Jokowi Diminta Transparan Kelola Anggaran Subsidi BBM

Selasa, 09 September 2014 - 15:37 WIB
Jokowi Diminta Transparan...
Jokowi Diminta Transparan Kelola Anggaran Subsidi BBM
A A A
JAKARTA - Beberapa kalangan menilai, wacana kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi atau menguranginya akan memberikan dampak negatif bagi masyarakat kecil.

Pengamat ekonomi Ichsanuddin Noorsy meminta agar pemerintahan baru di tangan Joko Widodo (Jokowi) dapat lebih transparan mengenai pengelolaan anggaran untuk subsidi bahan bakar primadona tersebut.

"Fakta dari kenaikan BBM pada 2005, 2008, dan 2013, sudah terbukti terjadi kesenjangan meningkat," kata Ichsanuddin di The Acacia Hotel Jakarta, Selasa (9/9/2014).

Dia menuturkan, indikasinya terlihat dari angka gini rasio pada 2005 yang mencapai 0,36% dan mencapai 0,43% pada 2014.

Menurutnya, sejumlah studi membuktikan makin meningkatnya angka gini rasio maka potensi kerusuhan sosial akan semakin meningkat.

Pria yang dicalonkan menjadi Kepala BKPM versi Kabinet Rakyat ini menuturkan, yang membuat pemerintah boleh mencabut subsidi BBM sebenarnya jika nilai tukar melemah.

Selain itu, jika produksi migas dari sisi hulu tidak mengalami peningkatan. "Itu sudah habis-habisan kita, sehingga defisit perdagangan membesar," tambah dia.

Tidak dapat dipungkiri, kenaikan harga bahan bakar memang menjadi satu-satunya solusi untuk mengelola anggaran negara lebih produktif.

Meski demikian, pemerintah seharusnya bisa memperbaiki struktur anggaran dengan memperbaiki sisi penerimaan.

"Misalnya dengan memperbaiki tingkat kepatuhan pajak yang rendah, jangan memberikan perusahaan melakukan tranfser pricing," jelasnya.

Selain itu, Ichsan menambahkan bahwa Jokowi juga harus transaparan soal penghitungan biaya pokok produksi atas BBM yang disubsidi tersebut.

"Seharusnya ada transparansi mengenai berapa biaya pokok produksi atas minyak yang diolah oleh kilang sendiri dan atas minyak yang diimpor," tandas dia.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Tak Tepat Sasaran, Hanya...
Tak Tepat Sasaran, Hanya 40 Persen Masyarakat Tak Mampu Penerima Subsidi BBM
Menilik Urgensi Reformasi...
Menilik Urgensi Reformasi Subsidi BBM, Jangan Lupakan 2 Hal Ini
Subsidi BBM Jadi Beban...
Subsidi BBM Jadi Beban APBN, Legislator: Harus Cari Cara Tepat Sasaran
Pengamat: Subsidi Langsung...
Pengamat: Subsidi Langsung Jadi Solusi Masalah Penyaluran BBM
Kuota BBM Subsidi Tahun...
Kuota BBM Subsidi Tahun Depan Disepakati, Ini Rinciannya
DPR Usul Sistem Pemberian...
DPR Usul Sistem Pemberian Subsidi BBM Diubah
Berita Terkini
Dasco: InsyaAllah Pemadaman...
Dasco: InsyaAllah Pemadaman Listrik Tak Terjadi Lagi Pekan Ini
1 jam yang lalu
Wamenhub Sebut Potensi...
Wamenhub Sebut Potensi Penerimaan Negara Lewat PT DSI Bisa Tembus Rp2.671 Triliun
1 jam yang lalu
Pegadaian Gelar Khitanan...
Pegadaian Gelar Khitanan Massal 2026, Langkah Riil Peduli Sesama Berbasis ESG
2 jam yang lalu
IHSG Siang Anjlok 1,29%...
IHSG Siang Anjlok 1,29% ke 6.037, Sektor Keuangan dan Energi Jadi Pemberat
2 jam yang lalu
Komut Pertamina Mochamad...
Komut Pertamina Mochamad Iriawan: Investasi Terbaik Bangsa pada Manusia
3 jam yang lalu
Uang Beredar di Mei...
Uang Beredar di Mei 2026 Capai Rp10.415,9 Triliun, BI: Tumbuh 10,8 Persen
3 jam yang lalu
Infografis
10 Kementerian/Lembaga...
10 Kementerian/Lembaga dengan Anggaran Terbesar di 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved