Emas Global Turun ke Level Terendah dalam Sepekan

Selasa, 02 September 2014 - 14:42 WIB
Emas Global Turun ke...
Emas Global Turun ke Level Terendah dalam Sepekan
A A A
SINGAPURA - Harga emas memperpanjang penurunan ke level terendah dalam sepekan karena para investor menimbang kesehatan ekonomi global terhadap ketegangan antara Ukraina dan Rusia. Sementara Palladium turun dari level tertinggi dalam 13 tahun.

Bullion untuk pengiriman segera turun sebanyak 0,8% menjadi USD1.275,28 per ons, terendah sejak 26 Agustus, dan berada di angka USD1.275,57 per ons, pukul 14.56 di Singapura.

Logam emas naik menjadi USD1.296,61 per ons pada 28 Agustus lalu, tertinggi sejak 20 Agustus, dan pekan lalu menahan kenaikan mingguan pertama ketiga di tengah apa yang AS dan Eropa katakan sebagai serangan Rusia ke wilayah Ukraina.

Bloomberg Dollar Index Spot naik ketujuh bulan karena prospek ekonomi membaik didukung Federal Reserve (The Fed) yang akan menaikkan suku bunga. Data hari ini mungkin menunjukkan ukuran manufaktur AS bertahan dekat level terkuat sejak April 2011, setelah laporan output pabrik di China dan Zona Euro pada Agustus melambat lebih dari yang diperkirakan.

"Ekonomi AS terus pulih, sementara negara lain termasuk Eropa dan China melambat, kebijakan moneter global akan menyimpang," kata Yang Xi, analis Yongan Futures Co, Hangzhou, China, seperti dilansir dari Bloomberg, Selasa (2/9/2014).

Emas rebound dari level terendah dalam dua bulan pada 21 Agustus lalu, sebagai kerusuhan di Ukraina mendorong permintaan emas. Ukraina kemarin memperingatkan konflik meningkat di wilayah paling timur, dengan Presiden AS Barack Obama saat ini tiba di Eropa Timur untuk memberikan jaminan kepada sekutu regional.

Emas untuk pengiriman Desember berada di angka USD1.276,50 per ons di Comex, New York dari USD1.287,40 pada 29 Agustus, akan memesan hari ini untuk tujuan penyelesaian berkaitan 1 September adalah libur Hari Buruh AS.

Palladium untuk pengiriman segera turun 0,6% menjadi USD902,75 per ons. Harga naik ke angka USD912,26 kemarin, tertinggi sejak Februari 2001, karena prospek sanksi lebih lanjut terhadap Rusia meningkatkan kekhawatiran produsen minyak terbesar kedua di dunia itu akan terganggu.

Sementara spot perak turun 0,4% menjadi USD19,391 per ons dan platinum turun 0,5% menjadi USD1.417,75 per ons.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Ramalan Goldman Sachs:...
Ramalan Goldman Sachs: Harga Emas Bakal Sentuh USD4.900 di 2026
Bappebti Dorong Transaksi...
Bappebti Dorong Transaksi Fisik Emas Secara Digital
Dear Investor! Tren...
Dear Investor! Tren Naiknya Harga Emas Diyakini Berlanjut di 2021
Pasar Emas Menggeliat,...
Pasar Emas Menggeliat, Transaksi Multilateral ICDX Melonjak 43,9%
Purbaya Bakal Putuskan...
Purbaya Bakal Putuskan Bea Keluar Emas hingga 15 Persen, PMK Hampir Rampung
Penjualan Komoditas...
Penjualan Komoditas Berjangka Emas Tumbuh di Tengah Pandemi
Berita Terkini
Relevansi Jadi Kunci...
Relevansi Jadi Kunci Utama Membangun Kekuatan Merek di Era Digital
4 jam yang lalu
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
5 jam yang lalu
GAPKI Tegaskan Industri...
GAPKI Tegaskan Industri Sawit RI Terapkan Standar Keselamatan Kerja Berkelanjutan
5 jam yang lalu
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
6 jam yang lalu
Airlangga Bocorkan Lahan...
Airlangga Bocorkan Lahan BUMN di Bali Jadi Opsi Calon Lokasi PFII
6 jam yang lalu
Soal Pindar, KPPU Didorong...
Soal Pindar, KPPU Didorong Utamakan Tindakan Pencegahan
6 jam yang lalu
Infografis
Daftar Juara Liga Indonesia...
Daftar Juara Liga Indonesia dari Masa ke Masa: Persib Ukir Sejarah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved