43 Perusahaan Tambang Sepakati Renegosiasi KK

Senin, 01 September 2014 - 13:31 WIB
43 Perusahaan Tambang...
43 Perusahaan Tambang Sepakati Renegosiasi KK
A A A
JAKARTA - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jero Wacik menyebutkan, sebanyak 43 perusahaan pertambangan telah menyepakati renegosiasi kontrak pertambangan. Sementara 64 perusahaan lainnya dalam proses finalisasi.

"Dari 107 (KK dan PKP2B) itu, kami laporkan, yang sudah tandatangani MoU sebanyak 10 KK dan 33 PKP2B. Sedangkan yang finalisasi MoU 24 KK dan 40 PKP2B," ungkap Jero di Gedung DPR/MPR RI, Jakarta, Senin (1/9/2014).

Jero mengatakan, sebagian besar perusahaan tambang yang telah sepakat adalah perusahaan pertambangan yang dikelola pihak asing. Sedangkan pengusaha nasional masih banyak yang belum menyepakati renegosiasi.

"Tinggal pengusaha Indonesia yang masih protes karena ekspor batu baranya terhalang. Itu karena dia harus bayar dulu kewajibannya," jelas dia.

Direktur Jenderal (Dirjen) Mineral dan Batubara (Minerba) Kementerian ESDM, R Sukhyar menjelaskan, pihaknya menargetkan finalisasi dan akan melakukan penandatangan MoU 24 KK dan 40 PKP2B pada Oktober mendatang.

Sedangkan untuk penyelesaian serta penandatangan amandemen KK dan PKP2B pada Januari 2015. "Yang finalisasi MoU itu hanya tersisa masalah penerimaan negara. Kami targetkan selesai Oktober," pungkasnya.

Sekadar informasi, hingga saat ini Kementerian ESDM telah melakukan renegosiasi dengan 107 perusahaan pemegang kontrak karya (KK) dan perjanjian karya pengusahaan pertambangan batubara (PKP2B).

Kesepakatan yang tercapai dalam renegosiasi dituang dalam nota kesepahaman (MoU) amandemen kontrak pertambangan.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
BUMA Australia Raih...
BUMA Australia Raih Perpanjangan Kontrak Tambang Blackwater hingga 2030
BUMA Australia Peroleh...
BUMA Australia Peroleh Kontrak Jasa Tambang Saraji Senilai Rp598,7 Miliar
DOID Raih Kontrak Tambang...
DOID Raih Kontrak Tambang Baru di Australia Rp3,22 Triliun
Respons Freeport Indonesia...
Respons Freeport Indonesia Saat Dapat Sinyal Perpanjangan Kontrak Tambang Usai 2041
Kecelakaan Tambang Emas...
Kecelakaan Tambang Emas di Zimbabwe, 13 Penambang Tewas dan 34 Orang Masih Terjebak
Freeport Minta Perpanjangan...
Freeport Minta Perpanjangan Kontrak Tambang Meski 2041 Masih Lama, Begini Kata Menteri ESDM
Berita Terkini
Implementasi PP TUNAS...
Implementasi PP TUNAS Harus Bisa Jaga Daya Saing Generasi Muda di Ekonomi Digital
3 jam yang lalu
Bank Sentral China Borong...
Bank Sentral China Borong Emas 19 Bulan Berturut-turut, Ada Apa?
3 jam yang lalu
BKI dan ASDP Perkuat...
BKI dan ASDP Perkuat Sinergi Keselamatan Kerja Melalui Audit SMK3
3 jam yang lalu
Silmy Karim Dicopot...
Silmy Karim Dicopot dari Komisaris Telkom usai Tersangka KPK
4 jam yang lalu
DPR Ingatkan Potensi...
DPR Ingatkan Potensi Moral Hazard Penambahan Layer Rokok Ilegal
4 jam yang lalu
Merger BUMN Karya Mundur...
Merger BUMN Karya Mundur ke Kuartal IV-2026, BP BUMN Ungkap Alasannya
4 jam yang lalu
Infografis
Zelensky Tuding Perusahaan...
Zelensky Tuding Perusahaan AS Korupsi Bantuan Militer untuk Ukraina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved