Pemerintah Optimalkan Sistem Fortifikasi Garam Beryodium

Rabu, 27 Agustus 2014 - 21:32 WIB
Pemerintah Optimalkan...
Pemerintah Optimalkan Sistem Fortifikasi Garam Beryodium
A A A
JAKARTA - Indonesia saat ini sedang melakukan optimalisasi peningkatan gizi melalui sistem fortifikasi dan Standar Nasional Indonesia (SNI) pada produk garam beryodium, tepung terigu dan persiapan SNI minyak goreng sawit.

Wakil Menteri Perindustrian Alex SW Retraubun menyatakan, Kemenperin sebagai pembina industri nasional mengganggap pelaksanaan fortifikasi dan SNI kepada produk garam beryodium, tepung terigu dan minyak sawit harus segera dilakukan.

"Kami mewajibkan pengusaha harus sejalan dan kebijakan ini kan tentu ada dukungan. Kemperin melakukan tugas dan fungsi. Saya juga mendukung tidak perlu adanya insentif kepada pengusaha karena masyarakat dapat mengetahui produk mana yang bisa dibeli," tuturnya seperti dalam rilis, Rabu (27/8/2014).

Sementara itu, Direktur PT Indofood Sukses Makmur, Franciscus Welirang mengapresiasi pemerintah dengan membantu melaksanakan fortifikasi kepada produknya. Dirinya pun melihat adanya tantangan bagi pengusaha untuk membuat produk yang baik bagi masyarakat.

"Lihat dari pengusaha, mereka merasakan dampak tantangan di sana kalau mau berkelanjutan melihat konsumennya baik dan bagi pengusaha juga baik," ujarnya.

Kendati tidak mendapatkan insentif dari pemerintah, Franky Tetap melakukan proses tersebut, lantaran melihat jika produk yang dilakukan fortifikasi sangat baik karena kebutuhan vitamin tambahan tidak diproduksi oleh manusia khususnya ibu dan anak.

"Insentif tidak ada dan pengusaha tidak butuh itu (insentif) dan dia (produk) memiliki nilai tambah dari konsumen," terangnya.

Direktur Indonesian Nutrition Foundation for Food Fortification, Soekirman menerangkan, fortifikasi pangan merupakan tindakan rekayasa teknologi untuk memperkaya nilai gizi bahan pangan tertentu.

"Berdasarkan UU 18 tahun 2012 tentang pangan pasal 63.2.a menugaskan pemerinth bila perlu menetapkan pengayaan nilai atau mutu gizi bahan makanan tertentu untuk memperbaiki gizi masyarakat," jelasnya.

Saat ini, sambung dia, pemerintah sudah menjalankan fortifikasi kepada garam selama 10 tahun, tepung terigu sejak 2001 dan minyak goreng. Kedepan, pemerintah melalui Bulog juga telah melakukan penelitian fortifikasi kepada produk beras.

"Beras sedang kami teliti. Baik rasa, bentuk, warna dan kualitasnya. Kurang lebih setahun akan bisa diluncurkan," tutupnya.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Produksi Garam Sulsel...
Produksi Garam Sulsel Terus Turun Dalam 2 Tahun Terakhir
Produksi dan Kebutuhan...
Produksi dan Kebutuhan Jomplang, RI Bakal Kecanduan Impor Garam
Pakar UI: Garam Bermutu...
Pakar UI: Garam Bermutu Dihasilkan Dari Panen di Atas Meja Garam
APGRI Beberkan Penyebab...
APGRI Beberkan Penyebab Indonesia Selalu Impor Garam
Industri Pengguna Garam...
Industri Pengguna Garam Bisa Tenang, Ada Jaminan Pasokan dari Kemenperin
KPPU Endus Ada potensi...
KPPU Endus Ada potensi Rente di Impor Garam
Berita Terkini
IHSG Makin Parah, Hari...
IHSG Makin Parah, Hari Ini Ditutup Ambles 4,20 Persen ke 5.594
50 menit yang lalu
AHY Jadi Ketua Komite...
AHY Jadi Ketua Komite Kereta Cepat Jakarta-Bandung Geser Luhut, Perpres Baru Diteken Prabowo
59 menit yang lalu
APHI dan New Forests...
APHI dan New Forests Dukung Investasi Pengelolaan Hutan Berkelanjutan
1 jam yang lalu
Rupiah Hari Ini Berakhir...
Rupiah Hari Ini Berakhir Merayap ke Rp18.036 per Dolar AS, Berikut Sebabnya
1 jam yang lalu
5 Hal Yang Wajib Anda...
5 Hal Yang Wajib Anda Ketahui Sebelum Datang ke Tempat Gestun Terdekat
1 jam yang lalu
Defisit APBN Mei 2026...
Defisit APBN Mei 2026 Tembus Rp180,4 Triliun, Purbaya: Sangat Aman
2 jam yang lalu
Infografis
Sistem Pertahanan S-400...
Sistem Pertahanan S-400 India Dihancurkan oleh Pakistan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved