Inflasi Zona Euro Agustus di Level Terendah 0,3%
Jum'at, 29 Agustus 2014 - 20:03 WIB
Inflasi Zona Euro Agustus di Level Terendah 0,3%
A
A
A
BRUSSELS - Inflasi di Zona Euro turun ke level terendah dalam lima tahun pada Agustus 2014, sesuatu yang membuat Bank Sentral Eropa (ECB) harus memeras otak untuk menggenjot pertumbuhan ekonomi.
Dikutip dari Reuters, Jumat (29/8/2014), kantor statistik Uni Eropa, Eurostat mencatat, harga konsumen di 18 negara mata uang tunggal euro itu naik hanya 0,3% dari tahun-ke-tahun (yoy) pada Agustus, sebagai kenaikan terkecil sejak Oktober 2009.
ECB menargetkan tingkat inflasi mendekati 2% dalam jangka menengah, level yang tidak terlihat sejak kuartal pertama 2013, tanda apa pun di bawah 1% dari waktu ke waktu berada di "zona bahaya".
Inflasi bergerak semakin dekat menuju nol, ekonomi stagnan, tingkat pengangguran dua digit dan tanda-tanda kelelahan reformasi di pemerintahan Zona Euro menimbulkan tantangan berat bagi ECB, yang tidak dapat memecahkan masalah sendiri.
Dalam pidato penting gubernur bank sentral di Jackson Hole, pekan lalu. Presiden ECB, Mario Draghi mengatakan, akan "membantu untuk sikap kebijakan secara keseluruhan" jika kebijakan fiskal dapat memainkan peran yang lebih besar di samping kebijakan moneter ECB.
ECB sendiri harus berbuat lebih banyak untuk merangsang pertumbuhan. "Ini adalah satu indikator buruk dari kesehatan ekonomi Zona Euro," kata Manajer Aberdeen Asset Management Investment, Luke Bartholomew.
Penurunan inflasi pada Agustus dipimpin penurunan harga volatile energi sebesar 2%. Kemudian, harga makanan, alkohol dan tembakau turun 0,3% untuk bulan kedua berturut-turut. Sementara inflasi inti, naik menjadi 0,9% dari 0,8%.
"Ketahanan inflasi inti hanya di bawah 1% menegaskan bahwa deflasi langsung tetap tidak mungkin," kata Marco Valli, kepala ekonom Zona Euro di UniCredit.
Dikutip dari Reuters, Jumat (29/8/2014), kantor statistik Uni Eropa, Eurostat mencatat, harga konsumen di 18 negara mata uang tunggal euro itu naik hanya 0,3% dari tahun-ke-tahun (yoy) pada Agustus, sebagai kenaikan terkecil sejak Oktober 2009.
ECB menargetkan tingkat inflasi mendekati 2% dalam jangka menengah, level yang tidak terlihat sejak kuartal pertama 2013, tanda apa pun di bawah 1% dari waktu ke waktu berada di "zona bahaya".
Inflasi bergerak semakin dekat menuju nol, ekonomi stagnan, tingkat pengangguran dua digit dan tanda-tanda kelelahan reformasi di pemerintahan Zona Euro menimbulkan tantangan berat bagi ECB, yang tidak dapat memecahkan masalah sendiri.
Dalam pidato penting gubernur bank sentral di Jackson Hole, pekan lalu. Presiden ECB, Mario Draghi mengatakan, akan "membantu untuk sikap kebijakan secara keseluruhan" jika kebijakan fiskal dapat memainkan peran yang lebih besar di samping kebijakan moneter ECB.
ECB sendiri harus berbuat lebih banyak untuk merangsang pertumbuhan. "Ini adalah satu indikator buruk dari kesehatan ekonomi Zona Euro," kata Manajer Aberdeen Asset Management Investment, Luke Bartholomew.
Penurunan inflasi pada Agustus dipimpin penurunan harga volatile energi sebesar 2%. Kemudian, harga makanan, alkohol dan tembakau turun 0,3% untuk bulan kedua berturut-turut. Sementara inflasi inti, naik menjadi 0,9% dari 0,8%.
"Ketahanan inflasi inti hanya di bawah 1% menegaskan bahwa deflasi langsung tetap tidak mungkin," kata Marco Valli, kepala ekonom Zona Euro di UniCredit.
(dmd)
Lihat Juga :