Wall Street Berakhir Balik Arah menguat
Rabu, 17 September 2014 - 08:47 WIB
Wall Street Berakhir Balik Arah menguat
A
A
A
JAKARTA - Indeks saham di Wall Street pada perdagangan Selasa waktu setempat berakhir balik arah menguat, dengan indeks S&P 500 mencetak kinerja terbaik dalam satu bulan di tengah berlansungnya pertemuan dua hari Bank Sentral Amerika Serikat (The Fed).
Indeks utama menguat setelah sebuah laporan dalam Wall Street Journal mengindikasikan bahwa The Fed kurang mendukung kenaikan suku bunga seperti yang diperkirakan sebelumnya.
The Fed memulai pertemuan kebijakan dua hari mulai Selasa. Dalam pertemuan itu, The Fed berharap belum akan menaikkan suku bunga hingga tahun depan. Sementara data ekonomi yang kuat baru-baru ini menyebabkan para pejabat Fed memperkirakan akan menaikkan suku bunga lebih cepat dari yang diantisipasi.
"Kita semua tahu perubahan suku bunga akan terrjadi sewaktu-waktu pada 2015, tetapi para pejabat The Fed berusaha memutuskan apakah itu akan terjadi pada awal kuartal II atau akhir kuartal II," kata Wakil Kepala Investasi di Oakbrook Investments LLC Peter Jankovskis seperti dilansir dari Reuters, Rabu (17/9/2014).
Seluruh sektor saham di indeks S&P berakhir di wilayah positif dan Dow berhasil mencapai rekor intraday baru, meski hanya ditutup sekitar 6 poin lebih tinggi dari rekor penutupan.
Sektor kesehatan (SPXHC) naik 1,3% dan sektor energi (SPNY) naik 1,2%. Saham energi menguat karena harga minyak mentah naik. Sementara sektor utilitas (SPLRCU) meningkat 1,25.
Indeks Dow Jones Industrial Average ditutup naik 100,83 poin atau 0,59% ke 17.131,97; indeks S&P 500 menguat 14,85 poin atau 0,75% ke 1.998,98; dan Nasdaq Composite bertambah 33,86 poin atau 0,75% ke 4.552,76.
Indeks utama menguat setelah sebuah laporan dalam Wall Street Journal mengindikasikan bahwa The Fed kurang mendukung kenaikan suku bunga seperti yang diperkirakan sebelumnya.
The Fed memulai pertemuan kebijakan dua hari mulai Selasa. Dalam pertemuan itu, The Fed berharap belum akan menaikkan suku bunga hingga tahun depan. Sementara data ekonomi yang kuat baru-baru ini menyebabkan para pejabat Fed memperkirakan akan menaikkan suku bunga lebih cepat dari yang diantisipasi.
"Kita semua tahu perubahan suku bunga akan terrjadi sewaktu-waktu pada 2015, tetapi para pejabat The Fed berusaha memutuskan apakah itu akan terjadi pada awal kuartal II atau akhir kuartal II," kata Wakil Kepala Investasi di Oakbrook Investments LLC Peter Jankovskis seperti dilansir dari Reuters, Rabu (17/9/2014).
Seluruh sektor saham di indeks S&P berakhir di wilayah positif dan Dow berhasil mencapai rekor intraday baru, meski hanya ditutup sekitar 6 poin lebih tinggi dari rekor penutupan.
Sektor kesehatan (SPXHC) naik 1,3% dan sektor energi (SPNY) naik 1,2%. Saham energi menguat karena harga minyak mentah naik. Sementara sektor utilitas (SPLRCU) meningkat 1,25.
Indeks Dow Jones Industrial Average ditutup naik 100,83 poin atau 0,59% ke 17.131,97; indeks S&P 500 menguat 14,85 poin atau 0,75% ke 1.998,98; dan Nasdaq Composite bertambah 33,86 poin atau 0,75% ke 4.552,76.
(rna)
Lihat Juga :