Anak Usaha Telkom Bangun Kabel Laut RI-Amerika Rp2,9 T

Jum'at, 29 Agustus 2014 - 13:03 WIB
Anak Usaha Telkom Bangun...
Anak Usaha Telkom Bangun Kabel Laut RI-Amerika Rp2,9 T
A A A
JAKARTA - PT Telekomunikasi Indonesia (Telkom) Tbk (TLKM) melalui anak usaha PT Telekomunikasi Indonesia Internasional (Telin) menandatangani kontrak kerja sama pembangunan sistem kabel laut international senilai USD250 juta atau sekitar Rp2,9 triliun (kurs Rp11.709/USD).

Sistem kabel laut international ini menghubungkan Indonesia ke belahan timur hingga Amerika. Telin kembali bergabung bersama operator kelas dunia lainnya dalam Konsorsium South East Asia-United States (SEA-US).

Submarine Cable System SEA-US merupakan sistem kabel bawah laut yang mempunyai panjang sekitar 15.000 kilometer (km) yang membentang dari Indonesia ke Amerika. Kabel laut SEA US menghubungkan lima area dan teritori yaitu Manado (Indonesia), Davao (Philippines), Piti (Guam), Oahu (Hawaii, United States), dan Los Angeles (California, United States).

Direktur Utama Telkom Arief Yahya mengatakan, Indonesia siap menghadirkan Indonesia Global Networks yang menghubungkan jalur komunikasi global melalui pembangunan SEA-ME-WE 5 dan SEA-US.

"Infrastruktur SEA-US adalah kabel laut pertama yang menghubungkan Indonesia bagian timur ke Amerika Serikat. Terhubung dengan infrastruktur milik Telkom, sistem kabel laut ini mampu menyediakan latency yang paling rendah dari Indonesia ke Amerika Serikat dibandingkan dengan sistem kabel laut international lain yang sudah ada saat ini," ujar Arief dalam rilisnya, Jumat (29/8/2014).

Kabel laut SEA-US ini memiliki beberapa keunggulan, seperti hambatan yang relatif kecil meski di saat traffic yang padat (lowest latency), posisi kabel yang tidak berada di kawasan gunung berapi dan patahan bumi.

Sehingga probabilitas terkena bencana alam cenderung kecil serta rute pembangunan kabel laut hampir 70% ke kawasan Amerika.

Pada saat beroperasi 2016, sistem kabel laut SEA-US ini melalui koneksi kabel laut Indonesia Global Gateway (Manado-Dumai) akan terintegrasi dengan sistem kabel laut yang telah dimiliki Telin sebelumnya. Yaitu SEA-ME-WE 5, Asia America Gateway (AAG), South East Asia Japan Cable System (SJCS), Batam Singapore Cable System (BSCS), Dumai Malaka Cable System (DMCS), Thailand-Indonesia-Singapore (TIS).

Selain itu juga menguhubungkan sistem kabel domestik lainnya, sehingga akan menciptakan konfigurasi network komprehensif yang menghubungkan Asia, Eropa, USA dan Indonesia. Tentunya dengan kualitas yang tak tertandingi yang disebut sebagai Indonesia Global Networks.

Sistem komunikasi kabel laut ini dipastikan mempunyai konektivitas yang stabil dan menjadi satu-satunya sistem kabel laut yang menghubungkan Asia Tenggara dan USA dengan rute yang menghindari wilayah rawan gempa di Asia Timur.

Infrastruktur dengan nilai investasi sebesar USD250 juta ini akan menyediakan tambahan kapasitas sebesar 20Tb/detik, menghubungkan Indonesia dan Filipina ke Amerika Serikat menggunakan teknologi 100G.

Dengan kapasitas sebesar ini, diharapkan mampu menampung permintaan bandwidth antara kedua benua tersebut.

Konsorsium SEA-US terdiri dari tujuh perusahaan telekomunikasi global, yaitu PT Telin, Globe Telecom, RAM Telecom International (RTI), Hawaiian Telcom, Teleguam Holdings (GTA), GTI Corporation, and Telekomunikasi Indonesia International, Inc. (Telkom USA).
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Isu Hangat Selama Tiga...
Isu Hangat Selama Tiga Tahun ke Belakang di Industri Jaringan Telekomunikasi
Menanti Sepak Terjang...
Menanti Sepak Terjang Alexander Rusli Kembali ke Industri Telekomunikasi
XL Axiata Jual Aset...
XL Axiata Jual Aset Infrastruktur Telekomunikasi, Nilainya Rp5,9 Miliar
Telkom Buka Program...
Telkom Buka Program Magang 311 Mahasiswa, Pendaftar Capai 40.000 Orang
Baru 3 Tahun Pimpin...
Baru 3 Tahun Pimpin Telkom, Pengamat: Masa Jabatan Ririek Masih Panjang
Data IndiHome Diduga...
Data IndiHome Diduga Bocor, Telkom Pastikan Terproteksi
Berita Terkini
Energi Menjadi Medan...
Energi Menjadi Medan Perang AS-China di Abad Ini
3 jam yang lalu
PLN EPI Targetkan Pengembangan...
PLN EPI Targetkan Pengembangan Bio-CNG Berbasis Limbah Sawit Dukung Transisi Energi
4 jam yang lalu
IHSG dan Rupiah Tertekan,...
IHSG dan Rupiah Tertekan, Pasar Uji Kredibilitas Sistem Keuangan Indonesia
4 jam yang lalu
Redam Sentimen Sell...
Redam Sentimen 'Sell Indonesia', Ini Saran dari Ekonom
4 jam yang lalu
Soroti Pelemahan Rupiah,...
Soroti Pelemahan Rupiah, BADKO HMI Jatim Dorong Evaluasi Kebijakan Moneter
5 jam yang lalu
Kanda Dukung Afi Trending...
'Kanda Dukung Afi' Trending Global Jelang Pemilihan Ketum Hipmi
6 jam yang lalu
Infografis
Logo HUT ke-80 RI, Ini...
Logo HUT ke-80 RI, Ini Penjelasan Angka 80 Warna Merah-Putih dengan Garis Infinity
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved