Pertamina Minta Jokowi Ubah Kuota BBM Bersubsidi

Kamis, 18 September 2014 - 13:53 WIB
Pertamina Minta Jokowi...
Pertamina Minta Jokowi Ubah Kuota BBM Bersubsidi
A A A
JAKARTA - PT Pertamina berharap, Presiden terpilih Joko Widodo (Jokowi) mengubah kuota Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi.

"Undang-Undang tidak bisa diapa-apain, sekalipun punya duit menambah subsidi tapi UU membatasi 46 juta kl," kata Senior Vice Presiden Fuel Marketing and Distribution PT Pertamina Suhartoko di Jakarta, Kamis (18/9/2014).

Menurutnya, Jokowi yang akan mulai menduduki tampuk kepemimpinannya pada 20 Oktober 2014 akan mengalami kondisi keterbatasan BBM bersubsidi.

Sebab itu, pihaknya berharap agar pemerintahan baru dapat mengubah kuota tersebut.

"Pilihanya melaporkan ke pemerintah baru kondisi ini. Itu tugas pemerintah baru membongkar, yang dikunci bukan rupiahnya tapi volume subsidinya," ujar dia.

Untuk mengubah kuota BBM bersubsidi di APBNP 2014, pemerintahan baru bisa mengajukan revisinya tas izin DPR atau melalui Peraturan Pengganti UU (Perpu).

"Membongkar APBN diubah lagi khusus volume, atau mengganti dengan Perpu yang ujung-ujungnya dengan DPR," kata Suhartoko.

Seperti diketahui, Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBNP) 2014 mematok kuota BBM bersubsidi sebesar 46 juta kl.

Hal tersebut menjadikan Pertamina selaku distributor BBM subsidi kelimpungan mencari cara agar kuota tidak jebol dan tidak rugi.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pengamat: Subsidi Langsung...
Pengamat: Subsidi Langsung Jadi Solusi Masalah Penyaluran BBM
Kuota BBM Subsidi Tahun...
Kuota BBM Subsidi Tahun Depan Disepakati, Ini Rinciannya
Kasus Penyalahgunaan...
Kasus Penyalahgunaan BBM Bersubsidi, Bareskrim: Pelaku Tampung dari Sejumlah SPBU
Solar Subsidi di Natuna...
Solar Subsidi di Natuna Dinikmati Masyarakat Menengah ke Atas, Pengawasan Pertamina Dinilai Lemah
Kuota BBM Pertalite...
Kuota BBM Pertalite Menipis, Tinggal Tersisa 4 Juta Kiloliter
Kuota BBM Pertalite...
Kuota BBM Pertalite Menipis, Butuh Tambahan 6 Juta KL hingga Akhir 2022
Berita Terkini
IHSG Pagi Ini Dibuka...
IHSG Pagi Ini Dibuka Hijau Sesaat, Lalu Ambruk Lebih dari 1%
45 menit yang lalu
Dirut BRI Hery Gunardi:...
Dirut BRI Hery Gunardi: Adopsi AI Jadi Kunci Perbankan Pertahankan Nasabah
1 jam yang lalu
Kebijakan Tambang RI...
Kebijakan Tambang RI Berubah-ubah, Investor China Mulai Alihkan Investasi Nikel ke Afrika
2 jam yang lalu
Saatnya Bayar Tagihan...
Saatnya Bayar Tagihan PBB-P2, Ada Diskon 7,5% hingga 31 Juli 2026
2 jam yang lalu
Barat Remehkan Blokade...
Barat Remehkan Blokade Selat Hormuz, Pasokan Minyak Dunia di Titik Kritis
3 jam yang lalu
MDLA Luncurkan Armada...
MDLA Luncurkan Armada Mobil Listrik, Dorong Transformasi Distribusi Rendah Emisi
6 jam yang lalu
Infografis
10 Negara Menaikkan...
10 Negara Menaikkan Harga BBM Akibat Perang AS-Iran, Banyak Tetangga RI
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved