Didukung Bisnis Baru, TIFA Berprospek Baik

Selasa, 09 September 2014 - 15:15 WIB
Didukung Bisnis Baru,...
Didukung Bisnis Baru, TIFA Berprospek Baik
A A A
JAKARTA - Kinerja keuangan perusahaan pembiayaan, PT Tifa Finance Tbk (TIFA) diproyeksi memiliki prospek baik didukung peluang bisnis barunya di pembiayaan perumahan.

Analis PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) Achmad Kurniawan Sudjatmiko mengatakan bahwa di tengah melambatnya pertumbuhan industri pembiayaan karena menurunnya permintaan alat berat, peraturan baru yang mengizinkan perusahaan pembiayaan melakukan pembiayaan perumahan memberi kontribusi positif terhadap TIFA.

TIFA masuk ke bisnis ini pada kuartal I/2014 melalui skema consumer financing, dan menyebabkan jumlah pembiayaan consumer financing perusahaan naik dari Rp1,3 miliar per akhir tahun lalu menjadi Rp13,9 miliar.

"Dengan prospek yang baik itu, kami percaya bahwa bisnis baru ini akan memiliki dampak cukup kuat bagi kondisi keuangan TIFA di masa mendatang," kata dia dalam risetnya, Selasa (9/9/2014).

Di samping itu, kinerja perseroan juga didukung mulai gencarnya TIFA menyalurkan pembiayaan pada kuartal II tahun ini, dengan menyeimbangkan distribusi pembiayaan kepada produk bukan alat berat, terutama ke sektor transportasi, perdagangan dan konstruksi.

Hasilnya, pembiayaan TIFA meningkat menjadi Rp979 miliar pada akhir kuartal II/2014, setelah turun Rp958 miliar pada akhir tahun lalu.

Selain itu, TIFA menjadi lebih selektif memilih sumber daya yang akan digunakan untuk membiayai pertumbuhannya dengan menggunakan sumber daya internal di tengah naiknya tingkat suku bunga. Akibatnya, marjin laba operasional dan laba bersih pada semester I tahun ini meningkat 27,5% dan 21% dari 25% dan 17,8% pada akhir 2013.

"Dengan mengoptimalkan peluang tersebut, menyeimbangkan portofolio pembiayaan dan mengoptimalkan sumber daya internalnya kami percaya TIFA akan tumbuh 8,52% year on year pada tahun ini dan 9,7% secara CAGR selama tahun 2013-2018," ujar dia.

Pendapatan tahun ini diestimasi tumbuh 5,65% menjadi Rp187 miliar dibanding tahun lalu Rp177 miliar dan laba bersih naik 9,4% menjadi Rp47 miliar dari realisasi tahun lali Rp44 miliar.

Sementara harga saham perseroan tertinggi diperkirakan pada level Rp375 dan terendah pada level Rp360 per lembar. Pada pukul 15.10 WIB, harga saham perseroan di level Rp230 per lembar atau menurun 1 poin dibanding penutupan kemarin.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Baru Dibuka, Saham TIFA...
Baru Dibuka, Saham TIFA Digembok Lagi
Naiknya Gak Ngaso-Ngaso,...
Naiknya Gak Ngaso-Ngaso, BEI Suspensi Saham TIFA
Dengan Senyuman, Dokter...
Dengan Senyuman, Dokter Tifa Hadapi Sidang Perdana Kasus Dugaan Ijazah Jokowi
BEI Buka Gembok Saham...
BEI Buka Gembok Saham TIFA, Siap-siap Trading!
Kejari Jakarta Selatan...
Kejari Jakarta Selatan Kabulkan Penangguhan Penahanan Roy Suryo dan Dokter Tifa
Perkuat Industri Nikel,...
Perkuat Industri Nikel, Hillcon Lepas 442,300 Juta Saham ke Publik
Berita Terkini
Diplomasi Sawit Perlu...
Diplomasi Sawit Perlu Diperkuat untuk Jaga Daya Saing Ekspor
6 jam yang lalu
Perang AS-Iran Kian...
Perang AS-Iran Kian Sengit, ASEAN Wanti-wanti Krisis Pangan dan Energi
7 jam yang lalu
Garudafood Resmikan...
Garudafood Resmikan Rumah Maggot di Depok, Kelola 100 Ton Sampah Organik Jadi Nilai Ekonomi
7 jam yang lalu
MNC Sekuritas Dukung...
MNC Sekuritas Dukung MNC University dalam Seminar 'Crafting Your Career and Wealth in The Web3 Era'
7 jam yang lalu
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Regional JBB Manfaatkan Tenaga Surya Tingkatkan Ekonomi Masyarakat
7 jam yang lalu
Bea Cukai Tak Jadi Dibubarkan...
Bea Cukai Tak Jadi Dibubarkan Prabowo, Ini Alasannya
7 jam yang lalu
Infografis
8 Kebijakan Baru Pemerintah...
8 Kebijakan Baru Pemerintah Hadapi Tekanan Global! WFH hingga MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved