BII Raih Laba Rp1,3 T

Minggu, 31 Agustus 2014 - 18:41 WIB
BII Raih Laba Rp1,3...
BII Raih Laba Rp1,3 T
A A A
JAKARTA - PT Bank Internasional Indonesia Tbk (BNII) mencatat peningkatan laba hingga 13% menjadi Rp1,3 triliun.

President Group & CEO Maybank Datuk Abdul Farid Alias mengatakan, pendapatan bersih BII juga naik 6% menjadi Rp4,03 triliun didukung peningkatan fee based income sebesar 8% dan kenaikan 5% pada fund based income.

Sementara, kredit mencapai 25,5% dengan pertumbuhan yang kuat baik dalam segmen konsumer maupun non konsumer.

Meskipun simpanan tumbuh dengan baik sebesar 16,3%, likuiditas ketat yang dialami industri perbankan selama enam bulan menyebabkan terjadinya peningkatan biaya dana.

"Hal ini berdampak pada NIM Bank yang mengalami tekanan hingga 4,75% dari 5,34% pada Juni 2013," ujar dia dalam rilisnya, Minggu (31/8/2014).

Di samping itu, WOM Finance BII telah membukukan peningkatan PBT sebesar 5,7% didukung peningkatan total unit yang dibiayai sebesar 18,7%.

Sedangkan pembiayaan konsumer juga tumbuh 36% menjadi Rp4,15 triliun, dengan rasio non performing loan (NPL) bersih sebesar 1,47% pada Juni 2014.

Selama kuartal II, laba sebelum pajak (PBT) Maybank meningkat 7,6% menjadi 2,09 miliar ringgit Malaysia dibanding tahun lalu.

Laba bersih meningkat menjadi 1,58 miliar ringgit Malaysia atau tumbuh 0,5% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.

Peningkatan ini diperoleh dari perbaikan pertumbuhan kredit pada kuartal II dibandingkan dengan pendapatan imbal jasa yang rendah terutama sebagai hasil dari aktivitas investasi perbankan daerah dan pasar global yang mengalami perlambatan.

"Meskipun ketidakpastian ekonomi global terus berlanjut, Maybank telah mengupayakan peningkatan pendapatan secara berkelanjutan disertai dengan peningkatan value untuk semua pemangku kepentingan," ungkapnya.

Atas perkiraan akan ditempuhnya langkah tapering dalam ekonomi inti, Grup melakukan berbagai upaya untuk memanfaatkan sinergi Grup dan pengembangan kapabilitas bisnis untuk tetap mengoptimalkan pendapatan.

"Kami tetap menerapkan prinsip kehati-hatian di operasional regional pada semester II, kami melihat peluang pertumbuhan kredit berkelanjutan terutama di segmen konsumer, UKM dan korporasi di seluruh jaringan kami," pungkas dia.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pengumuman! KB Bank...
Pengumuman! KB Bank Resmi Ganti Nama Perusahaan Jadi PT Bank KB Indonesia Tbk
Cetak Laba Besar, BSI...
Cetak Laba Besar, BSI Bayar Zakat Lebih dari Rp122,5 Miliar
Forbes Tempatkan BSI...
Forbes Tempatkan BSI dalam Jajaran 5 Bank Terbaik Indonesia
MNC Land Ganti Nama...
MNC Land Ganti Nama Jadi PT MNC Tourism Indonesia Tbk
Pemaparan Kinerja PT...
Pemaparan Kinerja PT Bank Syariah Indonesia Tbk Triwulan III – 2021
Cost of Fund Turun,...
Cost of Fund Turun, Bos BSI Pede Bersaing dengan Bank Konvensional
Berita Terkini
Kebijakan Tambang RI...
Kebijakan Tambang RI Berubah-ubah, Investor China Mulai Alihkan Investasi Nikel ke Afrika
25 menit yang lalu
Saatnya Bayar Tagihan...
Saatnya Bayar Tagihan PBB-P2, Ada Diskon 7,5% hingga 31 Juli 2026
54 menit yang lalu
Barat Remehkan Blokade...
Barat Remehkan Blokade Selat Hormuz, Pasokan Minyak Dunia di Titik Kritis
1 jam yang lalu
MDLA Luncurkan Armada...
MDLA Luncurkan Armada Mobil Listrik, Dorong Transformasi Distribusi Rendah Emisi
4 jam yang lalu
Tren Mobilitas Ramah...
Tren Mobilitas Ramah Lingkungan Meningkat, Pembiayaan Kendaraan Listrik MUF Melesat
10 jam yang lalu
Rupiah Amburadul Rp18...
Rupiah Amburadul Rp18 Ribu, Produk Rumah Tangga Unilever Bakal Naik Harga di Kuartal II 2026
11 jam yang lalu
Infografis
Bayar Bunga Warisan...
Bayar Bunga Warisan Jokowi Rp183 T, Prabowo Bakal Tarik Utang Rp775 T
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved