Tol Laut Jokowi Diharapkan Tak Gunakan Dana APBN

Rabu, 27 Agustus 2014 - 21:18 WIB
Tol Laut Jokowi Diharapkan...
Tol Laut Jokowi Diharapkan Tak Gunakan Dana APBN
A A A
JAKARTA - Presiden terpilih Joko Widodo dalam program kerjanya berencana membuat tol laut. Tol laut ini adalah tarnsportasi via laut yang menghubungkan antar pulau di Indonesia dari Sabang sampai Merauke. Hal ini dinilai sangat diperlukan Indonesia mengingat status Indonesia sebagai negara maritim.

Pengamat Institute For Development of Economics and Finance (Indef), Didin S Damanhuri mengatakan, pihaknya mendukung rencana Jokowi tersebut dengan catatan, Jokowi jangan menyentuh dana APBN. Jokowi diharapkan bisa mencari sumber pendanaan lain.

"Tol laut Jokowi sebaikanya jangan pakai dana APBN. Malaysia saja kita lihat bisa dan sudah dibuktikan Putra Jaya yang tidak lewat APBN negara mereka. Mereka ada skema pendanaan financial outsourcing strategic," ucap Didin dalam diskusi Indef di kantornya, Pejaten, Jakarta, Rabu (27/8/2014).

Didin menyarankan agar Jokowi bisa lebih kreatif dalam mencari sumber pendanaan dan penerimaan baru untuk negara. Ini juga diperlukan untuk memperbaiki alokasi APBN yang selama ini dinilai tidak tepat sasaran.

"Alokasikan ke yang tepat sasaran misalnya untuk pembangunan infrastruktur, membangkitkan UMKM. Saat ini UMKM masih belum maksimal karena perbankan mengklaim pembiayaan sudah 20% untuk UMKM, tapi realnya 5%," tegasnya.

Selain itu, Jokowi juga diminta fokus pada anggaran untuk tata ruang. Tata ruang Indonesia saat ini dinilai masih berantakan karena banyaknya mal dan bangunan-bangunan yang tidak penting.

"Tata ruang saja misalnya lapangan bola jadi mal. UKM Centre saja saya dengar mau didirikan Carefour di situ. Harus ada komitmen pemerintah tentang tata ruang," tutupnya.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Prospek Menjanjikan,...
Prospek Menjanjikan, Jadi Pengusaha Logistik Tak Perlu Modal Besar
Teknologi Mentransformasi...
Teknologi Mentransformasi Ekspektasi Industri Logistik dengan Cepat
Pakar Sebut Logistik...
Pakar Sebut Logistik Indonesia Butuh Sistem Regulasi Jelas dan Terintegrasi
Pengusaha Logistik Pede...
Pengusaha Logistik Pede Bisnisnya Tembus Rp4.500 Triliun di 2024
Anak Usaha Trans Power...
Anak Usaha Trans Power Marine Kantongi Fasilitas Kredit Rp1 Triliun
Mantan Tukang Sapu di...
Mantan Tukang Sapu di Sarinah Jadi CEO Startup Kargo TrawlBens
Berita Terkini
Relevansi Jadi Kunci...
Relevansi Jadi Kunci Utama Membangun Kekuatan Merek di Era Digital
6 jam yang lalu
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
7 jam yang lalu
GAPKI Tegaskan Industri...
GAPKI Tegaskan Industri Sawit RI Terapkan Standar Keselamatan Kerja Berkelanjutan
7 jam yang lalu
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
8 jam yang lalu
Airlangga Bocorkan Lahan...
Airlangga Bocorkan Lahan BUMN di Bali Jadi Opsi Calon Lokasi PFII
8 jam yang lalu
Soal Pindar, KPPU Didorong...
Soal Pindar, KPPU Didorong Utamakan Tindakan Pencegahan
8 jam yang lalu
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved