seperti penyaluran periode Januari-Juni 2014. Penyaluran akan tetap dilakukan secara terukur dan terarah sesuai kondisi lokasi/daerah.

Dengan normalisasi pasokan BBM Bersubsidi, konsekwensinya adalah akan terjadi over kuota yang artinya kuota yang telah ditetapkan untuk tahun 2014 tidak akan cukup sampai akhir tahun.

Hal itu disebabkan, untuk wilayah Marketing Operation Reg IV Jawa Tengah & DIY, hingga 23 Agustus 2014 realisasi konsumsi BBM bersubsidi di wilayah Jateng & DIY telah mencapai 65 % dari kuota tahun 2014. “Sisanya tidak akan mencukupi sampai akhir tahun. Premium hanya akan bertahan sampai awal Desember, sedangkan Solar di bulan November,” ujarnya Rabu (27/8/2014).

Disebutkan Robert, selama pengendalian penyaluran BBM bersubsidi terjadi kenaikan permintaan premium non subsidi. Jika pada kondisi normal konsumsi BBM non subsidi hanya 224,1 KL, pada saat pengendalian naik menjadi 285 KL atau naik sekitar 27,2%.

Dengan dilakukannya normalisasi pasokan ini, maka masyarakat diminta agar tidak lagi panik dan antre di SPBU (panic buying).

”Apabila hari ini masih terjadi antrean, hal ini hanya karena sebagian masyarakat belum secara menyeluruh menerima informasi perihal normalisasi pasokan. Dibutuhkan 1-2 hari untuk recovery pasokan dan sosialisasi ke masyarakat agar tidak lagi panik dan antre di SPBU,” jelasnya.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pengamat: Subsidi Langsung...
Pengamat: Subsidi Langsung Jadi Solusi Masalah Penyaluran BBM
Kuota BBM Subsidi Tahun...
Kuota BBM Subsidi Tahun Depan Disepakati, Ini Rinciannya
Kasus Penyalahgunaan...
Kasus Penyalahgunaan BBM Bersubsidi, Bareskrim: Pelaku Tampung dari Sejumlah SPBU
Solar Subsidi di Natuna...
Solar Subsidi di Natuna Dinikmati Masyarakat Menengah ke Atas, Pengawasan Pertamina Dinilai Lemah
Kuota BBM Pertalite...
Kuota BBM Pertalite Menipis, Tinggal Tersisa 4 Juta Kiloliter
Kuota BBM Pertalite...
Kuota BBM Pertalite Menipis, Butuh Tambahan 6 Juta KL hingga Akhir 2022
Berita Terkini
Elnusa Petrofin Salurkan...
Elnusa Petrofin Salurkan Perdana Biosolar B50 untuk Sektor Industri
27 menit yang lalu
Singapura Mulai Proyek...
Singapura Mulai Proyek Raksasa Lawan Kenaikan Permukaan Laut
33 menit yang lalu
M2P Fintech Dorong Industri...
M2P Fintech Dorong Industri Keuangan Perkuat Sistem Anti-Fraud Berbasis AI
55 menit yang lalu
Intip Kontribusi Vokasi...
Intip Kontribusi Vokasi Sampoerna Karya Bangsa untuk Cetak SDM Unggul
1 jam yang lalu
Said Iqbal Minta Pajak...
Said Iqbal Minta Pajak JHT Dihapus bagi Seluruh Penerima
1 jam yang lalu
Sinergi Berkelanjutan,...
Sinergi Berkelanjutan, bank bjb Dukung Percepatan Program Rumah Layak Huni melalui BSPS 2026
1 jam yang lalu
Infografis
Skuad Timnas Inggris...
Skuad Timnas Inggris di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Liverpool
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved