Aktivasi Jalur KA Mati Butuh Dana Puluhan Miliar

Selasa, 16 September 2014 - 17:54 WIB
Aktivasi Jalur KA Mati...
Aktivasi Jalur KA Mati Butuh Dana Puluhan Miliar
A A A
BANDUNG - Hingga beberapa dekade terakhir, beberapa jalur kereta api (KA) tidak aktif lagi. Padahal jauh sebelum itu terdapat banyak jalur KA yang menghubungkan kota-kota di Jawa Barat. Di antara jalur mati tersebut adalah Bandung-Soreang-Ciwidey, Rancaekek-Tanjungsari, Banjar-Cijulang, dan lainnya.

"Potensi ekonomi di wilayah-wilayah tersebut tergolong besar. Oleh karenanya, pemerintah berencana untuk melakukan aktivasi jalur-jalur tersebut," ujar Kepala Humas PT Kereta Api (KAI) Daerah Operasional (Daop) 2 Bandung Zunerfin, kepada wartawan, Selasa (16/9/2014).

Dia mengatakan, pihaknya siap melaksanakan dalam upaya merealisasikan rencana tersebut. Namun begitu, ketentuan Undang Undang hanya mewajibkan PT KAI dalam menyediakan sarana rangkaian saja.

"Berdasarkan UU yang berlaku, penyediaan infrastruktur merupakan kewenangan pemerintah," katanya.

Dalam merealisasikan wacana aktivasi tersebut, pihaknya mendapat tugas untuk melakukan penertiban asset. Pasalnya, sejauh ini asset-asset PT KAI tersebar di banyak titik.

"Pelaksanaan penertiban asset itu bukan perkara mudah. Sebab, tidak sedikit asset PT KAI yang 'dikuasai' pihak-pihak tertentu," ungkapnya.

Dia mencontohkan, rumah dinas yang sejauh ini cukup banyak dihuni oleh kalangan yang sebenarnya tidak lagi berkaitan dengan lembaga BUMN tersebut. Jika mengacu regulasi, mereka yang tidak lagi berkaitan dengan PT KAI seharusnya sudah tidak lagi menggunakan fasilitas milik negara itu.

"Ada kendala lain seperti dalam melaksanakan aktivasi jalur membutuhkan dana yang tidak sedikit. Sampai saat ini, kami belum dapat memastikan kebutuhan dana untuk aktivasi tersebut. Yang pasti, angkanya sangat besar. Bisa miliaran bahkan puluhan miliar," tuturnya.

Dia menambahkan, dana itu diperuntukan untuk beragam hal. Di antaranya, dana yang diperuntukkan bagi penertiban asset. Selain itu, dana tersebut juga berkenaan dengan panjang jalur yang akan direaktivasi.

"Nilai penertiban bergantung pada beberapa aspek di antaranya adalah jenis bangunan, lokasi, dan sebagainya," katanya.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Harga Tiket Kereta Api...
Harga Tiket Kereta Api Jarak Jauh Naik 40%
KAI Tambah Kereta Jarak...
KAI Tambah Kereta Jarak Jauh, Ini Rincian Rute dan Jadwalnya
KA Lokal Daop I Jakarta...
KA Lokal Daop I Jakarta Masih Belum Operasi hingga 31 Juli 2020
5 KA Jarak Jauh Beroperasi...
5 KA Jarak Jauh Beroperasi dari Daop 1 Jakarta Mulai 3 Juli 2020, Ini Daftarnya
KAI Siapkan Protokol...
KAI Siapkan Protokol Khusus Hadapi Skenario New Normal
Waktu Perjalanan KA...
Waktu Perjalanan KA Akan Singkat dan Jadwal Keberangkatan Berubah, Awas Telat!
Berita Terkini
Didukung BPDP dan Ditjenbun,...
Didukung BPDP dan Ditjenbun, AKPY Percepat Transfer Teknologi ke Pekebun Sawit Morowali
16 menit yang lalu
Prabowo Luncurkan BBM...
Prabowo Luncurkan BBM Baru B50 Pertama di Indonesia
37 menit yang lalu
Hyundai Kunjungi iNews...
Hyundai Kunjungi iNews Media Group, Perkuat Sinergi dan Jajaki Peluang Kolaborasi Strategis
56 menit yang lalu
Riset Terbaru Novo Nordisk:...
Riset Terbaru Novo Nordisk: Wegovy Dosis Tinggi Efektif Pangkas Berat Badan
1 jam yang lalu
Kedok Perusahaan Cangkang...
Kedok Perusahaan Cangkang Miliarder Prancis Berharta Rp2.724 Triliun Terbongkar, Alat Sunat Pajak?
2 jam yang lalu
Hadir IndoBuildTech...
Hadir IndoBuildTech 2026,AM MortarBangun Interaksi dengan Pelanggan
2 jam yang lalu
Infografis
Enam Komik Termahal...
Enam Komik Termahal di Dunia hingga Puluhan Miliar
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved